Home
Dakwah UAS Dikawal Marinir, DPR Sebut untuk Cegah Penyerangan | Pendeta di Papua Ditembak, Istana Bentuk Tim Investigasi | Gubri: Truk ODOL Dilarang Masuk Tol Permai | Polda Riau Buru Dua Pria Diduga Pembunuh Alhadar, Ini Penampakannya | Polsek Kelayang Sosialisasi Prokes Covid-19 Kepada Masyarakat | Kapolres Inhu Sertijab Kasatres Narkoba Dan Kapolsek Kelayang, Ini Pesan Kapolres
Selasa, 29 09 2020
/ Riau Region / 08:20:18 / Maruf Amin: Ekspor Produk Halal RI Kalah Dibanding Brasil /
Maruf Amin: Ekspor Produk Halal RI Kalah Dibanding Brasil
Sabtu, 14 Desember 2019 - 08:20:18 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Indonesia jauh tertinggal dari Brasil sebagai negara eksportir produk halal terbesar di dunia. Padahal, negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar adalah Indonesia, bukan Brasil.

Mengutip data Global Islamic Economic Report 2019, Ma'ruf mengungkapkan nilai ekspor produk halal dari Brasil menembus angka US$5,5 miliar. Realisasi ini menempatkan Brasil ke peringkat pertama negara eksportir produk halal di dunia.

"Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brasil, yang disusul oleh Australia dengan nilai US$2,4 miliar," ujar Ma'ruf dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 2019, Jumat (13/12).

Kendati demikian, orang nomor dua di Indonesia itu tidak mengungkap berapa nilai ekspor produk halal dari Tanah Air pada 2019. Ia hanya menyebut bahwa kontribusi produk halal nasional hanya sekitar US$2,1 miliar atau 3,8 persen dari total perdagangan dunia mencapai US$2,1 triliun pada 2017.

Tak hanya kalah dari urusan ekspor produk halal, Ma'ruf mengatakan Indonesia justru memiliki realisasi belanja produk halal yang cukup tinggi. Tercatat, nilai belanja produk halal Indonesia dari berbagai negara mencapai US$214 miliar atau sekitar 10 persen dari pangsa pasar dunia pada tahun yang sama.

"Indonesia menjadi negara paling besar dalam belanja produk halal dibandingkan negara-negara mayoritas muslim lainnya. Sayangnya, Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor," jelasnya.

Padahal, Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, seharusnya dapat menjadi produsen produk halal untuk kebutuhan pasar domestik dan menjadi eksportir produk halal untuk pasar dunia.

Untuk itu, Ma'ruf ingin semua pihak memberikan kontribusi bagi pengembangan industri produk halal nasional. Sebab, ia meyakini produk halal sejatinya bukan hanya dapat memenuhi ketentuan berdasarkan syariat Islam, namun juga baik bagi kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan produk halal yang berorientasi ekspor bisa menjadi motor peningkatan nilai ekspor yang tengah dibutuhkan negara. Salah satu tujuannya agar bisa menekan defisit neraca perdagangan.

Tak ketinggalan, Ma'ruf juga ingin agar pengembangan industri keuangan syariah juga dilakukan, meski ada kenaikan peringkat yang didapat Indonesia dari sektor tersebut.

Berdasarkan Islamic Finance Development Indicator (IFDI), Indonesia mendapat kenaikan peringkat dari posisi 10 pada 2018 menjadi ke-4 dari 131 negara pada 2019.

Sementara, menurut Islamic Finance Country Index (IFCI), Indonesia berada di peringkat pertama pada tahun ini dari sebelumnya di peringkat ke-6 pada tahun lalu.

Kendati begitu, Ma'ruf tetap ingin ada peningkatan karena kondisi industri keuangan syariah di dalam negeri sebenarnya masih kalah dari keuangan konvensional di dalam negeri.

Padahal, sambung dia, ekonomi dan keuangan syariah sejatinya bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan tingkat literasi dan inklusi di Indonesia. Tercatat, pangsa pasar keuangan syariah dari sektor perbankan dan asuransi di Indonesia baru mencapai 8,6 persen per Januari 2019.

Khusus untuk perbankan syariah, pangsa pasarnya baru sekitar 5,6 persen. Sisanya, pangsa pasar keuangan nasional dipegang oleh bank dan asuransi konvensional.

