Home
Serahakan 1.281 Sertifikat PTSL, Ini Pesan Bupati Kepada Masyarakat | Bupati Alfedri Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Program KUR | Massa Anti-RUU HIP dan RUU Ciptaker Akan Demo DPR Hari Ini | 1.357 Mahasiswa Miskin di Riau Sudah Dapat Bansos Pendidikan | Rilis Dua Lagu Sekaligus Karya Chossypratama, Atthahirah Gadis Sumsel Siap Melejit | HWK SUMBAR Rilis Lagu "Senyuman Terindah" untuk Semangati Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19
Kamis, 16 Juli 2020
/ Peristiwa / 05:54:38 / Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19? /
Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19?
Jumat, 20 Maret 2020 - 05:54:38 WIB

JAKARTA – Sejumlah peneliti di berbagai negara kini terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk COVID-19. Sebelumnya, peneliti Israel disebut tengah melakukan sejumlah riset untuk menghasilkan vaksin tersebut.
 
Terbaru, China juga telah memulai percobaan klinis pada vaksin virus corona atau COVID-19. Vaksin ini dikembangkan oleh para peneliti yang dipimpin oleh seorang ahli biowarfare. Administrasi Produk Medis Nasional sebelumnya telah menyetujui tes untuk vaksin COVID-19 pertama di negara itu, yang dibuat oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

“Kami adalah komunitas masa depan bersama bagi umat manusia, dan vaksin adalah salah satu senjata ilmiah dan teknologi paling kuat untuk mengakhiri epidemi virus corona baru,” kata Chen Wei, pakar biowarfare militer terkemuka yang memimpin tim.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, Indonesia saat ini juga sedang mengejar untuk membuat vaksin. Ia memaparkan bahwa dalam kondisi pandemik seperti ini, tidak boleh bergantung dengan vaksin dari luar negeri.

Dalam hitung-hitungannya, untuk mencegah penularan paling tidak dibutuhkan minimum 50 persen imunisasi dari total penduduk Indonesia untuk menciptakan blanket imunity. Artinya, paling tidak sebanyak 130 juta penduduk Indonesia harus mendapatkan vaksin. Setiap orangnya paling tidak harus divaksin sebanyak dua kali atau 260 juta dosis vaksin.

"Kalau satu dosisnya USD1 atau USD10  tinggal dihitung 260 juta itu bisa puluhan triliun. Kalau punya kemampuan sendiri bisa meng-cover dengan lebih murah," kata dia.

Lebih lanjut, Amin juga menjelaskan pada masa pandemi seperti ini setiap negara akan lebih mengutamakan kebutuhan vaksin untuk warga negaranya. Sehingga mereka akan lebih memilih untuk menyimpan vaksin tersebut. Jika dijual harga yang beredar juga bisa sangat mahal.

"Itu tidak practical, Indonesia harus bisa membuat vaksin sendiri, dan itu sudah kita mulai. Apa yang harus dilakukan, betul-betul bisa menciptakan herd imunity yang bisa menghentikan laju penyebaran virus," lanjut dia. [viva]

   
 
OJK Masih Dalami Rekam Jejak Calon Komut dan Direksi BRK
Sabtu, 11 Juli 2020 - 06:13

Hari Ini, Empat Pasangan Calon Bupati akan Terima SK dari Golkar
Sabtu, 11 Juli 2020 - 06:08

Bupati Siak Serahkan 254 Sertifikat Hak Milik Tanah Program PTSL kepada masyarakat Sabak Auh
Jumat, 10 Juli 2020 - 07:23

Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Lanjutan MIN 1 Siak Sabak Auh
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:57

Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:40

Cuti Panjang Setelah Dilantik, Mulyadi Pertanyakan Keseriusan M Noer Jadi Kadiskes
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:36

Tingkat Kesembuhan Pasien Postif di Riau Capai 90,8 Persen
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:24

Hari Ini Pengadilan Turki Putuskan Hagia Sophia Tetap Museum atau Diubah Jadi Masjid
Jumat, 10 Juli 2020 - 06:15

WHO Ulas Laporan Penelitian Virus Corona Menular Lewat Udara
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:14

Wacana Penurunan Ambang Batas Pencalonan Presiden Mencuat
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:07

Apa Itu Redenominasi Rupiah? Sri Mulyani Gagas Mata Uang Rp1.000 Jadi Rp 1
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:59

Tren Penularan Covid 19 di Riau Menurun
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:42

Chossypratama Gandeng Nadya, Model Cantik dari Bali
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:33

Glenn Pratama Garap Versi Terbaru Lagu Poetri Karya Chossypratama
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:22

Pengamat Bandingkan Amarah Jokowi dengan Senyum Soeharto dalam Politik Jawa
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45

Hari Ini Terakhir Pendaftaran, Disdik Pekanbaru:Banyak yang Salah Paham Tentang Sistem Zonasi
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:39

Sempat Kabur, Pasien ODGJ di Dumai Negatif Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:31

Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:27

Relawan Covid-19 Mahasiswa Unri Gelar Pelatihan Membuat Handsanitizer kepada Masyarakat Siak
Minggu, 05 Juli 2020 - 16:57

Tim Gugus Covid-19 Siak Masih Tetap Lakukan Pengecekan dan Himbauan pada Masyarakat
Jumat, 03 Juli 2020 - 22:18

Peduli Covid Karyawan PT BOB Salurkan Bantuan
Jumat, 03 Juli 2020 - 21:55

Tak Ingin Siak Menjadi Penyumbang Positif Covid-19, Warga Disarankan Jangan Buat Hajatan
Selasa, 30 Juni 2020 - 06:43

Bupati Siak Ingatkan Warga Jangan Keliru Pahami New Normal
Senin, 29 Juni 2020 - 06:39

Pemkab Siak Maksimalkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum dan Wisata
Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:32

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com