Home
Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Hari Ini | Pengumuman! Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun | Tiga Pasang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Teken Fakta integritas Protokol Kesehatan | Hadiri Pelantikan DPC Granat, Bupati H Sukiman Dukung Pembarantasan Narkoba Rohul | Pengamat: Praktik Politik Uang Telah Lama Dimulai Internal Parpol | Pemprov Riau Jemput SK Pj dan Pjs Bupati ke Kemendagri, Sabtu Pelantikan
Jum'at, 25 09 2020
/ Politik / 14:29:54 / PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona /
PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29:54 WIB

JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung kondisi new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut Mardani, pernyataan itu mencerminkan ketidakjelasan langkah yang ditempuh Jokowi dalam menangani pandemi virus corona.

"Cermin ketidakjelasan langkah penanganan corona," kata Mardani lewat pesan singkat.

Mardani menilai terdapat jeda antara diskursus di pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, baik dari sisi waktu dan muatan saat ini.

Dalam pandangan Mardani, melontarkan wacana new normal di tengah perjuangan masyarakat dan pemerintah daerah melawan pandemi virus corona adalah langkah yang membingungkan.

Kebingungan itu dianggap Mardani sama seperti dengan ketidakjelasan pemerintah yang memberikan izin bagi masyarakat untuk menggunakan pesawat terbang saat ini.

"Sama bingungnya dengan ketidakjelasan larangan mudik dengan izin bepergian pakai pesawat terbang. Hentikan usaha merepotkan dan memberatkan pemerintah daerah dan masyarakat," ucap Mardani.

Senada dengan Mardani, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto ikut mengkritik pernyataan Jokowi yang menyinggung soal new normal.

Demokrat meminta Jokowi melengkapi informasi terkait pandemi virus corona di Indonesia secara utuh lebih dahulu sebelum membuat keputusan baru.

"Itulah yang seharusnya dilakukan Indonesia, dilakukan oleh presiden. Sebaiknya, Presiden mengumpulkan data dan informasi yang utuh dan bisa dipertanggungjawabkan sebelum membuat pernyataan," tutur Didik.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyatakan bahwa seorang presiden harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik karena harus terang, jernih, dan tidak boleh bertentangan satu sama lain agar tidak membingungkan masyarakat.

Idealnya, kata Didik, pernyataan seorang presiden dilandasi sebuah kajian dan analisa yang terukur, mendalam, serta bisa dipertanggungjawabkan dan mengandung nilai edukasi yang berbasis ilmu.

"Ingat, perkataan presiden itu bisa dianggap titah atau bahkan untuk keadaan tertentu bisa diartikulasikan sebagai sabdo pandito ratu yang akan diikuti oleh rakyat, tidak boleh mencla-mencle atau tidak bisa dipegang dan dipertanggungjawbkan," ujar Didik.

Didik menuturkan, langkah yang seharusnya dilakukan saat ini adalah mengendalikan penyebaran virus corona dan menolong masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.

Menurut Didik, langkah itu sangat bisa untuk dilakukan dengan segala fasilitas sudah dimiliki oleh pemerintah, khususnya Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang sudah disahkan menjadi UU oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

Dengan kedisiplinan Didik yakin pengendalian virus bisa dilakukan, seperti di negara lain bahkan di beberapa daerah di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan, misalnya, sudah mulai melandai.

Didik menyebut Jokowi baru bisa menyatakan Indonesia memulai tatanan baru setelah pengendalian dilakukan dan grafik penularan menurun.

Menurutnya, tatanan baru itu bukan berdampingan dengan bahaya atau bukan mempertaruhkan nyawa masyarakat dengan virus corona yang sangat berbahaya.

"Tatanan baru itu yang tepat adalah penyesuaian kehidupan sebagai dampak corona yang telah mempengaruhi sendi ekonomi dan kehidupan termasuk kehidupan sosial, politik, budaya, pertahanan dan keamanan, dan itu dilakukan setelah Covid-19 dinilai bisa dikendalikan," kata Didik.

Dia pun berharap pernyataan Jokowi soal new normal bukan untuk mengingkari tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya. Bukan pula bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi.

