Home
Pakar Bantah Mendagri Tito soal Covid-19 Bisa Melemah Sendiri | Buron Kasus Korupsi Pipa Transmisi di Inhil, Plt Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap | Sore dan Dini Hari Nanti Sebagian Riau akan Diguyur Hujan | Soal Sekolah di Zona Kuning Boleh Belajar Tatap Muka, Gubri: Ragu Kami | Gubernur Riau Perintahkan OPD Segera Laksanakan Tender Kegiatan | Gubri dan Komisi II DPRD Riau Gelar Pertemuan Bahas Lahan Perkebunan di Provinsi Riau
Selasa, 11 08 2020
/ Politik / 14:56:11 / Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI /
Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat karena Isu PKI
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56:11 WIB

JAKARTA - Pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono mengenai isu PKI menuai kontroversi. Pasalnya, dalam wawancara yang ditayangkan dalam akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Arief menyebut isu PKI tak pernah ada dan hanya digaungkan kelompok 'kadrun' yang tak ingin adanya perdamaian dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

"(Isu PKI) enggak ada cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu sebenarnya untuk melegitimasi Mas Jokowi yang selalu dituduh seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh seperti itu cuma muncul di era Pak Jokowi, dulu di era SBY enggak ada. Di zaman Mega (Megawati Soekarnoputri) enggak ada ini kan aneh," kata Arief yang dikutip di akun youtube saat mengawali pandangannya mengenai kebangkitan PKI, Sabtu (20/6).

Kemudian, Arief menyinggung satu kelompok yang disebut sebagai 'kadrun'. Kelompok itu, menurutnya, sebagai pihak yang mengangkat isu PKI selama ini.

"Yang (angkat isu kebangkitan PKI) pasti ini adalah kadrun-kadrun. Yang kedua mungkin orang-orang yang menginginkan tidak adanya perdamaian di Indonesia yang selalu ingin mengacau, yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," ucapnya.

Pernyataan Arief membuat petinggi partai Gerindra berang. Juru Bicara Gerindra Habiburokhman menegaskan pernyataan yang disampaikan Arief Poyuono tidak mewakili suara partai. Bahkan, kata dia, Arief sudah lama tak diizinkan untuk menyampaikan pernyataan mengatasnamakan Gerindra.
"Saya perlu tegaskan bahwa statement tersebut sama sekali tidak mewakili Gerindra dan tidak mengatasnamakan Gerindra. Beliau Pak Arief Puyouno juga sudah lama tidak diperkenankan berbicara mengatasnamakan Gerindra," tegas Habibukrokhman dalam akun twitternya.

Habibukrohman pun mengatakan Arief akan segera mendapatkan sanksi dari Majelis Kehormatan partai atas pernyataannya itu. Arief akan segera dipanggil Majelis Kehormatan Partai.

"Sanksi untuk Arief Poyuono akan diproses dan diputus secara internal di Majelis Kehormatan DPP. Secara pribadi saya akan panggil dan nasihati dia hari ini agar menyadari kesalahannya," ucap Habiburokhman.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut Dewan Kehormatan Partai berencana akan memanggil Arief pada Selasa (23/6). Dia mengatakan pernyataan Arief soal isu kebangkitan PKI sangat merugikan dan dikhawatirkan dapat merusak citra partai yang diketuai Prabowo Subianto itu.

"Pak Arief sudah berulang kali yang bersangkutan bikin pernyataan yang meresahkan merugikan partai, persepsi publik kepada partai padahal kita harus sesuai dengan AD/ART, aturan dan arahan pimpinan partai. Jika punya kesalahan atau laporan tentang kita, tentu Mahkamah Kehormatan Partai lakukan pemanggilan ke kita," kata dia kepada kumparan, Sabtu (20/6).

Belakangan, Arief mengaku dirinya enggan memenuhi panggilan Majelis Kehormatan Partai karena menganggap pernyataannya adalah fakta. Menanggapi itu, Andre mengatakan apabila Arief tak kooperatif, sebaiknya Mahkamah Kehormatan memberikan sanksi pemecatan.

"Menurut saya ini seakan tidak mau ikut aturan partai, kalau begitu, saya usulkan kalau tidak kooperatif beri sanksi pemecatan saja. Sekali lagi apa pun keputusan domain Mahkamah Kehormatan Partai, sebagai kader wajib kalau taat patuh kepada partai wajib penuhi undangan partai. Baik merasa salah ataupun tidak, wajib datang jelaskan," tutur dia.

"Hidup berpartai harus ikut AD/ART aturan partai bukan gue, gue, lu, lu. Kalau mau aturan sendiri enggak ikut partai, lebih baik berikan sanksi tegas karena ini meresahkan," tegas Andre.

[Kumparan]


   
 
95 Paket Bantuan Terdampak Covid 19 Diserahkan kepada Perempuan, Anak, dan Lansia di Siak
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:56

Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:45

Paling Realistis Buat Marc Marquez di MotoGP 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:38

19 Penambahan COVID-19 Siak, Terbanyak dari klaster Subkontraktor PT IKPP Perawang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:32

Pemkam Laksamana, Kapolsek Sabak Auh, Babinsa Berserta Petugas Penanganan Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:23

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pesisir Selatan Sumbar
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:29

Honda Tunjuk Pembalap Pengganti, Marc Marquez Resmi Absen Balapan MotoGP Republik Ceska
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:18

Sejumlah Proyek PUPR Pekanbaru Jadi Temuan BPK
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:16

Aparat Gabungan Laksanakan Pengawasan di Lokasi Rumah Pasien COVID-19 di Siak
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:09

Dalam Situasi Covid-19 Bupati Siak Bersama Petani Melakukan Panen Raya
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:04

Pondok Pesantren Kembali Di Buka, Ini Pesan Alfedri Tentang Penyebaran Covid-19
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:03

Budi Yuwono: 9 orang Terkonfirmasi Positif Covid 19, dua Orang Sembuh
Rabu, 05 Agustus 2020 - 06:55

KPK Periksa Kadis dan Mantan Kadis LHK Riau terkait Suap Alih Fungsi Hutan
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:28

Riset: Orang Indonesia Lebih Religius Dibandingkan Negara Lain
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:20

WHO Sebut Dampak Pandemi Virus Corona Bakal Sampai Puluhan Tahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:14

Polres Inhu Akhirnya Berhasil Ringkus Pembunuh Gajah Di Kelayang
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:06

16 Warga Riau Terkonfirmasi Positif COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri, Begini Syaratnya
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:02

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:55

Refly Harun Sebut Kasus Harun Masiku Lebih Bahaya Dibanding Djoko Tjandra
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:50

Gubri Tanam 2.020 Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:46

Gelar Swab Massal, Kantor Pusat Bank Riau Kepri Tutup Sementara
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:45

Didesak Evaluasi Kadiskes M Noer, Begini Respon Walikota Pekanbaru
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:36

Pengurus Golkar Siak dan Rohil Masih Dualisme, Musda Tunggu Putusan Mahkamah Partai
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:16

Hewan qurban Kabupaten siak berjumlah 1924 ekor
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:13

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com