Home
Hadiri Peresmian Tol Pekanbaru - Dumai, Sekda Arfan Harap Perekonomian akan Terus Berkembang | Bupati Alfedri, Komoditas Ubi Racun Layak di Kembangkan Karena Bernila Jual | Tol Pekanbaru - Bangkinang Ditarget Selesai 2021 | Truk Fuso Tabrak Rumah Berisi Satu Keluarga yang Sedang Tertidur Pulas, Satu Tewas | Masrul Kasmy Jadi Pjs Bupati, Masyarakat Rohul Merasa tak Dipandang Pemprov Riau | Radiologi, Bupati Alfedri Sebut, Tes Swab Bisa Dilakukan di Rumah Sakit Tipe D Tualang
Sabtu, 26 09 2020

Tjipta Lesmana
Tanoe dan Paloh Tak Punya Grassroots


Selasa, 10 Januari 2012 - 08:31:09 WIB
Bergabungnya pengusaha Hary Tanoesudibyo ke Partai NasDem bukanlah jaminan partai baru ini bisa meraup suara besar di Pemilu mendatang. Salah satu faktornya adalah kurangnya pendukung akar rumput.

"Mereka tidak punya pendukung akar rumput," papar pakar Ilmu Komunikasi Tjipta Lesmana, ketika diminta komentar soal bergabungnya pengusaha Hary Tanoesudibyo ke Partai Nasionalis Demokrat (NasDem).

Menurut Tjipta, sosok Hary Tanoe yang memiliki sejumlah media massa juga tidak bisa menjadi jaminan akan memuluskan langkah partai itu. "Tidak berarti orang yang menguasai media menang, itu paradigma yang ngawur," imbuhnya. Berikut wawancara lengkapnya seperti di laman inilah.com

Bagaimana komentar Anda terkait kolaborasi Surya Paloh dan Hary Tanoesudibyo di Partai NasDem. Apakah kolaborasi dua pemilik media besar akan memuluskan jalan Partai NasDem?

Tidaklah. Saya melihat peluangnya tipis Partai NasDem bisa meraup dukungan. Koalisi antara Surya Paloh dan Hary Tanoe, peluang menjadi presiden dan wapres 2014 tipis, mereka tidak punya pendukung akar rumput (grassroots).

Bukankah keduanya pemilik grup media yang tidak diragukan lagi, apakah modal ini tidak cukup?

Untuk bisa memenangkan Pemilu itu ada empat syarat utama yakni pertama, tokoh dikenal luas rakyat dalam arti prestasi diakui oleh rakyat banyak. Kedua, mesin partai juga harus kuat, seperti Partai Golkar yang memiliki 60 persen gubernur dan bupati se-Indonesia. Nah, Partai NasDem lemah.

Ketiga, akar rumput atau grassroots. Saya melihat Partai NasDem tidak punya akar rumput, misalnya seperti PDIP yang punya akar rumput. Dan keempat adalah modal. Dalam hal ini, memang Hary Tanoe kuat dalam modalnya. Dilihat dari empat kriteria ini saya tidak yakin mereka akan unggul.

Bagaimana dengan posisi media yang dimiliki keduanya?

Memang media massa cukup penting untuk kampanye. Namun tidak berarti orang yang menguasai media menang, itu paradigma yang ngawur. Media bisa membantu sukses kampanye kalau itu betul. Media memang memberikan kontribusi besar tapi tidak berarti siapa yang menguasai media menang, harus ada empat syarat tadi untuk memenangkan pemilu.

Bagaimana Anda melihat prospek Partai NasDem ini?

Partai NasDem susah untuk berkembang pesat dalam tempo yang begitu cepat. Jangan lupa, pemilu sebentar lagi akhir tahun depan kampanye, waktu sudah mepet, bagaimana Partai NasDem bisa menggerakan rakyat, itu amat sangat berat.***

 
   
Wawancara : Index
Ingin Berbuat yang Terbaik di Sisa Usia...
Tanoe dan Paloh Tak Punya Grassroots...
Ke Kampung Menjaring Aspirasi...
Indonesia Sudah Sejajar dengan BRIC...
"Saya Diancam Parang Gara-gara Komodo"...
Jabatan Itu Bagi Saya Ibadah...
Berorganisasi Bentuk Pola Pikir Saya...
 
 
 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com