Home
Pemerintah Belum Siap Hadapi Implikasi Pelarangan Mudik | Pertemuan AHY-Anies Dinilai Untungkan Keduanya | Perjalanan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah hingga Dibatalkan | Rumah Yatim Bagikan Parcel Lebaran untuk Yatim Dhuafa di Pekanbaru | Usai Longsor, Lalu Lintas Jalan Lintas Barat Riau-Sumbar Mulai Normal | Bupati H.Zukri Harapkan Gerakan Cinta Zakat Sampai Kedesa di Kabupaten Pelalawan
Minggu, 16 Mei 2021
/ Peristiwa / 11:49:27 / Pejabat China Akui Tingkat Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah /
Pejabat China Akui Tingkat Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah
Selasa, 13 April 2021 - 11:49:27 WIB

Sebuah langkah yang jarang dilakukan, tapi pejabat tinggi pengawas penyakit di China mengakui jika efektivitas vaksin buatan mereka rendah.

Dalam pernyataannya, Gao Fu, Direktur dari Pusat Pengendalian Penyakit di China mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk memadukan vaksin-vaksin yang ada untuk meningkatkan efektivitasnya.

Vaksin China "tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi", Gao dalam sebuah konferensi di kota Chengdu, China.

China sudah mendistribusikan ratusan juta vaksin buatan mereka yaitu Sinovac dan Sinopharm ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam waktu bersamaan ia juga mempertanyakan keefektifan vaksin buatan negara-negara Barat.

"Sedang sedang dipertimbangkan apakah kita harus menggunakan vaksin berbeda dari produksi lainnya untuk proses vaksinasi," kata Dr Gao.

Tingkat efektivitas vaksin Sinovac untuk mencegah terjadinya penularan hanya sekitar 50.4 persen dalam data yang diperoleh di Brasil.

Sebagai perbandingan, vaksin yang dibuat oleh Pfizer dari Amerika Serikat memiliki tingkat efektivitas 97 persen.

Sejauh ini, China belum memberikan persetujuan bagi penggunaan vaksin buatan negara-negara barat China.

Dr Gao tidak memberikan rincian mengenai perubahan strategi yang akan dilakukan, namun menyinggung soal mRNA.

mRNA adalah teknologi yang digunakan negara-negara barat saat mengembangkan vaksin, di saat China memakai metode tradisional.

"Semua pihak  harus mempertimbangkan manfaat vaksin mRNA bagi kemanusiaan," kata Dr Gao.

"Kita harus mengikuti dengan hati-hati dan tidak mengabaikannya hanya karena kita sudah memiliki beberapa jenis vaksin."

Dr Gao sendiri sebelumnya pernah mempertanyakan keamanan vaksin mRNA.

Sebelumnya, dikutip dari kantor berita China, Xinhua , akhir tahun lalu, ia mengatakan kemungkinan efek samping negatif karena teknologi tersebut pertama kalinya digunakan bagi manusia yang sehat.

Media Pemerintah China dan berbagai situs dan blog kesehatan juga mempertanyakan keamanan dan efektivitas vaksin Pfizer yang menggunakan teknologi mRNA.

Menurut Dr Gao, sampai tanggal 2 April, 34 juta warga China sudah menerima dua dosis vaksin dan 65 juta orang sudah mendapatkan dosis pertama.

Para pakar mengatakan dengan mengkombinasikan vaksin berbeda akan bisa meningkatkan efektivitas.

Saat ini negara-negara lain juga sedang melihat kemungkinan memadukan berbagai vaksin atau memberikan 'booster' setelah periode tertentu.

Peneliti di Inggris sedang mengkaji kemungkinan penggunaan kombinasi vaksin Pfizer dan AstraZeneca.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari berita di ABC News


   
 
Pemkab Siak, PT RAPP dan Masjid Islamik Center Santuni 600 Anak Yatim
Rabu, 05 Mei 2021 - 08:10

Rasidah Apresiasi Program Tali Asih PKK Kecamatan Dayun
Rabu, 05 Mei 2021 - 08:07

Ketimbang Dapat Bantuan, Masyarakat Pekanbaru Lebih Berharap Penyelesaian Banjir
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:30

Keberadaan Tol Padang-Pekanbaru akan Tingkatkan Kunjungan Wisata
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:25

Pekanbaru Sanksi 29 Pelaku Usaha Langgar Prokes COVID-19 di Zona Merah
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:20

H.Zukri Harapkan Tercapainya Kewajaran dan Akuntabilitas Laporan Keuangan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:15

PKK dan Dekranasda Gandeng RAPP Berikan Bantuan di Dua Kecamatan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:11

Kapolres Siak Mengunjungi Rumah Ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan Kru KRI Nanggala - 402
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:08

20 Hari Dirawat, Wakil Wali Kota Dumai Wafat COVID-19
Kamis, 29 April 2021 - 21:02

Gawat, Tempat Tidur COVID-19 di Pekanbaru Penuh
Kamis, 29 April 2021 - 20:59

Penumpang RoRo Bengkalis-Sei Selari Cukup Tunjukan KTP saat Menyeberang
Kamis, 29 April 2021 - 20:54

Wakil Wali Kota Dumai Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 29 April 2021 - 20:47

Pemko Pekanbaru Diingatkan Agar Tak Serahan Pasar Cik Puan ke Pihak Ketiga
Kamis, 29 April 2021 - 09:03

UAS Resmi Nikahi Gadis Jombang
Kamis, 29 April 2021 - 08:55

Hikmah:
Terperangkap Tipu Daya Serangan Wabah Penyakit
Kamis, 29 April 2021 - 08:43

Bupati H.Zukri Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Tahun 2021-2026
Kamis, 29 April 2021 - 08:40

Rakor Bersama Presiden, Alfedri Sampaikan 2 Arahan Presiden
Kamis, 29 April 2021 - 08:32

Sempat Tertunda, Sekda Arfan Usman Datangi RSUD Siak untuk Divaksin
Kamis, 29 April 2021 - 08:29

Camat Pusako Meminta Jalan Datok Pintal di Kampung Sungai Limau Untuk Diaspal
Kamis, 29 April 2021 - 08:24

Hadiri Safari Ramadhan di Tualang, Ini Pesan Bupati Alfedri
Kamis, 29 April 2021 - 08:18

Tinjau banjir di Perawang, Alfedri: Akan Kita Cari Solusinya
Kamis, 29 April 2021 - 08:15

Bupati Alfedri Ingatkan Warga Agar Waspada dan Selalu Terapkan Protokol Kesehatan
Kamis, 29 April 2021 - 08:12

Diserahkan ke Pemko, Pasar Cik Puan akan Dibangunkan Pihak Ketiga
Selasa, 27 April 2021 - 14:50

Rumah Yatim Gencar Bagikan Hidangan Sahur dan Buka Puasa untuk Yatim dan Dhuafa Pekanbaru
Selasa, 27 April 2021 - 14:45

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com