Home
Bos WhatsApp Blak-blakan soal Ribut Pindah ke Telegram-Signal | Pembayaran Gaji ASN Pemko Pekanbaru Diproses Manual | Ragam Kabinet Biden, Kulit Hitam hingga Keturunan Palestina | Hari Ke-2 Monitoring PTM, Sekda Siak Arfan Usman Kunjungi SMA N 1 Siak | Ketua DPRD Dukung Program PWI Inhil Periode 2020-2023 | Antisipasi Banjir, Karhutla dan Kesiapan Keputusan MK, Polres Inhu Gelar Apel
Rabu, 20 Januari 2021
/ Peristiwa / 14:25:03 / Buron Kasus Korupsi Pipa Transmisi di Inhil, Plt Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap /
Buron Kasus Korupsi Pipa Transmisi di Inhil, Plt Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:25:03 WIB

PEKANBARU - Berakhir sudah pelarian Plt Bupati Bengkalis nonaktif, Muhammad. Ia ditangkap tim Polda Riau setelah lima bulan jadi buronan kasus dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Kombes Pol Andri Sudarmadi, mengatakan, pihaknya sudah menahan Muhammad.

"Buronan (Muhammad) sudah kita tahan Jumat (7/8/2020) di Mapolda Riau," kata Andri, Ahad (9/8/2020) malam.

Andri mengatakan, selama jadi buronan pada awal Maret 2020, Muhammad selalu berpindah dari satu tempat ke tempat. Dari Pekanbaru, Muhammad kabur ke Jakarta. Setelah terendus, ia kabur ke Bandung, Jawa Barat.

"Di sana, yang bersangkutan berganti tempat dari hotel ke hotel, hingga akhirnya ke Muaro Jambi, Jambi," kata Andri.

Muhammad menjadi buronan ketika masih menjabat sebagai Plt Bupati, menggantikan Bupati Amril Mukminin yang ditahan oleh KPK. Sejak Februari 2020, Muhammad mengendalikan Pemerintahan Kabupaten Bengkalis dari tempat persembunyiannya.

Akhirnya keluar Surat Keputusan Gubernur Riau terkait Pengangkatan Sekda Bengkalis, Bustami HY selaku Pelaksana Harian (Plh) pada 11 Maret 2020.

Sebelumnya ditetapkan sebagai buronan, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau sudah tiga kali memanggil Muhammad. Panggilan pertama, 3 Februari 2020, Muhammad tidak hadir.

Penyidik melayangkan pemanggilan kedua terhadap Muhammad. Ia juga tidak hadir dan minta penundaan jadwal pemeriksaan pada 25 Februari 2020. Ketika itu, ia beralasan akan melaksanakan pernikahan putri kandungnya untuk diperiksa tanggal 25 Februari 2020.

"Namun ketika jadwal penundaan, tersangka juga tidak hadir. Setelah dicek di kantor Bupati Bengkalis, rumah dinas, rumah pribadi, tersangka tidak ditemukan dan telah melarikan diri," tutur Andri.

Setelah menghilang, ia tiba-tiba mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Namun permohonan itu ditolak hakim Yudisilen. Hakim menyatakan, penetapan Muhammad sebagai tersangka sudah sesuai prosedur dan perlu dibuktikan di persidangan.

Muhammad kemudian ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) awal Maret 2020. Langkah itu dilakukan karena Muhammad tidak kooperatif memanggil panggilan penyidik.

Saat proyek pipa transmisi dilaksanakan, Muhammad menjabat sebagai bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pengguna Anggaran, SF Harianto. Proyek dianggarkan di Dinas PU Riau dengan senilai Rp3.828.770.000.

Dalam perkara ini, sudah ada tiga pesakitan lainnya yang dijerat. Mereka adalah Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sabar Stevanus P Simalonga, Direktur PT Panatori Raja selaku pihak rekanan dan Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas. Ketiganya sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Ada dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengerjaan proyek itu bersumber dari APBD Provinsi Riau TA 2013 itu. Di antaranya, pipa yang terpasang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dipersyaratkan dalam kontrak. Lalu, tidak membuat shop drawing dan membuat laporan hasil pekerjaan.

Kemudian, tidak dibuat program mutu, tidak melaksanakan disinfeksi (pembersihan pipa), tidak melaksanakan pengetesan pipa setiap 200 meter. Selanjutnya, pekerjaan lebar dan dalam galian tidak sesuai kontrak, serta penyimpangan pemasangan pipa yang melewati dasar sungai.

