Home
Hadiri Peresmian Tol Pekanbaru - Dumai, Sekda Arfan Harap Perekonomian akan Terus Berkembang | Bupati Alfedri, Komoditas Ubi Racun Layak di Kembangkan Karena Bernila Jual | Tol Pekanbaru - Bangkinang Ditarget Selesai 2021 | Truk Fuso Tabrak Rumah Berisi Satu Keluarga yang Sedang Tertidur Pulas, Satu Tewas | Masrul Kasmy Jadi Pjs Bupati, Masyarakat Rohul Merasa tak Dipandang Pemprov Riau | Radiologi, Bupati Alfedri Sebut, Tes Swab Bisa Dilakukan di Rumah Sakit Tipe D Tualang
Sabtu, 26 09 2020
/ Mozaik / 08:08:24 / Penjelasan MUI Jika Muslim Tak Salat Jumat 3 Kali Saat Corona /
Penjelasan MUI Jika Muslim Tak Salat Jumat 3 Kali Saat Corona
Jumat, 03 April 2020 - 08:08:24 WIB

JAKARTA - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan pria muslim yang menggugurkan kewajiban salat Jumat tiga kali berturut-turut di kala pandemi virus corona (Covid-19) tak lantas digolongkan kafir jika muslim bersangkutan menggantinya dengan melaksanakan salat zuhur di rumah.

Pria muslim yang tidak salat Jumat untuk menghindari wabah penyakit itu mengalami udzhur syar'i atau segala halangan sesuai kaidah syariat Islam yang menyebabkan seseorang boleh untuk tidak melakukan kewajiban atau boleh menggantikan kewajiban itu dengan kewajiban lain.

"Menurut pandangan para ulama fikih (ilmu hukum agama) udzhur syar'i untuk tidak salat Jumat antara lain karena sakit atau karena khawatir mendapatkan sakit. Nah, dalam kondisi ketika berkumpul dan berkerumun itu diduga kuat akan terkena wabah atau menularkan penyakit, maka itu menjadi udzhur untuk tidak Jumatan (salat Jumat)," demikian keterangan Asrorun, Kamis (2/4) malam seperti dikutip dari Antara.

Sementara, pria muslim yang meninggalkan salat Jumat karena meremehkan atau mengingkari kewajiban Jumat tiga kali berturut-turut sebagaimana dinukil dari hadis sahih bisa dikategorikan kafir.

"Perlu disampaikan bahwa hadis yang menyatakan kalau tidak salat Jumat selama tiga kali berturut-turut dihukumi kafir itu, jika mereka ingkar pada kewajiban Jumat," tutur pria yang juga Dosen Pascasarjana Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Asrorun mengatakan ada juga pria muslim yang tidak salat Jumat karena malas. Mungkin pria muslim itu meyakini kewajiban Jumat, kata Asrorun, tapi tidak melakukannya  sebab malas tanpa adanya udzhur syar'i. Ganjarannya, sambung Asrosun, pria muslim itu berdosa atau 'ashin (melakukan maksiat).

"Jika tidak Jumatan tiga kali berturut tanpa udzhur, Allah juga mengunci mati hatinya," kata dia.

Sebelumnya, MUI Pusat telah mengeluarkan fatwa bagi seseorang yang berada di kawasan yang potensi penularan wabah Covid-19 tinggi atau sangat tinggi, dibolehkan mengganti salat Jumat dengan salat zuhur di rumah.

Fatwa itu dikeluarkan karena hingga kini pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan karena potensi penularan dan tingkat risiko penyebarannya masih tinggi.

"Karena itu, udzhur untuk meninggalkan salat Jumat masih ada," tegas Asrorun.

Asrorun lalu mengutip kitab Asna al-Mathalib yang menyebutkan orang yang terjangkit wabah lepra dan penyakit menular lainnya dicegah untuk berjamaah ke Masjid dan sholat Jumat, juga bercampur dengan orang-orang yang sehat.

Ia juga menyebut dalam kitab al-Inshaf yang menyatakan udzhur yang dibolehkan meninggalkan shalat Jumat dan jamaah adalah orang yang sakit.

"Hal itu tidak ada perbedaan pandangan di kalangan ulama. Termasuk udzhur juga, apabila yang dibolehkan meninggalkan salat Jumat dan jemaah karena takut terkena penyakit," kata Asrorun merujuk pada kitab-kitab tersebut.

Oleh karena itu, kata dia, dapat disimpulkan bahwa kondisi wabah Covid-19 menjadikan udzhur bagi pria muslim untuk tidak Jumatan. Pasalnya, saat wabah itu ada yang sakit, ada yang khawatir akan sakitnya, khawatir menularkan penyakit ke orang lain, serta ada orang yang khawatir tertular penyakit dari orang lain.

"Selama masih ada udzhur, maka masih tetap boleh tidak Jumatan. Dan baginya tidak dosa. Kewajibannya adalah mengganti dengan shalat zuhur," kata Asrorun.

