Home
Mahasiswa PCR Sukses Membuat Motor Listrik ala Jap Style | PSPS Riau Ganti Kursi Stadion Utama, Diperkirakan Capai Rp289 Juta | Dirjen PHU Kemenag RI: Saat Ini Sedang Dilakukan Mitigasi Pelaksanaan Haji Tahun Depan | Iven Sumatera Cup Prix Harap Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Siak | Hadiri Milad ke - 4 KBRC Siak, Alfedri: Semoga Makin Kompak | Kelompok Islam: Identitas Muslim Kashmir Dirusak oleh Pemerintah India
Senin, 26 09 2022
/ Riau Region / 05:47:28 / Riau Peringkat 9 Perceraian Tertinggi, Pengadilan Agama Pekanbaru: Perselisihan Jadi Faktor Utama /
Riau Peringkat 9 Perceraian Tertinggi, Pengadilan Agama Pekanbaru: Perselisihan Jadi Faktor Utama
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 05:47:28 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2021 Provinsi Riau menduduki peringkat sembilan secara nasional dengan tingkat perceraian tertinggi di Indonesia, yaitu sebanyak 12.722 kasus.

Humas Pengadilan Agama Pekanbaru Asfawi saat ditemui, Jumat, menjelaskan untuk di wilayah Pekanbaru sendiri sepanjang 2021 tercatat 1.756 perceraian yang telah diputuskan. Perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menjadi faktor utama penyebabnya.

Faktor tersebut sesuai pasal 19 huruf (f) PP Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam yaitu antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

"Perselisihan dan pertengkaran menjadi faktor terbanyak dengan total 1.542 kasus. Pemicunya bisa jadi suami tak bertanggungjawab," terang Asfawi saat dijumpai.

Lanjutnya, di Pekanbaru sendiri perkara perceraian banyakdiajukan oleh istri, atau disebut cerai gugat. Penyebabnya bermacam-macam, suami tak bertanggungjawab, meninggalkan istri, hingga faktor ekonomi.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Pekanbaru, selain perselisihan, meninggalkan salah satu pihak menjadi faktor kedua terbanyak penyebabnya perceraian, yaitu sebanyak 168 kasus. Disusul dengan faktor dihukum penjara 19 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga 7 kasus, kawin paksa 5 kasus, poligami 2 kasus, dan cacat badan 1 kasus.

Asfawi menilai, selama pandemi COVID-19 dua tahun belakangan angka perceraian memang lebih tinggi, namun tak mencatat perbedaan yang signifikan.

"Selama COVID-19 memang meningkat, entah karena PHK sehingga memburuknya perekonomian, tapi tak terlalu banyak. Sebelum pandemi perkaranya seperti itu juga. Jadi tak mencolok," tuturnya.

Disebutkannya, rentang usia suami istri yang bercerai pun beragam, yaitu 30 hingga 50 tahun. Tak banyak pasangan di bawah 20 tahun yang mengakhiri rumahtangganya.

"Paling banyak itu di usia 30 tahun ke atas. Yang baru menikah juga ada yang mengajukan perceraian, namun itu juga tak banyak," pungkas Asfawi.

Sebagai catatan, sejak Januari hingga Juli 2022 Pengadilan Agama Pekanbaru telah menangani 841 kasus perceraian. Serupa dengan tahun sebelumnya, perselisihan dan pertengkaran menjadi indikator tertinggi penyebab perceraian dengan 689 kasus.

(ANTARA)


   
Buka Sosialisasi P4GN Bupati Alfedri Terus Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba
Sabtu, 24 September 2022 - 09:45

Setiap Jum'at Bujang Kampung Mampu Tangani 500 Pengurusan
Sabtu, 24 September 2022 - 09:41

Gubernur BEM Fisip Unri Dituding Lakukan Pelecehan Seksual
Sabtu, 24 September 2022 - 09:36

Rocky Gerung Duga Anies Bakal Sering Dipanggil KPK Jelang Pilpres
Sabtu, 24 September 2022 - 09:31

Pengusaha Kecil Paling Menderita Usai Suku Bunga BI Naik
Sabtu, 24 September 2022 - 09:29

Kasus Stunting di Kampar Melonjak ke Angka 1.300 Anak
Sabtu, 24 September 2022 - 09:23

Marak Kekerasan Seksual Dalam Keluarga, Pakar: Ketidakharmonisan Keluarga Jadi Faktor Utama
Sabtu, 24 September 2022 - 09:20

Solusi Kelangkaan, Nelayan Rupat Diberi Akses Beli Biosolar ke SPBU Leguler
Sabtu, 24 September 2022 - 09:17

3 Tanda Orang Lelah Secara Mental, Kamu Perlu Menyadarinya!
Sabtu, 24 September 2022 - 08:58

PPWI Riau Gelar Wirid dan Bagikan Surat Yasin kepada Ibu-ibu
Jumat, 23 September 2022 - 19:37

Kapolres AKBP Pangucap Peletakan Batu Pertama Musholla Ar-Rohani Serta Peresmian Pendopo BBM
Jumat, 23 September 2022 - 13:07

Wakil Bupati Siak Husni Merza terima kunjungan FORPIMAWA
Jumat, 23 September 2022 - 09:10

Bupati Alfedri Terima Penghargaan WTP 10 Kali Berturut-turut Dari Menkeu
Jumat, 23 September 2022 - 07:26

Akademisi Sarankan Pemerintah Dapat Gunakan PE dan BK untuk Kendalikan Ekspor CPO
Jumat, 23 September 2022 - 06:10

KPK Tetapkan 10 Tersangka Suap, Termasuk Hakim Agung
Jumat, 23 September 2022 - 06:05

Harga CPO Semakin Kompetitif di Riau
Jumat, 23 September 2022 - 05:58

Tega, Ayah di Inhu Cabuli Anak Kandung Berulang Kali
Jumat, 23 September 2022 - 05:52

Tok! DPRD Riau Restui KUA-PPAS Perubahan APBD Riau 2022
Jumat, 23 September 2022 - 05:46

Suporter Rusuh! Dispora Minta Manajemen PSPS Riau Bertanggungjawab
Jumat, 23 September 2022 - 05:44

Power of Emak-emak di Riau, Selamat Setelah Duel dengan Buaya
Jumat, 23 September 2022 - 05:38

Ingat, OJK Sebut Pinjol Hanya Boleh Minta Akses Camilan
Jumat, 23 September 2022 - 05:34

Ratusan Nelayan di Dumai Kekurangan Stok BBM Subsidi, DKP Riau Kirim Surat ke Pusat
Rabu, 21 September 2022 - 20:15

Pembangunan Jalan Sungai Jering-Kari Kuansing akan Tuntas Tahun 2023
Rabu, 21 September 2022 - 20:10

Ingin Beli Rumah untuk Investasi? Pahami Dulu Hal Penting Berikut Ini
Rabu, 21 September 2022 - 20:07

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com