Adapun perbuatan melawan hukum yang dilakukan Muhammad adalah menyetujui dan menandatangani berita acara pembayaran, surat perintah membayar (SPM), kwitansi, surat pernyataan kelengkapan dana yang faktanya mengetahui terdapat dokumen yang tidak sah, serta tidak dapat dipergunakan untuk kelengkapan pembayaran.

Selanjutnya, menerbitkan dan tandatangani SPM. Meski telah telah diberitahukan oleh Edi Mufti, jika dokumen seperti laporan harian, mingguan dan bulanan yang menjadi lampiran kelengkapan permintaan pembayaran belum lengkap.

Dia juga menandatangi dokumen PHO yang tidak benar dengan alasan khilaf. Perbuatan itu mengakibatkan kerugian sebesar Rp.2.639.090.623.

(CAKAPLAH)


   
 
Meterai 3.000 dan 6.000 Masih Bisa Digunakan hingga 31 Desember 2021
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:36

Inna Lillahi Wa Inna Iliaihi Rajiun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:29

5 Tokoh Riau yang Diusulkan Vaksinasi Covid-19 Tidak Hadir, Ini Nama-nama dan Alasannya...
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:25

DKPP Berhentikan Arief Budiman dari Jabatan Ketua KPU
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:21

Parlemen AS Setuju Pemakzulan Trump, Lanjut ke Sidang Senat
Kamis, 14 Januari 2021 - 15:11

Sore dan Dini Hari Nanti Sebagian Riau akan Diguyur Hujan
Kamis, 14 Januari 2021 - 14:58

Silahturahmi Dengan BPDASHL KLHK, PWI Riau Akan Punya Hutan Komunitas Pertama di Indonesia
Kamis, 14 Januari 2021 - 14:42

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Awal Tahun, Polres Inhil Lakukan Spraying Disinfektan
Kamis, 14 Januari 2021 - 14:29

Asisten I Bersama Kepala BPN Siak Berikan Penyuluhan PTSL di Dua Kampung Tualang
Rabu, 13 Januari 2021 - 10:35

Pemkab Siak Serahkan 21 Sertifikat Taskin di Kampung Teluk Rimba
Rabu, 13 Januari 2021 - 10:31

Kapolda Riau Menerima Penghargaan Dari Siber Riau Award
Rabu, 13 Januari 2021 - 08:30

Karena Rok, Siswi Muslim di Inggris Dipulangkan Berkali-Kali
Rabu, 13 Januari 2021 - 08:19

Vaksin Diprioritaskan untuk Warga yang Belum Terpapar Covid
Rabu, 13 Januari 2021 - 08:07

Alasan HP Hingga Laptop Harus Dimatikan Saat di Pesawat
Rabu, 13 Januari 2021 - 08:00

Ini 10 Tokoh Daerah Pekanbaru yang Akan Divaksin Pertama Kali
Rabu, 13 Januari 2021 - 07:34

Kota Dumai dan Jejak Caltex
Rabu, 13 Januari 2021 - 07:15

4 Tanda Ini Bukti Allah SWT Murka kepada Seorang Hamba
Selasa, 12 Januari 2021 - 08:48

Variolasi, Embrio Vaksinasi Ottoman Islam Inspirasi Eropa
Selasa, 12 Januari 2021 - 08:35

Ahli Ungkap Keamanan Vaksin Sinovac RI Efikasi 65,3 Persen
Selasa, 12 Januari 2021 - 08:28

KPK Yakin Harun Masiku Masih Hidup
Senin, 11 Januari 2021 - 09:57

Mulai Tahun Ini Anak Sekolah Dapat BLT Rp3,4 Juta, Buruan Cek Syaratnya-syaratnya
Senin, 11 Januari 2021 - 09:45

Bantuan Bahan Pokok Rumah Yatim untuk Bapak Senen, Lansia Prasejahtera Riau
Senin, 11 Januari 2021 - 09:22

Tim MER-C Datangi Polda Metro Cek Kesehatan Rizieq Shihab
Minggu, 10 Januari 2021 - 09:33

TIPS TEKNOLOGI
Cara Tampak Offline di WhatsApp Meski Lagi Buka Aplikasi
Minggu, 10 Januari 2021 - 09:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com