Home
17 Dokter di Indonesia Gugur Selama Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya | Sunaryo Sebut TKI yang Dipulangkan Melalui Riau Harus Dikarantina 2 Minggu | Iuran Bulanan Sekolah Tetap Bayar Selama Libur Covid-19, Ini Saran DPRD Pekanbaru | Tokoh Muda Ini Ingatkan Gubernur Riau Jangan Terlalu Banyak Seremonial | Melesat, Suzuki XL7 Runner Up di Februari 2020, Asapi HR-V dan Terios | Wagubri Minta Bupati Kampar Jaga Jalur Masuk ke Riau 24 Jam
Minggu, 05 April 2020
/ Lifestyle / 15:45:00 / Ingat! Begini Cara Membedakan Pilek Biasa, Influenza dan Virus Corona, Ini Ciri-cirinya /
Ingat! Begini Cara Membedakan Pilek Biasa, Influenza dan Virus Corona, Ini Ciri-cirinya
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:45:00 WIB

JAKARTA - Pergantian musim atau pancaroba sedang berlangsung. Mungkin belum waktunya, karena hujan juga masih terus turun. Di tambah lagi saat ini sedang Imlek dan curah hujan pun masih tinggi.

Wabah influenza di Indonesia sedang tinggi. Jika kamu pergi ke rumah sakit saat ini, beberapa diantaranya memiliki keluhan yang sama, batuk, pilek, dan demam.

Belakangan tersiar kabar menakutkan mengenai virus Corona atau virus Wuhan. 

Penyakit-penyakit ini terkait dengan sistem pernapasan dan tampaknya memiliki gejala yang sama.

Jadi, jika kamu atau keluarga jatuh sakit, lalu bagaimana cara mengetahui penyakit apa yang sedang dialami? Lagipula, flu biasa juga sangat mirip dan belum tentu kamu segera pergi ke rumah sakit karena keluhan penyakit seperti pilek atau influenza kan?

Menurut China Press, ada perbedaan yang jelas antara flu biasa, influenza dan virus Corona yanh baru ini sedang diberitakan.

Masa inkubasi untuk virus Corona rata-rata sekitar tujuh hari tetapi gejalanya dapat muncul kapan saja dari dua hingga tiga hari atau bahkan hingga 12 hari setelah infeksi.

Dikutip dari popmamacom sebutkan beberapa perbedaan gejala pilek biasa, influenza dan virus Corona yang harus kamu ketahui.

1. Pilek biasa

Pilek biasa umumnya terjadi ketika kamu terkena infeksi virus pada hidung dan tenggorokan, yaitu pada saluran pernapasan atas yang biasanya ini dinyatakan tidak berbahaya.

Kamu biasanya akan mengalami gejala berikut ini:

pilek atau hidung tersumbat,
sakit tenggorokan,
batuk,
sedikit sakit tubuh dan persendian,
sakit kepala ringan,
bersin,
demam ringan.
Setelah dua atau tiga hari lendir (ingus)  mungkin akan menjadi lebih tebal atau mengental dan berwarna kuning atau hijau.

Pilek biasanya sembuh dalam lima hingga tujuh hari. Supaya kondisi bisa cepat membaik, kamu perlu minum obat dan istirahat yang ekstra.

2. Influenza

Influenza menyerang tubuh secara tiba-tiba dan berbeda dari pilek. Ini lebih berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Beberapa gejala yang umum dihadapi oleh penderita influenza adalah sebagai berikut:

demam tinggi hingga 40 ° C,
menggigil,
batuk,
kelelahan,
sakit tenggorokan,
mual bahkan bisa disertai muntah,
sebagian mengalami keluhan diare,
kesulitan bernapas,
sakit kepala,
mata kering,
mengalami ruam.
Jika tidak diobati, situasinya dapat memburuk menjadi pneumonia. Segera pergi temui dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Virus Corona (2019-nCoV)

Gejala infeksi virus Wuhan atau virus Corona agak berbeda. Berikut gejala yang mungkin ditemui:
gejala gangguan pernapasan umum disertai demam,
batuk kering,
sesak napas dan kesulitan bernafas.

Namun pada penderita Corona, terkadang tidak ada demam. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat memburuk menjadi pneumonia, sindrom pernafasan akut yang parah, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Jika kamu mengalami gejala di atas dan baru saja kembali dari Wuhan atau bagian lain Cina, atau melakukan kontak dengan siapa saja yang baru saja bepergian ke China maka waspadalah dan periksakan diri kamu ke dokter segera.

Pantau kesehatan kamu selama 14 hari untuk melihat apakah gejalanya masih ada dan segera pergi ke rumah sakit jika ada.

Jika tidak, pergilah ke dokter jika merasa tidak yakin karena mereka memiliki tes yang lebih akurat untuk mendiagnosis penyakit kamu.

Cara Mencegah Penularan Virus Corona yang Tepat

Untuk melindungi diri dari virus, pastikan untuk mempraktikkan kebersihan yang baik. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Biasakan cuci tangan di bawah air mengalir.

Ingatlah untuk menggosok setidaknya selama 20 detik.

Gunakan sanitiser berbasis alkohol jika air tidak tersedia dan tutupi mulut dan hidung  saat batuk atau bersin dengan tisu. Buang tisu itu ke tempat sampah.

