Home
Anwar Ibrahim Sudah Bikin 6 Gebrakan Baru: Tolak Gaji hingga Ogah Naik Mobil Dinas | Polda Riau Belum Tetapkan Tersangka Kredit Fiktif Rp1,8 Miliar BRK Syariah Capem Duri | Plt Kepala Dinas DPMPD Rohul Tegaskan, Pilkades Sialang Jaya Ditunda | Opening Ceremony Tour De Siak 2022 di Buka Ketua PB ISSI | Bupati Siak: Kendaraan Listrik Transportasi Masa Depan | Pascadeklarasi Anies, Elektabilitas Nasdem Naik 5,2 persen
Selasa, 29 November 2022
/ Metropolitan / 09:20:16 / Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama /
Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama
Sabtu, 24 September 2022 - 09:20:16 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Akademisi sekaligus pengamat hukum dan Kriminal Erdiansyahmenilai tingginya kasus kekerasan seksual dalam keluarga yang terungkap akhir-akhir ini didasari atas faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendasarinya ialah ketidakharmonisan dalam keluarga.

Pertikaian antara suami dan istri, pendekatan yang tidak harmonis kepada anak hingga tekanan dari luar menjadi pemicu terjadinya perbuatan keji dari orang terdekat terhadap seorang anak.

"Ini kasus yang cukup marak, dimana kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat seperti ayah, paman dan kakek. Saya lihat memang faktor terdekat itu karena ketidakharmonisan dari keluarga itu sendiri," ucap Erdiansyah kepada ANTARA saat dihubungi via telepon, Jumat.

Lanjutnya, pengetahuan dan pendidikan dari pihak keluarga sendiri juga berpengaruh. Ditambah lagi peristiwa serupa dominan terjadi di daerah, bukan di kota, sehingga tidak adanya tempat hiburan membuat seseorang melampiaskan hasrat seksualnya ke orang terdekat.

Di lain sisi, ia menilai perkembangan teknologi juga berpengaruh besar. Dimana saat ini tiap orang dapat dengan mudahnya mengakses situs-situs bermuatan pornografi yang bertebaran di internet.

"Fenomena ini juga dapat terjadi karena pengaruh teknologi. Bagaimana kini seseorang bisa dengan mudahnya mengakses muatan pornografi, berbeda dengan jaman dulu," terangnya.

Peran pihak-pihak berkepentingan seperti pemerintah, menurut Erdiansyah, amat diperlukan terhadap implementasi UU Perlindungan Anak sebab di dalamnya jelasmengkaji pasal 82 dan pasal 76 E disebutkan anak harus diberikan perlindungan baik dari tindak pidana kekerasan seksual maupun pencabulan.

Pendampingan psikolog untuk memulihkan kembali mental anak yang menjadi korban kekerasan seksual dalam keluarga juga harus terus dilakukan. Korban harus dilindungi oleh negara.

"Kedudukan korban jelas. Anak yang harusnya dilindungi, malah mendapatkan perilaku tak senonoh dari orang terdekat. UU perlindungan anak sudah memberikan fasilitas kepada negara untuk melindungi korban," tutur Erdiansyah.

Mirisnya, terkadang korban yang menceritakan kejadian tersebut ke ibu atau kakaknya, sang pendengar tak lantas percaya atas aduan tersebut. Bahkan tak jarang pula pihak keluarga menutup-nutupinya dengan dalih aib keluarga.

Mengingat kasus pencabulan tidak berada dalam delik aduan melainkan delik biasa, sehingga Erdiansyah menilai bila keluarga seakan menutupi kasus tersebut, harusnya negara yang mengambil peran dalam penyelesaiannya.

"Sekiranya pemerintah setempat dapat membawa korban ke ahli psikologi untuk melihat perkembangan anak ini sehingga dapat bercerita apa adanya, apa yang menjadi penyebab dan apa yang dialaminya ketika itu," pungkasnya.

Sebagai catatan, akhir-akhir ini hampir tiap minggunya terdapat kasus kekerasan seksual dalam keluarga. Sebut saja KM (45) dan putranya RK (20) yang ditahan Polres Siak setelah mencabuli dua bocah berusia enam tahun dan tiga tahun yang mana merupakan cucu dan keponakan kedua pelaku sendiri.

