Home
Saksikan Penobatan Ninik Mamak, Bupati: Mari Bersatu Padu Wujudkan Kampar yang Maju | 20 Hektar Lahan Masyarakat di Bengkalis Terbakar, Polisi Tetapkan 1 ASN Tersangka Karhutla | Waspada, Malam Ini Riau Diguyur Hujan Disertai Petir | Titik Api Marak di Riau, Karhutla Mulai Mengancam | Dinkes Riau Minta Warga Tidak Panik Terkait Virus Corona, Begini Penanganannya | Bengkalis Baru Bisa Penuhi 37 Persen Kebutuhan Beras Masyarakatnya
Senin, 27 Januari 2020
/ Lifestyle / 09:25:37 / Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah? /
Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25:37 WIB

RIAUTRUST.COM - Meski nasi putih tinggi karbohidrat dan indeks glikemik, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menegaskan penyakit diabetes mellitus (DM) bukan hanya karena konsumsi nasi putih. Asupan makanan mengandung karbohidrat dan kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh menjadi stimulan penyebab penyakit ini.

Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Em Yunir mengakui, nasi putih mengandung karbohidrat yang tinggi dan memiliki indeks glikemik (IG) sangat tinggi. Ketika mengkonsumsi nasi putih, kemudian dalam waktu satu atau dua jam akan terjadi kenaikan gula darah mendadak tinggi.

"Tetapi sebenarnya bukan nasi putih yang menjadi masalah melainkan berapa karbohidrat makanan dan kalori yang masuk ke tubuh" ujarnya saat temu media mengenai diabetes mellitus, di kantor Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, makanan yang tinggi karbohidrat bisa berasal dari mi, tepung-tepungan, hingga roti. Makanan ini seringkali dokonsumsi bersamaan dengan nasi.

Dia menjelaskan, orang yang sudah memakan makanan utama tinggi karbohidrat seperti nasi padang yang mengandung 175 sampai 200 kalori per porsi masih menambah makanannya plus mengkonsumsi lagi makanan manis dan makanan ringan. Padahal asupan mengkonsumsi nasi padangnya sudah tinggi lalu masih makan snack.

"Ya kandungan kalorinya semakin banyak. Artinya banyak sebenarnya kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh dan jangka panjang bisa menjadi stimulan terjadinya DM," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika seorang penderita DM diberi makanan banyak kalori dalam waktu singkat dengan indeks glikemiknya tinggi, maka gula dalam darah cepat naik tetapi insulin yang diproduksi organ tubuh pankreas belum dihasilkan. Dengan demikian terjadilah kenaikan kadar gula darah yang mendadak tinggi tetapi insulinnya belum keluar.

Karena itu, dia menambahkan, seseorang bisa mengkonsumsi nasi putih dalam keadaan dingin karena IG nya tidak setinggi nasi putih hangat. Selain itu, ia juga meminta masyarakat menghitung asupan kalori dan karbohidrat yang masuk tubuhnya.

Ia memberikan rekomendasi seseorang bisa memakan karbohidrat lain pengganti nasi putih yang indeks glikemiknya rendah seperiti beras organik nasi merah atau nasi hitam. Apalagi, dia melanjutkan, nasi organik diklaim memiliki IG rendah sehingga begitu dimakan dengan gram yang sama seperti konsumsi nasi putih tetapi kenaikan gula darahnya berbeda utamanya dua jam pertama setelah makan. [Republika]

   
 
Bupati Sukiman Resmikan dan Bantu 100 Juta Untuk Bangunan Masjid Al Ghufron Ujung Batu
Sabtu, 25 Januari 2020 - 11:39

Bupati Hadiri MPTB BUMDesa Luberti Jaya Desa Lubuk Bendahara Timur
Sabtu, 25 Januari 2020 - 11:32

Indosat Tambah BTS Perkuat Jaringan di Riau
Sabtu, 25 Januari 2020 - 11:12

Pascasarjana Unilak dan IDI Riau Realisasikan Magister Hukum Kesehatan
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:55

Kapal Karam di Bengkalis, Polisi Amankan Penampung dan Penyalur TKI Ilegal
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:51

Bupati Kampar Ingin Ubah Wajah Kota: Dari Membangun Taman Kota Hingga Memindahkan Stadion
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:45

Dewan Pimpinan Harian LAMR Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Riau
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:40

KSOP Dumai: Waspada Gelombang Tinggi Perairan
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:54

Bupati Catur Sugeng Nyatakan Siap Bangun Kantor PWI Kampar
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:44

1.500 Hektare Lahan di KIT Bakal Jadi Industri Hilirisasi Agro
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:38

Ahmad Syah Minta Petani Kelapa Sawit Buat Kelompok dalam Wadah Koperasi
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:28

Fatwa Haram Rokok Elektronik Upaya Koreksi Kiblat Bangsa
Jumat, 24 Januari 2020 - 15:11

Jangan Panik, Begini Cara Agar Tak Terjangkit Virus Corona Wuhan
Jumat, 24 Januari 2020 - 15:01

Jalan Lintas Kampar-Kuansing Amblas, Pengendara Diminta Sabar
Jumat, 24 Januari 2020 - 14:02

DPRD Pekanbaru Sarankan Nama KIT Ubah Jadi KIP, Ini Alasannya
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:58

Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:54

Malaysia Ikut Bantu Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 13:44

Cegah Virus Corona Masuk ke Riau, Bandara SSK II Pekanbaru Aktifkan Thermo Scanner
Jumat, 24 Januari 2020 - 10:56

Riau Kontribusi 40 Persen Terhadap Ekspor CPO Nasional
Jumat, 24 Januari 2020 - 10:51

Imam Abu-Usamah: Bergaji Rp 93 Miliar, Mane Mau Bersihan WC Masjid
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:29

Said Didu: Prinsipnya Negara Wajib Sediakan Pelayanan Kesehatan Untuk Rakyat, Sekarang Terbalik
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:25

Virus Corona Sudah Sampai Singapura, Kenali Gejalanya
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:22

Waspada, BMKG Deteksi Lonjakan Titik Panas di Riau
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:08

Peti Kemas Ini Tutupi Jembatan Sungai Dumai. Ini Alasannya
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com