Home
17 Dokter di Indonesia Gugur Selama Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya | Sunaryo Sebut TKI yang Dipulangkan Melalui Riau Harus Dikarantina 2 Minggu | Iuran Bulanan Sekolah Tetap Bayar Selama Libur Covid-19, Ini Saran DPRD Pekanbaru | Tokoh Muda Ini Ingatkan Gubernur Riau Jangan Terlalu Banyak Seremonial | Melesat, Suzuki XL7 Runner Up di Februari 2020, Asapi HR-V dan Terios | Wagubri Minta Bupati Kampar Jaga Jalur Masuk ke Riau 24 Jam
Senin, 06 April 2020
/ Nasional / 08:44:52 / 78 WNI di Kapal Pesiar Negatif Virus Corona, Tapi Positif Masuk Angin /
78 WNI di Kapal Pesiar Negatif Virus Corona, Tapi Positif Masuk Angin
Senin, 17 Februari 2020 - 08:44:52 WIB

JAKARTA - Sebanyak 78 WNI yang berada dalam kapal pesiar Diamond Princess yang kini dikarantina di Jepang dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona. Tapi mereka positif masuk angin.

Salah satu WNI yang bekerja di kapal itu berbicara kepada ABC Indonesia soal kesehariannya, termasuk kekhawatirannya.

Kru bernama Sasa ini mulai bekerja di kapal pesiar Diamond Princess awal November 2019. Dia tadinya ragu untuk memberikan informasi tentang kondisi di dalam kapal.

"Mohon maaf, Sasa belum berani memberi informasi karena masa karantina kita belum selesai," katanya kepada Hellena Souisa dari ABC.

Namun akhirnya, dia bersedia menceritakan keseharian dan perasaannya selama menjalani karantina di atas kapal.

Bekerja seperti biasa walau khawatir

"Kami bekerja seperti biasa. Hanya saja semua penumpang tidak diperbolehkan ke luar dari kamar mereka, kecuali yang kamarnya tidak berjendela," ujar Sasa.

Meski diperbolehkan ke luar kamar, menurut Sasa, ada batas waktu untuk para penumpang ini.

Sasa yang bekerja di restoran kapal tersebut mengaku, ia bekerja seperti biasa dengan melayani para penumpang melalui telepon dan mengantarkan makanan ke kamar mereka.

Inilah yang membuat Sasa sedikit khawatir akan kesehatannya sendiri.

"Kami para WNI ini harus bekerja di lingkungan orang-orang yang positif terinfeksi Corona," katanya.

"Bahkan setelah orang-orang yang terinfeksi dipindahkan ke rumah sakit, kita masih belum tahu apakah penumpang yang lain atau kru yang belum diperiksa kesehatannya, betul-betul sehat atau tidak."

"Apalagi, sudah mulai ada orang yang dinyatakan positif Corona walaupun tidak mengalami gejala tersebut," tutur Sasa.

Kru kapal belum diperiksa

Pemeriksaan kesehatan memang diprioritaskan untuk para penumpang.

"Kami semua kru belum diperiksa. Sekarang masih banyak penumpang yang harus diperiksa. Para penumpang terlebih dahulu, dan kru belum," jelasnya.

"Jadi hanya orang yang mengalami gejala terinfeksi Corona dan demam tinggi saja yang diperiksa, selebihnya kru belum diperiksa," tambahnya.

Namun, Sasa menceritakan bahwa para kru dibekali termometer untuk mengukur suhu tubuh mereka setiap hari.

"Kalau suhu tubuh kami di atas 37 derajat celcius, kami diharuskan melapor," tambahnya.

Keterangan Sasa sejalan dengan pengakuan kru kapal lainnya asal India.

Binay Kumar Sarkar, yang bekerja di dapur kapal Diamond Princess mengatakan bahwa kru kapal diberi masker dan sarung tangan untuk mencegah penyebaran penyakit, serta termometer untuk memonitor suhu badan.

Dalam video yang dibagikan melalui akun Facebook miliknya, Binay juga mengatakan bahwa ia dan kru asal India lainnya belum ada yang diperiksa atau dites virus Corona.

Pemerintah Jepang sendiri hanya bisa mengetes sekitar 300 sampel per hari.

Dengan jumlah total 3.600 orang di atas kapal pesiar tersebut, memeriksa semua orang di sana bukan pilihan yang realistis karena keterbatasan kapasitas.

Sebelumnya, Direktur Pemantauan dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI Vensya Sitohang mengaku 78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess sudah dinyatakan sehat.

"Untuk WNI 78 di Diamond sudah dinyatakan sehat dan hasilnya negatif. Tentunya mereka sudah selesai masa observasi, sehingga harusnya tak ada lagi perlakuan khusus buat merekanya," kata Vensya di Kantor Staf Presiden, Rabu (12/2/2020).

