Home
Bersama Alumni, SMUN 1 Tembilahan Hulu Gelar Workshop E- Learning | Hj Zulaikhah Wardan Hadiri Pembentukan IPPNU Kecamatan Mandah | Bupati Inhil Hadiri Rapat Paripurna Ke-22 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020 DPRD Inhil | Pemkab Inhil Terima Kedatangan Tim Daehan E n C Co.Ltd. dari Korea Selatan | Bupati Inhil Berikan Penghargaan Kepada Kapolres Berhasil Ungkap Kasus Narkotika Jenis Shabu 50 Kg | Peringati HUT ke- 70, Sat Pol Air Polres Siak Bersihkan Fasilitas Umum Di Tepian Sungai Siak
Rabu, 25 November 2020
/ Nasional / 15:09:03 / Kecewa dengan Respons Jokowi, Mahasiswa Ancam Aksi Lagi /
Kecewa dengan Respons Jokowi, Mahasiswa Ancam Aksi Lagi
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:09:03 WIB

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. Ancaman itu disampaikan karena perwakilan BEM SI kecewa dengan respons Presiden Joko Widodo.

Mahasiswa kecewa karena Jokowi lebih memilih kunjungan kerja dibandingkan menemui rakyat. Bahkan massa aksi dihadapkan dengan aparat kepolisian yang tak segan melakukan tindakan represif.

"Kami BEM SI menegaskan bahwa eskalasi gerakan yang akan dibangun tidak hanya terbatas kemarin saja, tapi narasi perjuangan penolakan akan terus kami gaungkan sampai UU Cipta Kerja dicabut," kata Koordinator BEM SI Remy Hastian lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (10/10).

Remy belum mau menyebut jadwal dan sekala aksi unjuk rasa lanjutan. Namun ia memastikan tak akan menuruti imbauan Jokowi dengan menempuh jalur uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Dia menjelaskan aksi besar-besaran tak hanya memprotes materi dalam undang-undang. Namun, Remy menegaskan, rakyat bergerak karena ketidakbenaran

"Meminta rakyat untuk melakukan uji materi ke MK di tengah nyatanya penolakan dari berbagai elemen adalah sebuah bukti bahwa Presiden tidak mengakomodir kepentingan rakyat, melainkan hanya memuluskan kepentingan sebagian pihak yang diuntungkan oleh UU tersebut," tandasnya.

Remy berkata mahasiswa dan elemen masyarakat lain meminta Jokowi segera mencabut undang-undang tersebut. Sebab, sikap rakyat sudah jelas tak menginginkan keberadaan undang-undang itu.

"Dengan adanya penolakan dengan dibuktikan adanya aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia, seharusnya Presiden mengambil sikap dengan membatalkan UU Cipta Kerja karena ia memiliki kewenangan besar dalam hal tersebut," ujar Remy.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa digelar rakyat di sejumlah daerah setelah pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Senin (5/10). Di DKI Jakarta, aksi besar-besaran dihelat pada Kamis (8/10).

Massa berkumpul di sejumlah titik sekitar Istana Kepresidenan, yaitu Harmoni, Gambir, Tugu Tani, MH Thamrin, dan Patung Arjunawiwaha. Saat rakyat ingin menyampaikan aspirasi, Jokowi justru melakukan perjalanan dinas. Aksi berujung bentrok setelah aparat kepolisian melancarkan tindakan represif.
(CNN Indonesia )


   
 
Bangga dan Haru, Anak Seorang Penjaga Sekolah di Siak Riau Lulus Jadi Polisi
Sabtu, 21 November 2020 - 06:44

HKI Optimis Tol Pekanbaru-Bangkinang Beroperasi Tahun Depan
Jumat, 20 November 2020 - 15:13

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan Meresmikan Gedung Poliklinik Polres Inhil
Jumat, 20 November 2020 - 14:56

Kemuliaan Sedekah Di Hari Jumat
Jumat, 20 November 2020 - 14:46

Calon Jemaah Umrah dan Haji Dapat Prioritas Vaksin Corona
Kamis, 19 November 2020 - 16:41

Gara-gara Pembangunan Kanal Bloking BRG Tanpa Izin, Kebun Warga Riau Terendam Banjir
Kamis, 19 November 2020 - 16:37

Astaga! Hari Ini Riau Tambah 688 Kasus
Kamis, 19 November 2020 - 16:34

Tiga Kali Gagal Lelang, KMP Tasik Gemilang Terancam Jadi Besi Tua
Kamis, 19 November 2020 - 16:16

Bupati Wardan Membuka Pelatihan Kader PKK Kabupaten Inhil Tahun 2020
Kamis, 19 November 2020 - 16:05

Bakti Sosial di Tembilahan Serahkan Kunci Rumah
Kamis, 19 November 2020 - 15:51

Asisten lll Jamaluddin Buka Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair)
Kamis, 19 November 2020 - 15:45

Syaiful Amri Kembali Terima Bantuan Rumah Yatim
Kamis, 19 November 2020 - 08:17

Gratis, Ditresnarkoba Polda Riau Lakukan Test Narkoba DiLingkup Tenaga Kerja
Kamis, 19 November 2020 - 08:13

Participating Interest 10 Persen dari usaha Hulu Migas, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Rabu, 18 November 2020 - 20:15

LSM Penjara Berencana Laporkan Penggunaan Ijazah Paket C Oleh Epi Sintong
Rabu, 18 November 2020 - 09:45

Ini Kriteria Guru Honorer yang Dapat Rp1,8 Juta dari Kemendikbud
Rabu, 18 November 2020 - 09:41

Bersaing Dengan Minyak Nabati, Harga Sawit Riau Turun
Rabu, 18 November 2020 - 09:25

Kota Dumai Belum Berencana Buka Kelas Tatap Muka
Rabu, 18 November 2020 - 09:16

Arfan Usman Berharap Kedepannya Muzaki Semakin Bertambah
Selasa, 17 November 2020 - 19:32

Sat Polair Polres Siak Gelar Donor Darah Dalam Rangka Memperingati HUT Polairud ke-70
Selasa, 17 November 2020 - 19:28

Sempena HUT ke-70, Sat Polair Polres Inhil Gelar Donor Darah
Selasa, 17 November 2020 - 19:22

DPRD Riau Gelar Paripurna Bahas Penyampaian Usulan dan Peresmian Calon Pengganti Pimpinan
Senin, 16 November 2020 - 21:26

Polda Riau Gulung Sindikat Narkoba Bersenjata, 7 Senjata, 3Kg Sabu dan 9 Tersangka Diamankan
Senin, 16 November 2020 - 22:01

DR.H.Ferryandi Pimpin Rapat Paripurna KUA PPAS APBD Inhil 2021
Senin, 16 November 2020 - 21:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com