Home
UT Pokjar Sei Lala Adakan Kegiatan OSMB dan PKBJJ Bagi Mahasiswa Baru Pasca Sarjana | Manfaat Minum Coklat Panas Setiap Hari dan Cara Membuatnya | Asyik Menyelam, Pria Ini Syok Bertatap Muka dengan Anaconda Raksasa | Daerah-daerah Ini Alami Pemadaman Listrik Bergilir Hari Ini dan Besok | PSPS Riau Datangkan Belasan Pemain Anyar | Diduga Jadi Tempat Judi, Gelper di Pangkalan Kerinci Hanya Kantongi Izin Permainan Anak
Senin, 17 Februari 2020
/ Mozaik / 08:21:39 / Hukum Makan Kelelawar dan Ular dalam Islam /
Hukum Makan Kelelawar dan Ular dalam Islam
Senin, 27 Januari 2020 - 08:21:39 WIB

RIAUTRUST.COM - Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur'an (DQ) Bulak Santri Banten, Yusuf Mansur, menjelaskan hukum memakan kelelawar dan ular. Kedua hewan itu disebut ilmuwan China sebagai sumber penyebaran virus novel corona (2019-nCov).

Pria yang akrab disapa Ustaz YM itu menyebut kelelawar sebagai hewan yang haram dimakan. Dia merujuk pada mazhab Syafi'i dan mazhab Hambali.

"Menurut Madzhab Hanbali dan Madzhab Syafi'i haram. Karena termasuk dalam binatang  yang buruk atau menjijikkan," kata Yusuf kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/1).

Sementara ada perbedaan pendapat pada dua mazhab lainnya. Menurut Hanafi kelelawar mubah, sedangkan menurut Maliki binatang itu makruh.

Terkait hukum memakan ular, Yusuf bilang sebagian besar ulama mengharamkan. Sebab ular merupakan hewan bertaring dan membahayakan.

"Ular bertaring. Nabi melarang memakan binatang buas yang bertaring. Ular termasuk binatang yang diperintahkan Nabi untuk dibunuh karena membahayakan. Ular termasuk binatang yang buruk/ menjijikkan," ucap dia.

Yusuf juga menyampaikan dalil Alquran yang menjadi rujukannya. Menurutnya, Surat Al A'raaf ayat 157 mencerminkan hukum memakan dua hewan tersebut.

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ ) الأعراف/157

"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. Al A'raaf: 157)"

Sebelumnya, penyebaran virus novel corona (2019-nCov) menyita perhatian dunia. Virus yang yang diduga berasal dari Wuhan, China itu sudah menjalar ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Australia.

Analisis terbaru para ilmuwan China menunjukkan virus ini ditularkan dari kelelawar ke ular kemudian ke manusia. Sup kelelawar dilaporkan sebagai hidangan yang tak biasa, tapi populer di Wuhan, lokasi epidemi virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, para peneliti mengatakan: "Host (inang) alami corona virus Wuhan bisa jadi kelelawar ... tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui."

Ular dan kelelawar dianggap jadi biang kerok penyebar virus corona di China. Penyebaran ini diduga disebabkan karena banyak warga China yang mengonsumsi sup kelelawar. Di China, kelelawar dan ular menjadi bahan makanan tradisional bagi orang-orang yang tinggal di negara tersebut. (CNN Indonesia)

   
 
Jalan Tuanku Tambusai Rohul Kembali Direndam Luapan Sungai Batang Lubuh
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:07

Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Lebih dari 1.500 Orang
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:02

Peneliti UNRI Evaluasi Pengelolaan Drainase Perkotaan Pekanbaru
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:53

Tiga Proyek Wisata di Siak Ini Tak Kunjung Diresmikan, Ada Apa?
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:49

Gandeng Fuad Ahmad, Asri Auzar Nyatakan Keseriusan Maju Pilkada Rohil
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:44

Gangguan Pencernaan, Puan Pandan Wangi Mati di Pusat Latihan Gajah Minas
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:38

Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih Menuju Kadur
Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:14

Buntut Penggerebekan PSK di Padang, Andre Rosiade Diadukan ke Ombudsman
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:38

Fatwa Haram Soal Valentine dan Kasih Sayang dalam Islam
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:17

Honda Jazz Baru Resmi Meluncur, Lebih Irit dari LCGC
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:05

Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Cara Tepat Konsumsi Buah
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:00

Beragam Sejarah di Balik Perayaan Valentine Ternyata Menyedihkan
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:52

Tim Jumat Barokah Polsek Kelayang Beri Bantuan ke Warga Kurang Mampu
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37

Soroti Kecelakaan Kerja Proyek Tol Pekanbaru-Dumai, Menaker: Perusahaan Wajib Terapkan K3
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:30

Gubri Sebut Pertumbuhan Ekonomi Riau 2019 Naik, tapi Rendah Dibanding Nasional
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:28

Komisi III DPRD Pelalawan Kunker ke Kemenkominfo RI, Ini Tujuannya
Jumat, 14 Februari 2020 - 11:20

Ketum PSSI Sebut Rumput Stadion Utama Riau Tak Standar FIFA
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:16

Tiga Hotspot Terpantau di Riau Pagi Ini, Potensi Huja Masih Terjadi
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:12

Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:04

Pemkab Kampar Berharap Perhatian Pemerintah Pusat Terhadap Infrastruktur
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:57

Ekspose di Forum Konsultasi Publik,
Bupati Alfedri Sampaikan Tiga Poin Penting Terkait Capaian Pembangunan
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:48

2020 Ini Pemkab Siak Dapat Bantuan Sektor Penunjang Usaha Mikro dan UKM
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:38

Buapati Inhu Akan Lantik Kades Terpilih Secara Serentak
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:31

HIPMI Siap Menggandeng Pengusaha Australia untuk Dorong Perekonomian Indonesia
Jumat, 14 Februari 2020 - 09:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com