"Pemerintah termasuk di dalamnya para menteri dan pembantu presiden, idealnya adalah orang-orang pinunjul atau mempunyai kelebihan, kalau mereka dianggap hebat di kala kondisi normal, itu standar sekali," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi menyinggung kondisi new normal di tengah pandemi virus corona. Ia menyebut masyarakat akan bisa kembali beraktivitas seperti biasa, namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Jokowi mengatakan pemerintah akan mengatur agar kehidupan kembali berjalan normal, sambil memantau perkembangan penyebaran virus corona. Ia memastikan pemerintah tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru," kata Jokowi dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (15/5).


[Cnnindonesia.com]


   
 
Resmikan Pustu Kampung Lalang, Bupati Alfedri: Kesehatan Pilar Pembangunan
Selasa, 22 September 2020 - 06:10

Plt Camat Rakit Kulim Terjun Ke Pasar Rakyat Desa Kelayang Imbau Warga Patuhi Prokes Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 08:33

Masih Ada Waktu, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9
Senin, 21 September 2020 - 08:21

Berakhirnya Perjalanan Pelaku Curanmor di Posko Gugus Tugas Covid-19 Koto Gasib
Senin, 21 September 2020 - 08:17

Direncanakan Sejak Lama, 4 Pemegang Saham Setuju PT BSP Bangun Gedung 6 Lantai Tahun Depan
Senin, 21 September 2020 - 08:08

Tak Ada Opsi Penundaan Pilkada, Pemerintah Perketat Protokol
Senin, 21 September 2020 - 07:57

Polres Siak Ringkus Pengedar Narkotika di Sungai Apit Kabupaten Siak
Senin, 21 September 2020 - 07:48

Hadiri Duduk Baselo di Kampung Sungai Berbari, Ini Pesan Bupati Alfedri kepada Generasi Muda
Senin, 21 September 2020 - 07:38

Hadiri Duduk Baselo di Kampung Sungai Berbari, Ini Pesan Bupati Alfedri kepada Generasi Muda
Senin, 21 September 2020 - 07:38

Dapat Bisikan Gaib, Pria Ini Lempar Masjid Agung Al-Huda Tembilahan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:30

Plh Bupati Bengkalis Minta Pengembangan Wisata Mangrove Lebih Ditingkatkan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:24

Pilkada Riau 2020 di Tengah Pandemi,
Pemkab Siak - Pemprov Riau Gelar Rakor Virtual Penegakan Hukum Protokol Kesehatan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:14

Alfedri : Program KB untuk Keluarga Bahagia Sejahtera Dunia Akhirat
Sabtu, 19 September 2020 - 09:01

Dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65, Satlantas Polres Siak Gelar Baksos
Sabtu, 19 September 2020 - 08:53

106 ASN Pemprov Riau Terkonfirmasi Positif Covid-19, Terbanyak di Inspektorat dan RSUD
Jumat, 18 September 2020 - 17:01

Dua Anggota DPRD Pekanbaru dan Ajudan Dikabarkan Positif Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:57

Anggota DPRD Riau Terkonfirmasi Covid-19 Kembali Bertambah
Jumat, 18 September 2020 - 16:52

Usai Demo di Kantor Gubernur, Ratusan Pendemo Bergeser ke Kejati Riau
Jumat, 18 September 2020 - 16:48

Sosok H Hamulian-M Sahril Topan di Mata Aktifis dan Masyarakat Rohul
Jumat, 18 September 2020 - 16:39

Bupati Siak Siak Pimpin Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan 2020
Kamis, 17 September 2020 - 20:44

Cegah COVID-19, Bupati Alfedri Minta Perusahaan Jalani Protokol Kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 20:37

Alfedri Lantik dua Anggota Bapekam, Ini Pesannya
Kamis, 17 September 2020 - 20:33

Lantik Forum Kadus se Bungaraya, Ini Pesan Alfedri
Kamis, 17 September 2020 - 20:26

Enam Ranperda Disetujui Paripurna DPRD, Bupati Alfedri Ucapkan Terimakasih
Selasa, 15 September 2020 - 20:35

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com