Selain sakit, ada beberapa udzhur syar'i lain yang dibolehkan meninggalkan Jumat. Beberapa di antaranya hujan deras yang menghalangi menuju masjid, lalu karena adanya kekhawatiran akan keselamatan diri, keluarga, atau harta. Alasan-alasan tersebut juga membuat seseorang dibolehkan tidak salat Jumat asal mengganti kewajibannya dengan salat zuhur.

Di satu sisi, pengurus Masjid Istiqlal telah menyatakan memperpanjang masa tak menggelar salat jumat hingga 19 April 2020 demi menekan penularan virus corona.

"Enggak ada [salat Jumat]. [diperpanjang] sampai 19 April," kata Kepala Bagian Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/3) malam.

Pengurus Masjid Istiqlal sendiri sudah tak menggelar ibadah salat Jumat selama dua pekan sebelumnya yakni pada 19 Maret 2020 dan 26 Maret 2020 lalu. Keputusan itu berdasarkan instruksi dari Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, yang merujuk kepada Keputusan Gubernur DKI Jakarta untuk menekan penularan virus corona.

Diketahui pula sejak penularan Covid-19 meluas, dari yang semula episentrum di Jakarta, tempat-tempat ibadah berbagai agama di Indonesia pun ditutup sehingga para jemaah atau umat agama tersebut dianjurkan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

(Antara)


   
 
Pimpin Pengamanan, Kapolres Siak: Jangan Ada Keragu-raguan Utamakan Keselamatan
Kamis, 24 September 2020 - 15:56

Bupati Alfedri : Gedung Puskesmas Baru, Pelayanan Kesehatan Juga Harus Meningkat
Kamis, 24 September 2020 - 15:51

Siak Cetak Sejarah Ponpes Hadist Pertama di Riau..
Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar Santri Darul Hadist Sultan Yahya
Selasa, 22 September 2020 - 06:42

IWO Siak bagikan 500 Masker kepada Masyarakat
Selasa, 22 September 2020 - 06:38

Paripurna Tanggapan Bupati Terhadap Pandangan Umum 8 Fraksi DPRD Tentang RAPBD-P 2020
Selasa, 22 September 2020 - 06:33

Kapolres Inhil Pimpin Anggotanya Ikuti Baksos Donor Darah yang Diselenggarakan Kodim 0314/Inhil
Selasa, 22 September 2020 - 06:27

Warga Heboh, Honorer Staf Kantor Camat Kelayang Dimakamkan Dengan Prokes Covid-19
Selasa, 22 September 2020 - 06:22

Kapolda Riau Turun Tangan Periksa Penanganan Pasien Covid-19
Selasa, 22 September 2020 - 06:19

Resmikan Taman Syarifah Sembilan, Bupati Alfedri Terkenang Masa Lalu Di Sungai Apit
Selasa, 22 September 2020 - 06:14

Resmikan Pustu Kampung Lalang, Bupati Alfedri: Kesehatan Pilar Pembangunan
Selasa, 22 September 2020 - 06:10

Plt Camat Rakit Kulim Terjun Ke Pasar Rakyat Desa Kelayang Imbau Warga Patuhi Prokes Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 08:33

Masih Ada Waktu, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9
Senin, 21 September 2020 - 08:21

Berakhirnya Perjalanan Pelaku Curanmor di Posko Gugus Tugas Covid-19 Koto Gasib
Senin, 21 September 2020 - 08:17

Direncanakan Sejak Lama, 4 Pemegang Saham Setuju PT BSP Bangun Gedung 6 Lantai Tahun Depan
Senin, 21 September 2020 - 08:08

Tak Ada Opsi Penundaan Pilkada, Pemerintah Perketat Protokol
Senin, 21 September 2020 - 07:57

Polres Siak Ringkus Pengedar Narkotika di Sungai Apit Kabupaten Siak
Senin, 21 September 2020 - 07:48

Hadiri Duduk Baselo di Kampung Sungai Berbari, Ini Pesan Bupati Alfedri kepada Generasi Muda
Senin, 21 September 2020 - 07:38

Hadiri Duduk Baselo di Kampung Sungai Berbari, Ini Pesan Bupati Alfedri kepada Generasi Muda
Senin, 21 September 2020 - 07:38

Dapat Bisikan Gaib, Pria Ini Lempar Masjid Agung Al-Huda Tembilahan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:30

Plh Bupati Bengkalis Minta Pengembangan Wisata Mangrove Lebih Ditingkatkan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:24

Pilkada Riau 2020 di Tengah Pandemi,
Pemkab Siak - Pemprov Riau Gelar Rakor Virtual Penegakan Hukum Protokol Kesehatan
Sabtu, 19 September 2020 - 09:14

Alfedri : Program KB untuk Keluarga Bahagia Sejahtera Dunia Akhirat
Sabtu, 19 September 2020 - 09:01

Dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65, Satlantas Polres Siak Gelar Baksos
Sabtu, 19 September 2020 - 08:53

106 ASN Pemprov Riau Terkonfirmasi Positif Covid-19, Terbanyak di Inspektorat dan RSUD
Jumat, 18 September 2020 - 17:01

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com