Home
Kesehatan Masyarakat Kabupaten Siak Ini Juga Bagian Dari Tanggung Jawab Kami | Pondok Dirusak PT Palma Satu, Warga Ngadu ke Kades Penyaguan | Mantab, Anggota DPRD Siak Ini Melakukan Aksi Penyambungan Usus Tirta Elisabeth Br.Siregar | Bupati Alfedri Sampaikan Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak | Bukan karena Covid-19, Sri Lanka Lockdown Warganya Gara-gara Kehabisan BBM | Rizal Ramli: Pemerintah Mau Tiru Sistem Otoriter Ala China dengan Draft RKUHP
Sabtu, 02 Juli 2022
/ Peristiwa / 10:39:00 / Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia! /
Deretan Virus yang Mulai Bermunculan Setelah Covid-19, Jadi Ancaman Dunia!
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:39:00 WIB

RIAUTRUST.COM - Virus Covid-19 sudah menyebar di dunia hingga menjadi pandemi selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Selama periode waktu tersebut, penyebaran virus corona di berbagai negara sendiri cukup beragam.

Sejumlah negara seperti Indonesia sudah mulai berhasil menekan penyebaran kasus. Namun, ada juga negara yang sedang mulai merasakan krisis pandemi virus corona saat ini, seperti yang terjadi di Korea Utara.

Meski banyak negara perlahan berhasil meredakan kasus Covid-19 berkat protokol kesehatan hingga vaksin, namun dunia kini dihadapkan dengan ancaman baru. Sejumlah virus baru mulai bermunculan dan kembali menjajah beberapa negara.

Apa saja? Berikut Suara.com rangkum 4 virus yang bermunculan setelah Covid-19.

1. Flu Singapura

Flu Singapura menjadi perbincangan di berbagai media sosial. Flu Singapura ini mudah menyerang dan menular pada anak-anak yang berusia 5 hingga 10 tahun, meskipun dari kabar yang beredar, flu ini juga bisa menjangkiti orang dewasa.

Flu Singapura merupakan penyakit yang diakibatkan karena infeksi virus bernama Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6, yaitu jenis virus yang termasuk kelompok Enterovirus 71.

Gejala awal yang paling sering muncul adalah timbulnya sariawan di mulut, hingga luka lepuh di kulit. Dalam istilah media, kondisi tersebut disebut sebagai penyakit tangan, kaki, dan mulut. (hand, foot, and mouth disease).

Gejala lain yang akan dialami penderita saat terkena virus tersebut adalah demam, sakit tenggorokan, sariawan yang terasa nyeri di lidah atau gusi dan bagian dalam pipi, hilangnya nafsu makan, ruam merah yang tidak terasa gatal, terkadang disertai lepuhan di telapak tangan, kaki dan bokong, rewel, nyeri perut, dan batuk.

2. Hepatitis Akut Misterius

Hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya ini sempat menggemparkan dunia. Hepatitis akut juga menyebar di Indonesia, dan dikabarkan beberapa anak meninggal dunia akibat terserang hepatitis akut.

Penyakit ini menyerang anak dengan rentan usia 1 hingga 16 tahun. Gejala yang biasanya muncul jika terkena penyakit ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan menurunnya kesadaran.

Penyebab dari hepatitis akut ini yakni infeksi yang disebabkan oleh virus dan non infeksi. Di mana hal ini diakibatkan karena berlebihan dalam mengkonsumsi alkohol serta obat-obatan dalam jumlah yang banyak dengan rentan waktu yang cukup lama.

Ratusan kasus hepatitis akut yang bermula di Inggris ini bahkan sempat dideklarasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebagai kejadian luar biasa.

3. Virus Hendra

Virus Hendra juga disebut-sebut sebagai ancaman baru setelah Covid-19 dan hepatitis akut yang sempat menggemparkan dunia. Virus Hendra sendiri merupakan penyakit yang menular ke manusia melalui hewan, tepatnya kelelawar spesies tertentu, dan masuk ke dalam golongan penyakit zoonosis.

Virus ini juga kabarnya mirip dengan virus Nipah. Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra.

Kuda dapat terinfeksi penyakit ini setelah terpapar virus dalam urine kelelawar pemakan buah, yang sudah lebih dulu terinfeksi.