Vensya menambahkan, para WNI itu akan diberi kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card saat dipulangkan ke Indonesia.

Cairan penangkal masuk angin dan mi instan

Untuk memenuhi permintaan para WNI di atas Diamond Princess, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo Rabu (12/02) lalu mengantarkan cairan penangkal dan pereda masuk angin, mi instan, dan Vitamin C.

Barang-barang tersebut diantar ke petugas pelabuhan di Yokohama untuk disampaikan ke para WNI.

Akun twitter KBRI Tokyo menyebut, para WNI menyambut kiriman tersebut yang "meskipun tidak cukup banyak, namun cukup menghibur."

Dimulai dari satu penumpang yang terinfeksi virus Corona di atas kapal pesiar Diamond Princess, jumlah kasus yang terinfeksi terus bertambah.

Beberapa hari kemudian, itu dengan cepat melonjak menjadi puluhan dan sekarang ada 219 kasus virus Corona yang terhubung ke Diamond Princess.

Empat puluh empat orang terdiagnosa kemarin (13/02), meskipun seluruh kapal telah dalam kondisi dikarantina untuk 14 hari terhitung sejak 4 Februari.

[Suara.com]

   
 
Hadapi Wabah Covid-19, Pemkab Kampar Siapkan Keuangan dan Anggaran
Jumat, 03 April 2020 - 07:33

Diskominfo Kampar Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Covid-19 Melalui Mobil Keliling
Jumat, 03 April 2020 - 07:22

Wabah Covid 19 Meluas, Ketua DPRD Siak: Kegiatan yang Sudah Diagendakan Kita Tunda Dulu
Jumat, 03 April 2020 - 07:17

Aparat Desa dan Warga Desa Talang Pring Jaya Semprot Disinfektan di Fasilitas Umum Desa
Jumat, 03 April 2020 - 07:09

Kegiatan Adat Judi Sabung Ayam Warga Talang Mamak Dibubarkan
Kamis, 02 April 2020 - 07:17

Polres Inhu Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu
Kamis, 02 April 2020 - 07:13

Jaga Daya Beli Masyarakat,
HIPMI Apresiasi Tambahan Belanja APBN 2020 untuk Tangani Covid-19 Capai Rp 405,1 T
Kamis, 02 April 2020 - 07:07

Rumah makan dan warkop di Inhil dilarang sediakan kursi dan meja
Kamis, 02 April 2020 - 06:55

Cegah Covid-19, Forkopimcam Kelayang Gerak Bersama Semprot Disinfektan
Kamis, 02 April 2020 - 06:50

WHO Khawatirkan Perkembangan Penyebaran Virus Corona
Kamis, 02 April 2020 - 06:41

Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Riau Hingga Tiga Bulan ke Depan
Kamis, 02 April 2020 - 06:33

Pemprov Riau Siapkan Pergub Penghapusan Denda Pajak
Kamis, 02 April 2020 - 06:31

Luas Lahan Terbakar Riau Hingga 1 April Mencapai 996,58 Hektare
Kamis, 02 April 2020 - 06:26

Gubri: Karantina Wilayah Harus Persetujuan Pusat
Kamis, 02 April 2020 - 06:22

TPID Kampar Cek Stabilitas Harga Pangan Pengaruh Wabah Covid-19 dan Sambut Ramadhan
Kamis, 02 April 2020 - 06:07

BPBD Kabupaten Siak Semprot Lingkungan Disinspektan Kota Siak dan Sekitarnya.
Kamis, 02 April 2020 - 06:00

Dilepas Bupati Sukiman, Water Canon dan Mobil Damkar Dikerahkan Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Rabu, 01 April 2020 - 21:49

Corona, Arab Minta Umat Islam Tunda Rencana Haji Tahun Ini
Rabu, 01 April 2020 - 06:51

Sekjen PBB Peringatkan Virus Corona Bisa Picu Konflik Dunia
Rabu, 01 April 2020 - 06:46

Larangan WNA Masuk Indonesia Berlaku 2 April
Rabu, 01 April 2020 - 06:41

Yamaha Jawab Masa Depan Valentino Rossi di MotoGP
Rabu, 01 April 2020 - 06:33

Cegah Covid-19, Plt Camat Setyono Bersama Upika Taati Intruksi Bupati Rohul
Rabu, 01 April 2020 - 06:17

Musrenbang Video Confrense Pertama di Riau bahkan di Indonesia Sukses Dilaksanakan
Rabu, 01 April 2020 - 06:10

448 ODP di Pekanbaru Akan Jalani Rapid Tes Covid-19 Serentak
Rabu, 01 April 2020 - 06:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com