"Tapi saya ingin berpesan kepada kita semua bahwa upaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah jangan dilakukan dengan cara yang membenturkan dengan kemajuan ekonomi dan keuangan konvensional. Kita hidup dalam negara yang menganut dual economy system, sehingga perkembangan ekonomi syariah dan konvensional harus saling bersinergi," terang dia.

Di sisi lain, ia mengatakan ekonomi dan keuangan syariah sejatinya juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan dan kekayaan masyarakat, sehingga kesenjangan menurun dan mendorong tercapainya ekonomi dan kesejahteraan yang berkeadilan.

Kemudian, ekonomi dan keuangan syariah juga bisa membagi risiko dan imbal hasil di instrumen investasi yang dimiliki negara.

[Cnnindonesia.com]


   
 
Pengumuman! Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun
Jumat, 25 September 2020 - 07:22

Tiga Pasang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Teken Fakta integritas Protokol Kesehatan
Jumat, 25 September 2020 - 07:17

Hadiri Pelantikan DPC Granat, Bupati H Sukiman Dukung Pembarantasan Narkoba Rohul
Jumat, 25 September 2020 - 07:13

Pengamat: Praktik Politik Uang Telah Lama Dimulai Internal Parpol
Kamis, 24 September 2020 - 16:31

Pemprov Riau Jemput SK Pj dan Pjs Bupati ke Kemendagri, Sabtu Pelantikan
Kamis, 24 September 2020 - 16:27

3 Pimpinan DPRD Riau Mundur, Bagaimana Nasib APBD-P 2020?
Kamis, 24 September 2020 - 16:24

Besok Presiden akan Resmikan Jalan Tol Permai Secara Virtual
Kamis, 24 September 2020 - 16:22

PSBM Diberlakukan, Kasus Positif Covid di Tampan Cenderung Turun
Kamis, 24 September 2020 - 16:18

Paslon Bupati Rohul Hamulian-M Sahril Topan Dapat Nomor Urut 1
Kamis, 24 September 2020 - 16:08

Tingkatkan kualitas pelayanan perizinan. Bupati Alfedri Wacanakan Mall Pelayanan Publik Satu Pintu
Kamis, 24 September 2020 - 16:02

Pimpin Pengamanan, Kapolres Siak: Jangan Ada Keragu-raguan Utamakan Keselamatan
Kamis, 24 September 2020 - 15:56

Bupati Alfedri : Gedung Puskesmas Baru, Pelayanan Kesehatan Juga Harus Meningkat
Kamis, 24 September 2020 - 15:51

Siak Cetak Sejarah Ponpes Hadist Pertama di Riau..
Bupati Alfedri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar Santri Darul Hadist Sultan Yahya
Selasa, 22 September 2020 - 06:42

IWO Siak bagikan 500 Masker kepada Masyarakat
Selasa, 22 September 2020 - 06:38

Paripurna Tanggapan Bupati Terhadap Pandangan Umum 8 Fraksi DPRD Tentang RAPBD-P 2020
Selasa, 22 September 2020 - 06:33

Kapolres Inhil Pimpin Anggotanya Ikuti Baksos Donor Darah yang Diselenggarakan Kodim 0314/Inhil
Selasa, 22 September 2020 - 06:27

Warga Heboh, Honorer Staf Kantor Camat Kelayang Dimakamkan Dengan Prokes Covid-19
Selasa, 22 September 2020 - 06:22

Kapolda Riau Turun Tangan Periksa Penanganan Pasien Covid-19
Selasa, 22 September 2020 - 06:19

Resmikan Taman Syarifah Sembilan, Bupati Alfedri Terkenang Masa Lalu Di Sungai Apit
Selasa, 22 September 2020 - 06:14

Resmikan Pustu Kampung Lalang, Bupati Alfedri: Kesehatan Pilar Pembangunan
Selasa, 22 September 2020 - 06:10

Plt Camat Rakit Kulim Terjun Ke Pasar Rakyat Desa Kelayang Imbau Warga Patuhi Prokes Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 08:33

Masih Ada Waktu, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9
Senin, 21 September 2020 - 08:21

Berakhirnya Perjalanan Pelaku Curanmor di Posko Gugus Tugas Covid-19 Koto Gasib
Senin, 21 September 2020 - 08:17

Direncanakan Sejak Lama, 4 Pemegang Saham Setuju PT BSP Bangun Gedung 6 Lantai Tahun Depan
Senin, 21 September 2020 - 08:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com