Home
Formasi CPNS Pekanbaru yang Tidak Terisi akan Dibiarkan Kosong | UAS Ajak BAZ-LAZ Cari Solusi Bagi Suku Talang Mamak | Saran Sandi ke Bro Erick yang Mau Bereskan BUMN Sekarat | Ini Lima Makanan yang Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dari Virus Corona | Dua Pelaku Sabu Diciduk Polsek Peranap | Bupati Alfedri Tinjau Korban Kebakaran di Kampung Bunut, Tualang
Minggu, 23 Februari 2020
/ Peristiwa / 12:35:01 / Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari /
Taliban-AS Teken Perjanjian Tarik Pasukan Akhir Januari
Senin, 20 Januari 2020 - 12:35:01 WIB

JAKARTA - Kelompok Taliban dan Amerika Serikat dilaporkan akan menyetujui perjanjian penarikan pasukan dari Afghanistan pada akhir bulan ini. Kedua belah pihak menyatakan bakal mengurangi aktivitas peperangan menjelang penandatanganan kesepakatan tersebut.

"Kami sudah sepakat untuk mengurangi kegiatan militer dalam beberapa hari menuju penandatanganan perjanjian perdamaian dengan Amerika Serikat," kata juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, dalam wawancara dengan surat kabar Pakistan, Dawn, dan dikutip AFP, Senin (20/1).

Shaheen menyatakan meyakini kesepakatan dengan AS bakal berjalan lancar pada akhir Januari ini. Dia juga menyatakan milis Taliban akan menghentikan sementara menyerang pasukan AS dan Afghanistan.

"Kini tinggal menghitung hari," ujar Shaheen.

AS menetapkan sejumlah syarat kepada Taliban dalam proses perundingan damai. Yakni menjamin ketertiban umum serta hak-hak kaum perempuan, menjamin kebebasan berpendapat, pengubahan undang-undang dasar, penempatan eks milisi Taliban dan kelompok bersenjata lainnya serta berjanji tidak akan menjadikan negara itu sebagai tempat persembunyian kelompok ekstremis.

Alasan mantan Presiden AS, George Bush Jr., menyerang Afghanistan pada 2011 akibat kedekatan antara Taliban dan Al-Qaidah.

Proses negosiasi antara Taliban dan AS terhenti pada September 2019. Presiden AS, Donald Trump, memutuskan menghentikan perundingan karena Taliban terus menyerang pasukan AS. Setelah dibujuk, akhirnya Trump bersedia membuka kembali pintu dialog dengan Taliban.

Jika perjanjian itu berhasil, AS akan menarik sekitar 12 ribu pasukan mereka secara bertahap dan mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 18 tahun. Perang itu sampai saat ini merupakan yang terlama yang dilakoni AS.

Setelah perjanjian damai dengan AS, Taliban dan pemerintah Afghanistan baru akan memulai dialog terpisah. Taliban menganggap petahana Ashraf Ghani dan pesaingnya, Abdullah Abdullah, sebagai boneka AS dan tidak mengakui pemerintahannya.

Apalagi saat ini hasil penghitungan suara pemilihan presiden Afghanistan menunjukkan Ghani unggul, meski digugat oleh Abdullah. Hal ini dikhawatirkan akan memicu perang saudara di kemudian hari meski Taliban sudah berdamai dengan AS. (CNN Indonesia)

   
 
Bappeda Pelalawan Taja Program Camat Penggerak Pembangunan, 5 Masuk Nominasi Terbaik
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:39

Sebanyak 852 Peserta Tes CPNS Pekanbaru Gugur di Hari Kelima
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:29

Lihat Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Bupati Sukiman di Tahura-Minas
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:14

Kapolres Inhil Kungker ke Mandah, Sampikan Pesan Kamtibmas Bahaya Karhutla
Sabtu, 22 Februari 2020 - 14:07

Pemda Diminta Dukung Percepatan Investasi Lewat Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:55

Masalah Stunting di Inhil, Ketua TP PKK Zulaikhah Wardan: Penderita perlu penanganan lebih lanjut
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:49

Bupati Alfedri Minta Masyarakat Budidayakan Tanaman Ramah Lingkungan.
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:39

Tak Terima Ditilang, Pria di Inhu Marahi Polisi dan Rusak Motor Sendiri
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:51

Perluas Layanan, Bus TMP Buka Dua Rute Koridor Baru
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:37

Rumor Virus Corona Senjata Biologi China, Ini Faktanya...
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:26

Enam Cara Menghilangkan Bopeng di Wajah dengan Cepat
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:23

Ingat! Warga Pekanbaru Dilarang Bakar Sampah, Bakal Kena Sanksi
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:19

Jokowi: Sebanyak 164 Sekolah di Riau Direnovasi
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:16

Bupati Kampar Dampingi Kunjungan Presiden RI ke Riau
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:11

Daftar Calon Ketum BPD HIPMI Jaya,
Muhamad Alipudin Komit Bawa HIPMI Jaya dan Anggotanya Semakin Naik Kelas
Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:02

Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Akhir April Tuntas
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:09

Riau Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:05

Legislator Riau Berkomitmen Perjuangkan Guru Honorer di Riau Jadi PNS
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:02

Menteri Basuki Apresiasi Kualitas Jalan Tol Pekdum
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:58

Terpilih Sebagai Ketua GenPI Riau, Bupati Rohul Ucapkan Selamat ke Tanti Ekasari
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:08

Rakoornas Investasi di Jakarta, Wakil Bupati Inhil Investasi Sangat Penting
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:59

Dishub Pekanbaru akan Siapkan Angkutan Khusus dari Pemukiman ke Halte TMP
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:38

KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, ICW: Sudah Kami Prediksi
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:33

Muazin di London Ditikam Saat Mengumandangkan Azan Shalat Asar
Jumat, 21 Februari 2020 - 08:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com