Gejala yang muncul akibat dari virus ini antara lain demam, pembengkakan di bagian wajah, bibir dan leher, rasa depresi, ataxia, mengalami paralisis pada muka, disorientasi, terlalu sensitif saat didekati, infeksi saluran pernapasan, muncul lendir ingus yang disertai dengan darah, encephalitis akut, bahkan menimbulkan kematian.

4. Cacar Monyet

Virus ini bukan pertama kalinya terdeteksi, tetapi merupakan penyakit langka. Cacar monyet atau monkeypox kembali menyebar ke Amerika Serikat, dan menurut para ahli, kemungkinan cacar monyet menyebabkan pandemi lain di masa depan.

Cacar monyet termasuk dalam keluarga yang sama dengan cacar air. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit mirip cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian.

Gejala yang biasanya muncul ketika seseorang terkena infeksi virus monkeypox ini antara lain demam, sakit kepala kronis, nyeri otot, sakit punggung, panas dingin, dingin dan batuk, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.


Suara.com


   
Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten Siak Pantas Diapresiasi
Senin, 27 Juni 2022 - 22:27

Horeee... Gaji ke-13 ASN Riau Cair Bulan Juli
Senin, 27 Juni 2022 - 21:56

Bobol Rekening Nasabah Rp5 Miliar, Oknum Pegawai Bank Diciduk Polda Riau
Senin, 27 Juni 2022 - 21:53

Penerima BLT di Siak Ada yang Punya Mobil dan Rumah Besar, Kok Bisa?
Senin, 27 Juni 2022 - 21:45

Pemkab Siak Fokus Data Pegawai Honorer Ikut Seleksi PPPK
Senin, 27 Juni 2022 - 21:38

Serahkan Jaminan Kematian, Bupati Alfedri: Semoga Program Ini Terus Berlanjut
Senin, 27 Juni 2022 - 21:30

Hadiri Wisuda Ponpes Daarun Nahdhah Thawalib Kampar,
Bupati Siak Alfedri Sebut Banyak Santri Jadi Tokoh Penting Bangsa.
Senin, 27 Juni 2022 - 09:14

UIN Suska Riau Terima 5.600 Mahasiswa Baru di 2022, Berikut Jalur Masuknya
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:06

Lawatan ke Riau, Jusuf Kalla Sempatkan Jenguk Rusli Zainal di Lapas
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:03

Banyak Kendaraan Non BM di Riau, Jalan Rusak Pajak Tidak Dapat
Minggu, 26 Juni 2022 - 06:53

Gubri: Kembalikan Fungsi Masjid Seperti Zaman Rasulullah
Minggu, 26 Juni 2022 - 06:46

5 Jamaah Haji Riau Batal Berangkat, Ini Alasannya
Minggu, 26 Juni 2022 - 06:43

Turunkan Angka Stunting Tinggal 14 Hingga 2024, Ini yang Dilakukan Pemkab Siak
Sabtu, 25 Juni 2022 - 22:41

Adab Menjelang Tidur Menurut Imam Al Ghazali
Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:15

Jika Dibutuhkan, Tahun Ini Pemprov Riau Hapuskan Denda Pajak Kendaraan
Sabtu, 25 Juni 2022 - 07:07

Kondisi Sudah Terpuruk, Ini Permintaan Petani Sawit kepada Presiden Jokowi
Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:52

Kejar Peneriman Pajak Truk Non-BM, Legislator Riau Sarankan Ini
Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:41

Sedang Mencuci Pompong, Sulaiman Tewas Diterkam Buaya
Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:33

Pendaftaran Mahasiswa Jalur Mandiri UNRI Hingga 27 Juni 2022 SMMPTN
Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:27

Strategi Pemkab Siak Menekan Stunting, Berikut Langkah-Langkah yang Dilakukan
Jumat, 24 Juni 2022 - 22:14

Sekda Arfan Usman Tutup Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Tualang
Jumat, 24 Juni 2022 - 15:13

Dekranasda Jalin Kerjasama dengan SMAN 1 Siak Tentang Penjualan Assesoris Sunting dan Batik
Jumat, 24 Juni 2022 - 15:04

Wabub Indra Gunawan Lepas Keberangkatan JCH Rohul dengan Penuh Doa dan Harapan
Kamis, 23 Juni 2022 - 21:51

Tim Kejari dan Buser Polres Rohul Sergap Buronan Perkara Pembunuhan Dusun Sei Emas Desa Kepenuhan
Kamis, 23 Juni 2022 - 20:42

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com