Home
Pakar Bantah Mendagri Tito soal Covid-19 Bisa Melemah Sendiri | Buron Kasus Korupsi Pipa Transmisi di Inhil, Plt Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap | Sore dan Dini Hari Nanti Sebagian Riau akan Diguyur Hujan | Soal Sekolah di Zona Kuning Boleh Belajar Tatap Muka, Gubri: Ragu Kami | Gubernur Riau Perintahkan OPD Segera Laksanakan Tender Kegiatan | Gubri dan Komisi II DPRD Riau Gelar Pertemuan Bahas Lahan Perkebunan di Provinsi Riau
Selasa, 11 08 2020
/ Politik / 10:45:53 / Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa /
Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45:53 WIB

JAKARTA - Director Center for Media and Democracy LP3ES Wijayanto menilai aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah di depan menterinya menunjukkan kekuasaan politiknya yang semakin melemah. Padahal, Jokowi masih bisa menunjukkan kekuatannya tanpa harus memperlihatkan emosinya secara terbuka.

Wijayanto mengungkapkan, aksi marah-marah Jokowi tidak mewakili prinsip Jawa yang mengedepankan kehalusan rasa. Menurut kutipan para ahli, semakin kuat seorang manusia Jawa, maka dia akan semakin halus dalam mengolah rasanya.

"Dia akan semakin damai dalam batinnya, yang akan terpencar dalam perilaku lair-nya," ungkap Wijayanto saat memaparkan dalam sebuah diskusi yang disiarkan langsung melalui YouTube LP3ES Jakarta, Senin (6/7/2020).

Sebagai pemimpin yang berasal dari Jawa, Wijayanto menilai seharusnya Jokowi tidak perlu memperlihatkan kekesalannya terhadap menteri yang membuatnya kecewa. Bersikap tenang dan langsung kepada keputusannya menurut ia lebih menunjukkan kekuatan Jokowi sebagai pemimpin.

"Dia (bisa) cukup tersenyum kepada menterinya yang dia nilai enggak bagus kinerjanya lalu dengan baik-baik mengatakan, maaf, anda kinerjanya buruk jadi saya reshuffle misanya atau bahkan tidak perlu mengatakan itu," ujarnya.

Wijayanto pun berusaha memberikan contoh sosok yang bisa merefleksikan manusia Jawa nan kuat, yakni Presiden ke-2 RI Soeharto. Pemimpin yang dikenal sebagai The Smiling General itu bisa menunjukkan kekuatannya hanya dengan sikap sederhana.

Ia mengajak kembali pada ingatan ketika Soeharto membredel Harian Kompas karena dianggap terlalu kritis terhadap pemerintahannya pada 1978. Saat itu Soeharto hanya tersenyum kepada salah satu pendiri Kompas, Jakob Oetama dan berkata "ojo meneh-meneh". Hanya tiga kata, tetapi membuat Jakob mengingatnya hingga puluhan tahun

"Singkat saja, lirih, tapi itu terngiang-ngiang di telinga Jakob Oetama sampai 2015 ketika Kompas ulang tahun ke-50," ungkapnya.

Wijayanto mengatakan publik hampir tidak pernah melihat Soeharto marah-marah di depan publik seperti apa yang dilakukan Jokowi. Justru kalau tokoh yang dijuluki Bapak Pembangunan itu menunjukkan emosinya, maka ia telah menunjukkan kelemahan.

"Karena dalam budaya Jawa ketika seseorang tidak bisa mengontrol kata-katanya, intonasinya maka itu refleksi bahwa dia sudah lemah kekuasannya," pungkasnya.

(Suara.com)


   
 
95 Paket Bantuan Terdampak Covid 19 Diserahkan kepada Perempuan, Anak, dan Lansia di Siak
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:56

Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:45

Paling Realistis Buat Marc Marquez di MotoGP 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:38

19 Penambahan COVID-19 Siak, Terbanyak dari klaster Subkontraktor PT IKPP Perawang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:32

Pemkam Laksamana, Kapolsek Sabak Auh, Babinsa Berserta Petugas Penanganan Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:23

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pesisir Selatan Sumbar
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:29

Honda Tunjuk Pembalap Pengganti, Marc Marquez Resmi Absen Balapan MotoGP Republik Ceska
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:18

Sejumlah Proyek PUPR Pekanbaru Jadi Temuan BPK
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:16

Aparat Gabungan Laksanakan Pengawasan di Lokasi Rumah Pasien COVID-19 di Siak
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:09

Dalam Situasi Covid-19 Bupati Siak Bersama Petani Melakukan Panen Raya
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:04

Pondok Pesantren Kembali Di Buka, Ini Pesan Alfedri Tentang Penyebaran Covid-19
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:03

Budi Yuwono: 9 orang Terkonfirmasi Positif Covid 19, dua Orang Sembuh
Rabu, 05 Agustus 2020 - 06:55

KPK Periksa Kadis dan Mantan Kadis LHK Riau terkait Suap Alih Fungsi Hutan
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:28

Riset: Orang Indonesia Lebih Religius Dibandingkan Negara Lain
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:20

WHO Sebut Dampak Pandemi Virus Corona Bakal Sampai Puluhan Tahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:14

Polres Inhu Akhirnya Berhasil Ringkus Pembunuh Gajah Di Kelayang
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:06

16 Warga Riau Terkonfirmasi Positif COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri, Begini Syaratnya
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:02

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:55

Refly Harun Sebut Kasus Harun Masiku Lebih Bahaya Dibanding Djoko Tjandra
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:50

Gubri Tanam 2.020 Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:46

Gelar Swab Massal, Kantor Pusat Bank Riau Kepri Tutup Sementara
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:45

Didesak Evaluasi Kadiskes M Noer, Begini Respon Walikota Pekanbaru
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:36

Pengurus Golkar Siak dan Rohil Masih Dualisme, Musda Tunggu Putusan Mahkamah Partai
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:16

Hewan qurban Kabupaten siak berjumlah 1924 ekor
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:13

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com