Hal itu dilakukan pelaku saat orangtua korban bekerja di Provinsi Kepulauan Riau dan menitipkan anaknya pada keluarga. Diakui pelaku, perbuatan keji tersebut telah dilakukan pada Februari hingga April 2022 lalu di rumahnya.

Di lain tempat, Ros (bukan nama sebenarnya) di Indragiri Hulu diketahui telah berkali-kali dicabuli ayah kandungnya sepanjang Juli 2022. Hal itu terungkap setelah gadis malang yang baru berusia 12 tahun itu menceritakan pengalaman pahitnya kepada temannya sebab tak ada lagi tempat korban mengadu. Sementara itu, ibu kandung korban telah lama meninggalkan rumah dan bercerai dengan ayahnya.

(ANTARA)


   
Hadir di Sidang Senat Terbuka Batam Tourism Polytechnic Ini Pesan Bupati Alfedri
Minggu, 27 November 2022 - 16:54

APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan
Minggu, 27 November 2022 - 16:50

 6 Fakta Banjir Bandang di Jeddah, Makin Sering Terjadi Sejak 13 Tahun Terakhir
Minggu, 27 November 2022 - 08:15

Diserempet Bus, Seorang Anak Tewas di Jembatan Layang Arengka
Minggu, 27 November 2022 - 08:00

Cara Membersihkan File Sampah Biar Laptop Gak Lemot
Minggu, 27 November 2022 - 07:18

Pengamat: Duet Prabowo-Erick Thohir di Pilpres akan Akomodasi Pemilih Lintas Segmen
Minggu, 27 November 2022 - 07:16

Pengamat Nilai Jokowi Isyaratkan Dukung Duet Prabowo-Ganjar
Sabtu, 26 November 2022 - 20:43

KAHMI Muda Deklarasi Erick Thohir sebagai Cawapres 2024
Sabtu, 26 November 2022 - 20:31

Agar Pergerakan Gajah Mudah Dipantau, HK Beli 2 Set Kalung GPS Tahun Ini
Sabtu, 26 November 2022 - 18:45

Beginilah Cara Membangun Ikatan Antara Orang Tua dan Buah Hati
Sabtu, 26 November 2022 - 18:35

5 Bencana Alam Terdahsyat di Dunia, Salah Satunya di Indonesia
Sabtu, 26 November 2022 - 18:08

Sedia Payung Sebelum Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Riau Hari Ini
Sabtu, 26 November 2022 - 10:03

Seorang Wanita Melahirkan Tiba-tiba Di Halaman Masjid Nabawi Madinah
Sabtu, 26 November 2022 - 06:53

Gubernur Syamsuar Minta Pemerintah Bangun RS Pusat di Riau
Sabtu, 26 November 2022 - 06:35

Bela Palestina, Sopir Taksi Qatar Usir Jurnalis Israel di Piala Dunia
Sabtu, 26 November 2022 - 06:32

Tindaklanjuti 84 Perusahaan Tanpa Izin HGU, Kejati Riau Tunggu Pembentukan Tim Terpadu
Sabtu, 26 November 2022 - 06:30

Kena Kasus Sodomi, Kenapa Anwar Ibrahim Tetap Banjir Dukungan Jadi PM?
Jumat, 25 November 2022 - 22:04

Siap-siap, 29 November Pebalap Tour de Siak Mulai Datang ke Riau
Jumat, 25 November 2022 - 20:56

5 Situs Download Film Gratis Sub Indo Terbaru, Pengganti Indoxx1 dan LK21!
Jumat, 25 November 2022 - 18:07

 Jatuh dari Jembatan, Pria Lansia Ini Ditemukan tidak Bernyawa
Jumat, 25 November 2022 - 17:57

Dokter: Penanganan Penyakit Jantung Harus Dilakukan di Hulu dan Hilir
Jumat, 25 November 2022 - 17:48

Tour de Siak Jadi Ajang Promosi Pariwisata Provinsi Riau ke Mancanegara
Jumat, 25 November 2022 - 15:43

UMP Riau 2023 Ditetapkan Naik 8,61 Persen, Jadi Rp 3.191.662
Jumat, 25 November 2022 - 15:37

Amplang Udang, Oleh-oleh khas Inhil
Jumat, 25 November 2022 - 13:38

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com