Home
Pelaku Pembantaian Muslim di India Bebas dengan Jaminan | Sulit Menemukan Prestasi Di 100 Hari Kerja Jokowi-Maruf | LAMR Kepulauan Meranti Rekomendasikan Festival Perang Air Dihentikan, Ini Sebabnya | Enam ASN Pemprov Riau Positif Narkoba Diberhentikan dari Jabatannya | Aki Soak Jangan Dibuang, Coba Lakukan Ini Dulu | Diguyur Hujan Lebat, Desa Teluk Latak Bengkalis Banjir
Rabu, 29 Januari 2020
/ Peristiwa / 08:33:18 / Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur /
Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:33:18 WIB

JAKARTA  - China disebut berupaya membujuk sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi agar tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Laporan the Wall Street Journal (WSJ) yang ditulis Rabu (11/12/2019), memaparkan China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu.

Saat itu, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding China menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Beijing bahkan disebut membiayai puluhan tokoh seperti petinggi NU dan Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, dan sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang.

Hal itu, papar WSJ, terlihat dari perbedaan pendapat para tokoh senior NU dan Muhammadiyah soal dugaan persekusi Uighur sebelum dan setelah kunjungan ke Xinjiang.

Dalam laporan WSJ, para pemimpin Muhammadiyah sempat mengeluarkan surat terbuka pada Desember 2018 lalu yang menyuarakan dugaan kekerasan terhadap komunitas Uighur. Muhammadiyah bahkan menuntut penjelasan China dan memanggil duta besarnya di Jakarta.

Sejumlah kelompok Islam bahkan berunjuk rasa di depan kedubes China di Jakarta sebagai bentuk protes terhadap dugaan penahanan itu.

Tak lama dari itu, China berupaya meyakinkan ormas-ormas Islam bahwa tak ada kamp konsentrasi dan penahanan.

Beijing berdalih kamp-kamp itu merupakan kamp pelatihan vokasi untuk memberdayakan dan menjauhkan etnis Uighur dari paham ekstremisme.

China lalu mengundang puluhan pemuka agama Islam, wartawan, hingga akademisi Indonesia untuk mengunjungi kamp-kamp tersebut di Xinjiang.

Sejumlah pejabat China juga memberikan presentasi terkait serangan terorisme yang dilakukan oknum etnis Uighur.

Sejak rangkaian tur Xinjiang itu berlangsung, pandangan para pemuka agama Islam tersebut berubah. Seorang tokoh senior Muhammadiyah yang ikut kunjungan ke Xinjiang mengatakan bahwa kamp-kamp yang ia kunjungi sangat bagus dan nyaman, serta jauh dari kesan penjara.

Kata WSJ, hal itu diutarakan dalam catatan perjalanannya yang dirilis di majalah Muhammadiyah.

WSJ juga mengatakan hal serupa soal sikap NU. Pemimpin NU, Said Aqil Siroj, disebut meminta warga terutama umat Muslim Indonesia tak percaya pada laporan media dan televisi internasional untuk memahami situasi di Xinjiang. WSJ mengatakan pernyataan itu disampaikan Said melalui buku yang diterbitkan NU cabang China.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mantan pengurus NU, Masduki Baidlowi, juga disebut WSJ mengamini pernyataan China selama ini bahwa kamp-kamp itu adalah kamp pelatihan vokasi untuk memberdayakan masyarakat Uighur dan menjauhkan mereka dari ekstremisme.

"Ada masalah dengan ekstremisme di Xinjiang dan mereka [China] sedang menanganinya. Mereka memberikan solusi: pelatihan vokasi dan skill," kata Masduki seperti dikutip WSJ.

Selain tur gratis ke Xinjiang, China juga disebut menyalurkan sejumlah donasi dan bantuan finansial lainnya yang dibungkus dengan program beasiswa. Sejumlah siswa ormas-ormas Islam termasuk NU turut menerima beasiswa itu.

Merespons laporan itu, Muhammadiyah membantah bahwa organisasinya bungkam soal Uighur karena sejumlah bantuan dari China.

Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Muhti, menegaskan bahwa organisasinya independen dan tidak bisa didikte oleh pihak manapun apalagi asing.

"Muhammadiyah tidak akan menyampaikan suatu pandangan karena sumbangan. Apalagi selama ini tidak ada sumbangan untuk Muhammadiyah," kata Abdul saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2019).

Sementara itu, MUI membantah laporan WSJ tersebut. Menurut Kepala Hubungan Internasional MUI, Muhyiddin Junaiddi, tidak semua petinggi agama yang ikut tur ke Xinjiang mendukung sikap China terkait kebijakannya di wilayah itu.

