Home
Bupati Inhu Lantik 62 Kades Terpilih Pilkades Serentak 2019 | Sensus Penduduk Online di Kabupaten Siak, Perdana Dimulai Dari Kediaman Bupati Siak | Polda Riau Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit dan Organ Tubuh Harimau di Inhu | Hadiri Tabligh Akbar, Bupati Sukiman Harapkan Masyarakat Semakin Laksanakan Nilai Keagamaan | UT Pokjar Sei Lala Adakan Kegiatan OSMB dan PKBJJ Bagi Mahasiswa Baru Pasca Sarjana | Manfaat Minum Coklat Panas Setiap Hari dan Cara Membuatnya
Senin, 17 Februari 2020
/ Peristiwa / 14:38:56 / Pelaku Pembantaian Muslim di India Bebas dengan Jaminan /
Pelaku Pembantaian Muslim di India Bebas dengan Jaminan
Rabu, 29 Januari 2020 - 14:38:56 WIB

RIAUTRUST.COM - Pengadilan tinggi India membebaskan dengan jaminan setidaknya 17 narapidana yang divonis penjara seumur hidup karena program anti-Muslim mereka. Menurut kantor berita India, Press Trust, dilansir di Anadolu Agency, Rabu (29/1), Mahkamah Agung India mengeluarkan perintah jaminan untuk para terpidana yang dinyatakan bersalah atas pembantaian Sardarpura 2002.

Dalam tragedi itu, setidaknya 33 Muslim, termasuk 22 wanita, dibakar hidup-hidup di Sardarpura di provinsi Gujarat, India barat. Pembantaian yang terjadi pada 28 Februari 2002 malam itu berlangsung setelah kerusuhan kereta Godhra sehari sebelumnya. Sekitar 59 orang yang kembali dari Ayodhya, Uttar Pradesh, terbunuh dalam insiden kerusuhan itu.

Pengadilan tinggi India memutuskan mengirim para terpidana itu dalam dua kelompok ke provinsi tetangga, Madhya Pradesh untuk menjalani program layanan masyarakat. Perintah jaminan disahkan oleh Hakim Agung S A Bobde bersama dengan hakim B R Gavai dan Surya Kant.

Semua narapidana yang dibebaskan diperintahkan untuk menjalani pelayanan masyarakat selama enam jam sepekan. Di samping itu, mereka juga harus melapor ke kantor polisi setempat setiap pekan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung telah memerintahkan Tim Investigasi Khusus untuk menyelidiki pembantaian Sardarpura, yang kemudian menangkap 76 orang pelaku yang terlibat. Namun, pengadilan negeri hanya menjatuhkan hukuman terhadap 31 orang pada 2012, 10 tahun setelah peristiwa pembantaian.

Empat tahun kemudian, Pengadilan Tinggi Gujarat membebaskan 14 tersangka dari 31 narapidana ini.  Pengadilan telah memutuskan penuntutan tidak mematuhi prinsip dua saksi yang ditentukan oleh Mahkamah Agung. Akan tetapi, para terpidana mengajukan banding atas perintah Pengadilan Tinggi Gujarat yang menjatuhkan hukuman kepada mereka. [Republika]

   
 
HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:39

6 Warga Riau Dipulangkan Hari Ini Pasca Karantina, DPRD Minta Masyarakat Tak Panik
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:25

Ibu Kota Baru Disebut Merusak Alam, Jokowi: Hutannya Juga Sudah Rusak
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:16

Pasca Karantina di Natuna, 6 Mahasiswa Riau Dipulangkan Melalui Badan Penghubung
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:11

Jalan Tuanku Tambusai Rohul Kembali Direndam Luapan Sungai Batang Lubuh
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:07

Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Lebih dari 1.500 Orang
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:02

Peneliti UNRI Evaluasi Pengelolaan Drainase Perkotaan Pekanbaru
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:53

Tiga Proyek Wisata di Siak Ini Tak Kunjung Diresmikan, Ada Apa?
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:49

Gandeng Fuad Ahmad, Asri Auzar Nyatakan Keseriusan Maju Pilkada Rohil
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:44

Gangguan Pencernaan, Puan Pandan Wangi Mati di Pusat Latihan Gajah Minas
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:38

Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih Menuju Kadur
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:14

Buntut Penggerebekan PSK di Padang, Andre Rosiade Diadukan ke Ombudsman
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:38

Fatwa Haram Soal Valentine dan Kasih Sayang dalam Islam
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:17

Honda Jazz Baru Resmi Meluncur, Lebih Irit dari LCGC
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:05

Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Cara Tepat Konsumsi Buah
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:00

Beragam Sejarah di Balik Perayaan Valentine Ternyata Menyedihkan
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:52

Tim Jumat Barokah Polsek Kelayang Beri Bantuan ke Warga Kurang Mampu
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37

Soroti Kecelakaan Kerja Proyek Tol Pekanbaru-Dumai, Menaker: Perusahaan Wajib Terapkan K3
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:30

Gubri Sebut Pertumbuhan Ekonomi Riau 2019 Naik, tapi Rendah Dibanding Nasional
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:28

Komisi III DPRD Pelalawan Kunker ke Kemenkominfo RI, Ini Tujuannya
Jumat, 14 Februari 2020 - 11:20

Ketum PSSI Sebut Rumput Stadion Utama Riau Tak Standar FIFA
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:16

Tiga Hotspot Terpantau di Riau Pagi Ini, Potensi Huja Masih Terjadi
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:12

Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:04

Pemkab Kampar Berharap Perhatian Pemerintah Pusat Terhadap Infrastruktur
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com