Breaking News
Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi di Tualang, Bupati Alfedri Investasi Ini Tingkatkan Ekonomi Masya | PPP Dumai Serahkan Berkas Data Penjaringan Kepala Daerah ke PPP Riau | Viral Pemancing Ini Kaget dapat Ikan Berwujud Setengah Ular | MUI: Untuk Keselamatan, Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Ikut Skema Murur | BMKG: Sebagian Wilayah Riau Bakal Diguyur Hujan Lebat | Kabar Duka, Tertimpa Mobil Box di Jembatan Siak IV, Ridho Meninggal Dunia Jumat, 14 Juni 2024

 
Ijtima Ulama Fatwa: Pengucapan Salam Berbagai Agama Bukan Toleransi yang Benar
Jumat, 31-05-2024 - 09:20:46 WIB

JAKARTA - Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VII menghasilkan panduan hubungan antarumat beragama. Salah satu yang diputuskan adalah mengenai hukum salam lintas agama.

"Penggabungan ajaran berbagai agama, termasuk pengucapan salam dengan menyertakan salam berbagai agama dengan alasan toleransi dan/atau moderasi beragama, bukanlah makna toleransi yang dibenarkan," demikian salah satu poin keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia yang dibacakan oleh Ketua SC yang juga Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, Kamis (30/5/2024).

Dalam hasil ijtima ulama tersebut, pengucapan salam merupakan doa yang bersifat ubudiah. Karena itu, pengucapan salam harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampuradukkan dengan ucapan salam dari agama lain.

"Pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram," demikian poin lanjutan panduan yang dikeluarkan ijtima ulama.

Berikut hasil lengkap dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia mengenai panduan hubungan antarumat beragama:

PANDUAN HUBUNGAN ANTARUMAT BERAGAMA

A. Prinsip Hubungan Antar Umat Beragama

1. Prinsip dasar hubungan antar umat beragama dalam Islam adalah sebagai berikut:

a. Islam menghormati pemeluk agama lain dan menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya dengan prinsip toleransi (al-tasamuh), sesuai dengan tuntunan al-Quran "lakum dinukum wa liyadin" (untukmu agamamu dan untukku agamaku), tanpa mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme).
b. Dalam masalah muamalah, perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk terus menjalin kerja sama (al-ta'awun) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara harmonis, rukun dan damai.

2. Umat Islam tidak boleh mengolok-olok, mencela dan/atau merendahkan ajaran agama lain (al-istihza`).

3. Antarumat beragama tidak boleh mencampuri dan/atau mencampuradukkan ajaran agama lain.

B. Fikih Salam Lintas Agama

1. Penggabungan ajaran berbagai agama termasuk pengucapan salam dengan menyertakan salam berbagai agama dengan alasan toleransi dan/atau moderasi beragama bukanlah makna toleransi yang dibenarkan.

2. Dalam Islam, pengucapan salam merupakan doa yang bersifat ubudiah, karenanya harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampuradukkan dengan ucapan salam dari agama lain.

3. Pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram.

4. Pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan/atau moderasi beragama yang dibenarkan.

5. Dalam forum yang terdiri atas umat Islam dan umat beragama lain, umat Islam dibolehkan mengucapkan salam dengan Assalamu'alaikum dan/atau salam nasional atau salam lainnya yang tidak mencampuradukkan dengan salam doa agama lain, seperti selamat pagi.

C. Fikih Toleransi dalam Perayaan Hari Raya Agama Lain

1. Setiap agama memiliki hari raya sebagai hari besar keagamaan yang biasanya disambut dengan perayaan oleh penganutnya.

2. Setiap umat Islam harus menjalankan toleransi dengan memberikan kesempatan kepada umat agama lain yang sedang merayakan ritual ibadah dan perayaan hari besar mereka. Bentuk toleransi beragama adalah:

a. Dalam hal akidah, memberikan kebebasan kepada umat agama lain untuk melaksanakan ibadah hari raya sesuai keyakinannya dan tidak menghalangi pelaksanaannya.

b. Dalam hal muamalah, bekerja sama secara harmonis serta bekerja sama dalam hal urusan sosial bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Toleransi umat beragama harus dilakukan selama tidak masuk ke dalam ranah akidah, ibadah ritual dan upacara-upacara keagamaan, seperti: mengucapkan selamat hari raya agama lain, menggunakan atribut hari raya agama lain, memaksakan untuk mengucapkan atau melakukan perayaan agama lain atau tindakan yang tidak bisa diterima oleh umat beragama secara umum.

4. Beberapa tindakan sebagaimana yang dimaksud dalam angka nomor 3 dianggap sebagai mencampuradukkan ajaran agama.

Acara Ijtima Ulama Fatwa ini diikuti oleh 654 peserta dari unsur pimpinan lembaga fatwa ormas Islam tingkat pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI se-Indonesia, pimpinan pesantren tinggi ilmu-ilmu fikih, pimpinan fakultas syariah perguruan tinggi keislaman, perwakilan lembaga fatwa negara ASEAN dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Qatar, individu cendekiawan muslim dan ahli hukum Islam, serta para peneliti sebagai peninjau.


Sumber
detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi di Tualang, Bupati Alfedri Investasi Ini Tingkatkan Ekonomi Masya
  • PPP Dumai Serahkan Berkas Data Penjaringan Kepala Daerah ke PPP Riau
  • Viral Pemancing Ini Kaget dapat Ikan Berwujud Setengah Ular
  • MUI: Untuk Keselamatan, Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Ikut Skema Murur
  • BMKG: Sebagian Wilayah Riau Bakal Diguyur Hujan Lebat
  •  
    Komentar Anda :

     
    Berita Terkini Indeks
    #1 Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi di Tualang, Bupati Alfedri Investasi Ini Tingkatkan Ekonomi Masya
    #2 PPP Dumai Serahkan Berkas Data Penjaringan Kepala Daerah ke PPP Riau
    #3 Viral Pemancing Ini Kaget dapat Ikan Berwujud Setengah Ular
    #4 MUI: Untuk Keselamatan, Jemaah Haji Lansia Lebih Baik Ikut Skema Murur
    #5 BMKG: Sebagian Wilayah Riau Bakal Diguyur Hujan Lebat
    #6 Kabar Duka, Tertimpa Mobil Box di Jembatan Siak IV, Ridho Meninggal Dunia
    #7 16 Rumah Di Pasar Langkitin Lesap Dilalap Sijago, Kerugian Ditaksir 1, 6 Miliar
    #8 Peluang Paisal Besar, Parpol Masih Gamang
    #9 Bupati Siak Alfedri Pimpin Apel Pagi Bersama SMK 1 Koto Gasib
    #10 Mendagri Bakal Ganti Pj Gubernur Hendak Maju Pilkada 2024
     

    Riautrust.com adalah media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Selengkapnya

    free html hit counter
     
    Quick Links
     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     
    Kanal
     
    + Riau Region
    + Politik
    + Ekbis
    + Metropolitan
    + Peristiwa
    + Nasional
    + Sport
    + SainsTech
    + Showbiz
    + Mozaik
    + Lifestyle
    + Internasional
    + Indeks
     
     

    Alamat Redaksi/Pemasangan iklan:

     
    Komplek Beringin Indah
    Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau
    (0761)63515 - 0812-76-47104

    iklan_riautrust@yahoo.com
    redaksi_riautrust@yahoo.com
    www.riautrust.com
     
    Copyright © 2023 riautrust.com, all rights reserved