Muhyiddin mengatakan kunjungannya ke Xinjiang pada Februari lalu sangat dipantau ketat oleh pihak berwenang China. Ia juga mengklaim orang-orang Uighur yang ia temui di sana terlihat ketakutan.

Muhyiddin mengatakan upaya China mengundang tokoh-tokoh Islam berpengaruh di Indonesia ke Xinjiang didesain untuk "mencuci otak opini publik. Ia bahkan mengatakan bahwa sejumlah tokoh Muslim Indonesia yang pernah mengkritik China soal Uighur malah jadi membela China.

Masduki Baidlowi sendiri membantah laporan tersebut. Dia mengatakan sampai saat ini prinsipnya terkait Uighur tidak pernah berubah.

Staf Khusus Wapres itu mengakui etnis Uighur di sana masih memprihatinkan terutama soal hak dasar beribadah. "Kalau kehidupan ekonomi memang cukup, tapi kan hidup tidak hanya masalah ekonomi. Jadi menurut kami ini persoalan kebebasan beribadah," kata Masduki saat dihubungi Kamis malam.

Dia menduga tuduhan itu dilontarkan karena sikap Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat atau negara Barat yang selalu mengecam tindakan China terhadap Uighur.

"Jangan karena kita tidak senada dengan Barat seolah dibeli oleh China. Itu pernyataan kasar dan tidak sopan," ujarnya.

[cnnindonesia.com]

   
 
Bangun Pabrik CPO di KIT Pekanbaru, Pemko Tawarkan Investasi Rp 28 Triliun
Selasa, 28 Januari 2020 - 21:31

Buntut Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi
Selasa, 28 Januari 2020 - 21:24

6 Hektare Lahan Rebutan Masyarakat Siak dan PT DSI Terbakar
Selasa, 28 Januari 2020 - 21:01

APJP Migas Indonesia Perjuangkan Perusahaan Lokal di Blok Rokan Riau
Selasa, 28 Januari 2020 - 20:49

Penyeludupan TKI, Lima Warga Rupat Terancam Hukuman Berat
Selasa, 28 Januari 2020 - 18:02

Dewan Minta Pemprov Riau Kaji Baik-Buruknya Stadion Utama Dikelola Investor Asing
Selasa, 28 Januari 2020 - 17:59

Enam Mahasiswa Riau Berada di Wuhan China Dalam Kondisi Sehat, Begini Penjelasannya
Selasa, 28 Januari 2020 - 17:54

PT SDS Akui CPO Tumpah di Perairan Dumai, Ini Penyebabnya
Selasa, 28 Januari 2020 - 17:49

Gubri Minta Bupati/ Wali Kota Siaga Hadapi Potensi Karhutla
Selasa, 28 Januari 2020 - 17:44

Tolak Pembekuan Izin Serta Diduga Keliru, Aktifis Minta Kadis PMPTSP Rohul Lakukan Peninjauan
Selasa, 28 Januari 2020 - 17:35

Ban Tertusuk Paku, Cabut atau Biarkan?
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:23

5 Zat Paling Bebahaya yang Terdapat Pada Rokok
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:20

Virus Corona Makin Mewabah, Berikut Amalan dan Doa agar Dilindungi Allah SWT
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:13

SBY Ingin Dugaan Aliran Dana Jiwasraya ke Pemilu 2019 Diusut
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:07

Hujan akan Mengguyur Riau Hari Ini
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:04

Lihat Pembalakan Liar di Kawasan Hutan, Kapolda Riau: Ayo Kita Lawan!
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:00

Kejati Riau Bidik Dugaan Korupsi Proyek Branding Iklan PT BRK
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:55

Benny: Teroris 3X24 Jam Ditangkap, Masa Harun Belum Ketemu
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:52

Kapolda Riau Turun Langsung Padamkan Karhutla di Rupat Utara, Bengkalis
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:36

Festival Dai Daiah Audisi se-Kabupaten Batubara Targetkan ke AKSI Indosiar
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:17

Dua Pelaku Sabu Ditangkap Polsek Peranap
Selasa, 28 Januari 2020 - 08:07

Terkait Corona, Dinkes Bengkalis Pantau 10 Pekerja Asal China
Selasa, 28 Januari 2020 - 07:58

APJP Migas Indonesia akan Deklarasi di Sumur Minyak Tertua
Selasa, 28 Januari 2020 - 07:55

Kelola Blok Rokan, Ini Target Pertamina
Selasa, 28 Januari 2020 - 07:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com