Jaga jarak dari siapa pun yang sakit atau batuk dan selalu memasak makanan kamu dengan saksama hingga matang.

Para ahli menyarankan bahwa masker bedah lebih efektif dalam mencegah penyebaran virus Corona dibandingkan dengan masker N95, demikian laman Straits Times melaporkan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa masker bedah lebih praktis karena membantu untuk memblokir tetesan partikel besar dan memerciki mencapai mulut dan hidung pemakai dan sebaliknya.

Sementara masker N95 sebelumnya digunakan untuk situasi kabut asap dan ketika dipakai dengan benar, seharusnya orang tersebut sulit bernapas.

Jika kamu bernapas dengan nyaman dalam masker N95, mungkin kamu salah memakainya dan tidak ada perlindungan jika salah saat memakainya.

Ular dan Kelalawar Penyebar Virus Corona

Kabar terbaru yang disampaikan oleh World of Buzz bahwa ular di pasar daerah Wuhan didapati mengandung virus Corona. Itu karena ular sering memakan kelelawar.

Berikut penjelasan mengapa kelelawar adalah hewan yang paling berkontribusi atas tersebarnya virus Corona di Wuhan.

Virus corona baru dari Wuhan, Cina telah dilacak dan dikatakan berasal dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal, demikian dilaporkan menurut Reuters.

Gao Fu, direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok mengatakan bahwa virus baru ini hampir 70% mirip dengan virus SARS, yang berasal dari kelelawar.

Karena itu, para ilmuwan berspekulasi bahwa kelelawar juga bisa menjadi sumber virus Corona yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Ini tentu saja hanya spekulasi karena banyak ilmuwan memiliki teori yang berbeda tentang bagaimana coronavirus muncul.

Meski demikian, tetap waspada Ma. Cukupi konsumsi dengan bahan makanan yang semestinya. Hewan ekstrim mungkin bukan pilihan yang tepat untuk dijadikan bahan makanan demi kesehatan keluarga. Setuju kan? (*)

   
 
Hadapi Wabah Covid-19, Pemkab Kampar Siapkan Keuangan dan Anggaran
Jumat, 03 April 2020 - 07:33

Diskominfo Kampar Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Covid-19 Melalui Mobil Keliling
Jumat, 03 April 2020 - 07:22

Wabah Covid 19 Meluas, Ketua DPRD Siak: Kegiatan yang Sudah Diagendakan Kita Tunda Dulu
Jumat, 03 April 2020 - 07:17

Aparat Desa dan Warga Desa Talang Pring Jaya Semprot Disinfektan di Fasilitas Umum Desa
Jumat, 03 April 2020 - 07:09

Kegiatan Adat Judi Sabung Ayam Warga Talang Mamak Dibubarkan
Kamis, 02 April 2020 - 07:17

Polres Inhu Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu
Kamis, 02 April 2020 - 07:13

Jaga Daya Beli Masyarakat,
HIPMI Apresiasi Tambahan Belanja APBN 2020 untuk Tangani Covid-19 Capai Rp 405,1 T
Kamis, 02 April 2020 - 07:07

Rumah makan dan warkop di Inhil dilarang sediakan kursi dan meja
Kamis, 02 April 2020 - 06:55

Cegah Covid-19, Forkopimcam Kelayang Gerak Bersama Semprot Disinfektan
Kamis, 02 April 2020 - 06:50

WHO Khawatirkan Perkembangan Penyebaran Virus Corona
Kamis, 02 April 2020 - 06:41

Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Riau Hingga Tiga Bulan ke Depan
Kamis, 02 April 2020 - 06:33

Pemprov Riau Siapkan Pergub Penghapusan Denda Pajak
Kamis, 02 April 2020 - 06:31

Luas Lahan Terbakar Riau Hingga 1 April Mencapai 996,58 Hektare
Kamis, 02 April 2020 - 06:26

Gubri: Karantina Wilayah Harus Persetujuan Pusat
Kamis, 02 April 2020 - 06:22

TPID Kampar Cek Stabilitas Harga Pangan Pengaruh Wabah Covid-19 dan Sambut Ramadhan
Kamis, 02 April 2020 - 06:07

BPBD Kabupaten Siak Semprot Lingkungan Disinspektan Kota Siak dan Sekitarnya.
Kamis, 02 April 2020 - 06:00

Dilepas Bupati Sukiman, Water Canon dan Mobil Damkar Dikerahkan Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Rabu, 01 April 2020 - 21:49

Corona, Arab Minta Umat Islam Tunda Rencana Haji Tahun Ini
Rabu, 01 April 2020 - 06:51

Sekjen PBB Peringatkan Virus Corona Bisa Picu Konflik Dunia
Rabu, 01 April 2020 - 06:46

Larangan WNA Masuk Indonesia Berlaku 2 April
Rabu, 01 April 2020 - 06:41

Yamaha Jawab Masa Depan Valentino Rossi di MotoGP
Rabu, 01 April 2020 - 06:33

Cegah Covid-19, Plt Camat Setyono Bersama Upika Taati Intruksi Bupati Rohul
Rabu, 01 April 2020 - 06:17

Musrenbang Video Confrense Pertama di Riau bahkan di Indonesia Sukses Dilaksanakan
Rabu, 01 April 2020 - 06:10

448 ODP di Pekanbaru Akan Jalani Rapid Tes Covid-19 Serentak
Rabu, 01 April 2020 - 06:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com