Home
Anwar Ibrahim Sudah Bikin 6 Gebrakan Baru: Tolak Gaji hingga Ogah Naik Mobil Dinas | Polda Riau Belum Tetapkan Tersangka Kredit Fiktif Rp1,8 Miliar BRK Syariah Capem Duri | Plt Kepala Dinas DPMPD Rohul Tegaskan, Pilkades Sialang Jaya Ditunda | Opening Ceremony Tour De Siak 2022 di Buka Ketua PB ISSI | Bupati Siak: Kendaraan Listrik Transportasi Masa Depan | Pascadeklarasi Anies, Elektabilitas Nasdem Naik 5,2 persen
Selasa, 29 November 2022
/ Ekbis / 06:10:41 / Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO /
Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO
Jumat, 23 September 2022 - 06:10:41 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Akademisi dari Universitas Indonesia, Eugenia Mardanugraha mengatakan pemerintah dapat menggunakan instrumen pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk mengendalikan volume ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

Menurut dia, penerapan Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk mengendalikan ekspor CPO selama ini justru menimbulkan risiko ketidakpastian dan inefisiensi perdagangan.

"Selama diterapkan, kebijakan non tariff barrier ini, justru membatasi volume ekspor dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dikatakannya, dampak dari diberlakukannya DMO dan DPO adalah turunnya ekspor produk sawit secara signifikan dan petani sawit mengalami kesulitan menjual tandan buah segar (TBS).

Kebijakan DMO, tambahnya, tidak dapat menurunkan harga minyak goreng, namun justru akan menurunkan ekspor CPO yang pada akhirnya menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Ketua Tim Peneliti LPEM UI ini menambahkan kenaikan harga minyak goreng selama ini bukan disebabkan oleh ketersediaan CPO di dalam negeri, namun karena terjadinya kenaikan harga CPO di market internasional. Naiknya migor juga dipengaruhi oleh kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang membuat produsen mengurangi suplai sehingga terjadi kelangkaan.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah dapat menggunakan instrumen pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk mengendalikan volume ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

“Hasil pungutan ekspor CPO dapat digunakan untuk melakukan subsidi minyak goreng sehingga harga terkendali,” katanya.

Senada dengan itu Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan untuk segera menghapus DMO dan DPO minyak sawit/CPO.

Menurut dia, kebijakan DMO dan DPO merupakan salah satu penyebab hancurnya harga TBS petani. Sehingga menurutnya Mendag tak perlu ragu dan berpikir lebih lama untuk penghapusan DMO dan DPO ini.

"Dengan dihapusnya DMO dan DPO, ke depannya cukup menggunakan instrumen BK dan PE," ujarnya.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Institute (PASPI), Tungkot Sipayung mengharapkan pemerintah bertahan pada mekanisme yang telah teruji selama ini yakni kombinasi antara PE dan BK karena kebijakan ini lebih menjamin hilirisasi dan peningkatan penggunaan konsumsi domestik baik untuk energi maupun makanan dan oleokimia.

"Misalnya, ketika harga internasional CPO naik, pemerintah tinggal menaikan pungutan ekspor, sehingga tidak perlu menunggu sampai minyak goreng menghilang dari pasar. Kalau harga CPO stabil, pungutan ekspor bisa baru diturunkan pelan-pelan," katanya.

Menurut dia, langkah pemerintah mengatasi kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng dengan melarang ekspor CPO merupakan kebijakan yang tidak tepat. Bongkar pasang kebijakan, selain menimbulkan ketidakpastian berusaha juga membuat resiko rawan akan pelanggaran.

Oleh karena itu, Tungkot menyatakan bahwa kebijakan DMO dan DPO tidak diperlukan lagi di Indonesia.

(ANTARA)


   
Hadir di Sidang Senat Terbuka Batam Tourism Polytechnic Ini Pesan Bupati Alfedri
Minggu, 27 November 2022 - 16:54

APBD 2023 Disahkan, Balai Kayang Segera Dituntaskan, Dua Ranperda Dalam Pembahasan
Minggu, 27 November 2022 - 16:50

 6 Fakta Banjir Bandang di Jeddah, Makin Sering Terjadi Sejak 13 Tahun Terakhir
Minggu, 27 November 2022 - 08:15

Diserempet Bus, Seorang Anak Tewas di Jembatan Layang Arengka
Minggu, 27 November 2022 - 08:00

Cara Membersihkan File Sampah Biar Laptop Gak Lemot
Minggu, 27 November 2022 - 07:18

Pengamat: Duet Prabowo-Erick Thohir di Pilpres akan Akomodasi Pemilih Lintas Segmen
Minggu, 27 November 2022 - 07:16

Pengamat Nilai Jokowi Isyaratkan Dukung Duet Prabowo-Ganjar
Sabtu, 26 November 2022 - 20:43

KAHMI Muda Deklarasi Erick Thohir sebagai Cawapres 2024
Sabtu, 26 November 2022 - 20:31

Agar Pergerakan Gajah Mudah Dipantau, HK Beli 2 Set Kalung GPS Tahun Ini
Sabtu, 26 November 2022 - 18:45

Beginilah Cara Membangun Ikatan Antara Orang Tua dan Buah Hati
Sabtu, 26 November 2022 - 18:35

5 Bencana Alam Terdahsyat di Dunia, Salah Satunya di Indonesia
Sabtu, 26 November 2022 - 18:08

Sedia Payung Sebelum Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Riau Hari Ini
Sabtu, 26 November 2022 - 10:03

Seorang Wanita Melahirkan Tiba-tiba Di Halaman Masjid Nabawi Madinah
Sabtu, 26 November 2022 - 06:53

Gubernur Syamsuar Minta Pemerintah Bangun RS Pusat di Riau
Sabtu, 26 November 2022 - 06:35

Bela Palestina, Sopir Taksi Qatar Usir Jurnalis Israel di Piala Dunia
Sabtu, 26 November 2022 - 06:32

Tindaklanjuti 84 Perusahaan Tanpa Izin HGU, Kejati Riau Tunggu Pembentukan Tim Terpadu
Sabtu, 26 November 2022 - 06:30

Kena Kasus Sodomi, Kenapa Anwar Ibrahim Tetap Banjir Dukungan Jadi PM?
Jumat, 25 November 2022 - 22:04

Siap-siap, 29 November Pebalap Tour de Siak Mulai Datang ke Riau
Jumat, 25 November 2022 - 20:56

5 Situs Download Film Gratis Sub Indo Terbaru, Pengganti Indoxx1 dan LK21!
Jumat, 25 November 2022 - 18:07

 Jatuh dari Jembatan, Pria Lansia Ini Ditemukan tidak Bernyawa
Jumat, 25 November 2022 - 17:57

Dokter: Penanganan Penyakit Jantung Harus Dilakukan di Hulu dan Hilir
Jumat, 25 November 2022 - 17:48

Tour de Siak Jadi Ajang Promosi Pariwisata Provinsi Riau ke Mancanegara
Jumat, 25 November 2022 - 15:43

UMP Riau 2023 Ditetapkan Naik 8,61 Persen, Jadi Rp 3.191.662
Jumat, 25 November 2022 - 15:37

Amplang Udang, Oleh-oleh khas Inhil
Jumat, 25 November 2022 - 13:38

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com