Home
Diduga Hina Jokowi soal Corona, Buruh di Kepri Ditangkap | Bantuan Puluhan Unit Westafel Portable Dengan Kapasitas 500 Liter Diterima Polres Inhu | Pemko Pekanbaru Diminta Siapkan Anggaran untuk Tiga Bulan Jika Terapkan PSBB | Anggaran Penanganan Covid-19 Capai Rp150 Juta Perdesa, Ini Kegunaannya | Untuk Sementara Inhu Aman Dari Covid-19, Stok Sembako Aman Untuk 3 Bulan Kedepan | Diterima Bupati Alfedri Secara Simbolis, BRI Siak Salurkan Bantuan Wastafel Portable Untuk Masyaraka
Kamis, 09 April 2020
/ Nasional / 09:05:55 / Sederet Dampak 'Ngeri Jika Indonesia Lockdown /
Sederet Dampak 'Ngeri Jika Indonesia Lockdown
Senin, 23 Maret 2020 - 09:05:55 WIB

JAKARTA - Indonesia tak mengambil kebijakan lockdown untuk mengantisipasi virus corona. Pemerintah lebih memilih kebijakan social distancing atau pembatasan sosial.

Terkait hal itu, patut diketahui jika lockdown memiliki sejumlah dampak 'ngeri' jika diterapkan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, dari sisi penanganan, lockdown memang dianggap lebih cepat. Tetapi, lockdown memberi dampak yang besar khususnya di ekonomi.

Dia mengatakan, jika lockdown artinya tidak ada kegiatan ekonomi alias ekonomi lumpuh.

"Kalau diri sisi penanganan memang sisi positifnya tentunya penanganan Covid-nya lebih cepat kalau kita lockdown, tapi di sisi lain dampak ekonominya lebih besar dibandingkan social distancing seperti saat ini, karena kalau lockdown kegiatan ekonomi lumpuh sama sekali, nggak ada aktivitas," katanya, Ahad (22/3/2020).

Dia mengatakan, jika lockdown yang buka hanya layanan kesehatan serta beberapa instansi pemerintah saja.

Josua melanjutkan, ekonomi juga terganggu, karena saat ini 60-70 persen pekerja di Indonesia merupakan pekerja informal. Mereka kebanyakan memperoleh pendapatan secara harian.

"Saat lockdown akan ada pertanyaan mereka mendapat pendapatan dari mana, kalau tidak bekerja nggak dapat makanan. Perputaran pendapatan dia setiap hari, kalau lockdown akan terkena dampak signifikan sekali," jelasnya.

Lockdown, kata dia, juga akan mengganggu distribusi barang dan jasa. Barang dan jasa yang terganggu akan menimbulkan panic buying.

Lanjutnya, pendapatan yang terganggu ditambah dengan pasokan barang yang terhambat berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Harga-harga kalau terjadi panic buying inflasi juga. Makanya saya pikir dampak ekonominya cukup besar," ujarnya.

"Kemarin Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) sempat ngomong kalau kondisi seperti sekarang ini kita masih bisa tumbuh 4%. Kalau misalkan Covid berkepanjangan dan lockdown pertumbuhan kita bisa di bawah 4%," sambungnya.

Sementara, Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, insentif apapun yang diberikan pemerintah tidak akan efektif jika corona tidak bisa diatasi.

"Insentif apapun dalam kondisi masyarakat cemas, pelaku ekonomi cemas maka sebenarnya tidak akan efektif. Kenapa, karena sungguh pun macam-macam pelonggaran kredit, restukturisasi tapi data fakta pasien bertambah, yang meninggal bertambah itu nggak bisa dibantah juga," katanya.

"Sejauh itu tidak menunjukkan perkembangan yang berarti sebetulnya ekonomi, yang punya duit banyak wait and see atau mindahin ke aset lain, yang lainnya jual-jual aja di bursa saham itu yang terjadi," tutupnya.

Sumber     :     detik.com

   
 
Tanggap Covid-19, Diskominfo, Babinsa Dan Lurah Lipat Kain Sambangi Pasar Lipat Kain
Selasa, 07 April 2020 - 20:29

Pantau Pergerakan ODP, Pemkab Siak Bersiap Manfaatkan Teknologi Aplikasi Berbasis GPS
Selasa, 07 April 2020 - 20:25

Hasil Rapid Test Pasien Terindikasi Covid-19 di Inhil Reaktif
Selasa, 07 April 2020 - 07:25

Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19
Selasa, 07 April 2020 - 07:21

PDP Bertambah, Bupati Wardan Minta Masyarakat Tenang
Selasa, 07 April 2020 - 07:16

Bupati Tinjau Rencana Lokasi Isolasi di Taman Rekreasi Stanum
Selasa, 07 April 2020 - 07:13

Pimpinan dan Anggota DPRD Inhil Bantu Rp 50 Juta Untuk Penanganan Covid 19
Selasa, 07 April 2020 - 07:05

1.521 Napi di Riau Sudah Dibebaskan
Selasa, 07 April 2020 - 06:41

Kejati Riau Awasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
Selasa, 07 April 2020 - 06:38

Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Akan Beroperasi Bulan Ini
Selasa, 07 April 2020 - 06:29

Cegah Penularan Corona, Gubri Imbau Masyarakat Gunakan Masker
Selasa, 07 April 2020 - 06:25

87 PDP di Riau Dinyatakan Sehat dan Dipulangkan
Selasa, 07 April 2020 - 06:22

Okupansi Hotel di Pekanbaru Terus Anjlok, Sudah Enam Hotel Tutup
Senin, 06 April 2020 - 07:29

Wapres Ekuador Minta Maaf Banyak Jenazah Terlantar di Jalanan
Senin, 06 April 2020 - 07:25

Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak
Senin, 06 April 2020 - 07:17

AS Memasuki Pekan Mengerikan, Mayat-mayat Korban Corona Ditumpuk dalam Kantong Oranye
Senin, 06 April 2020 - 06:58

Waspada Covid-19, Layanan Pernikahan di Pekanbaru Tutup Sementara
Senin, 06 April 2020 - 06:43

Pasein Terifeksi Covid-19 di Rohul Membaik, Bupati Sampaikan Apresiasi Kepada Tim Medis
Senin, 06 April 2020 - 06:29

Gunakan Mobil Pengeras Suara Diskominfo Sosialisasi Bahaya Corona ke Desa-desa
Senin, 06 April 2020 - 06:15

Di Tengah Bahaya Covid-19, Warga Rohul Dilanda Banjir
Senin, 06 April 2020 - 06:04

Pasien Positif Covid-19 di Riau Bertambah 1 Orang, Total Jadi 11 Kasus
Senin, 06 April 2020 - 05:59

Diduga Terjangkit Corona, Warga Sumbar Meninggal Usai Perjalanan dari Tembilahan
Senin, 06 April 2020 - 05:47

17 Dokter di Indonesia Gugur Selama Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya
Minggu, 05 April 2020 - 07:21

Sunaryo Sebut TKI yang Dipulangkan Melalui Riau Harus Dikarantina 2 Minggu
Minggu, 05 April 2020 - 07:17

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com