Home
Walhi: Pemda Harus Prediksi Bencana Banjir Kurangi Kerugian Besar | MUI Riau Heran Kerukunan Umat Beragama Riau di Bawah Rata-Rata Nasional | Gedung Sekolah Terkena Banjir, Siswa SD di Rakitkulim Harus Belajar di Rumah | Hujan Lebat akan Mengguyur Riau | Banyak Kampung di Siak Minta Dimekarkan, DPRD Ingatkan Harus Ada Kajian | BRG Ingatkan Tahun Depan Riau Alami 7 Bulan Musim Kemarau
Minggu, 15 Desember 2019
/ Lifestyle / 09:25:37 / Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah? /
Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25:37 WIB

RIAUTRUST.COM - Meski nasi putih tinggi karbohidrat dan indeks glikemik, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menegaskan penyakit diabetes mellitus (DM) bukan hanya karena konsumsi nasi putih. Asupan makanan mengandung karbohidrat dan kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh menjadi stimulan penyebab penyakit ini.

Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Em Yunir mengakui, nasi putih mengandung karbohidrat yang tinggi dan memiliki indeks glikemik (IG) sangat tinggi. Ketika mengkonsumsi nasi putih, kemudian dalam waktu satu atau dua jam akan terjadi kenaikan gula darah mendadak tinggi.

"Tetapi sebenarnya bukan nasi putih yang menjadi masalah melainkan berapa karbohidrat makanan dan kalori yang masuk ke tubuh" ujarnya saat temu media mengenai diabetes mellitus, di kantor Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, makanan yang tinggi karbohidrat bisa berasal dari mi, tepung-tepungan, hingga roti. Makanan ini seringkali dokonsumsi bersamaan dengan nasi.

Dia menjelaskan, orang yang sudah memakan makanan utama tinggi karbohidrat seperti nasi padang yang mengandung 175 sampai 200 kalori per porsi masih menambah makanannya plus mengkonsumsi lagi makanan manis dan makanan ringan. Padahal asupan mengkonsumsi nasi padangnya sudah tinggi lalu masih makan snack.

"Ya kandungan kalorinya semakin banyak. Artinya banyak sebenarnya kalori yang tidak diperlukan menumpuk dalam tubuh dan jangka panjang bisa menjadi stimulan terjadinya DM," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika seorang penderita DM diberi makanan banyak kalori dalam waktu singkat dengan indeks glikemiknya tinggi, maka gula dalam darah cepat naik tetapi insulin yang diproduksi organ tubuh pankreas belum dihasilkan. Dengan demikian terjadilah kenaikan kadar gula darah yang mendadak tinggi tetapi insulinnya belum keluar.

Karena itu, dia menambahkan, seseorang bisa mengkonsumsi nasi putih dalam keadaan dingin karena IG nya tidak setinggi nasi putih hangat. Selain itu, ia juga meminta masyarakat menghitung asupan kalori dan karbohidrat yang masuk tubuhnya.

Ia memberikan rekomendasi seseorang bisa memakan karbohidrat lain pengganti nasi putih yang indeks glikemiknya rendah seperiti beras organik nasi merah atau nasi hitam. Apalagi, dia melanjutkan, nasi organik diklaim memiliki IG rendah sehingga begitu dimakan dengan gram yang sama seperti konsumsi nasi putih tetapi kenaikan gula darahnya berbeda utamanya dua jam pertama setelah makan. [Republika]

   
 
Batang Kuantan Meluap, Beberapa Wilayah di Batang Peranap Banjir
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:06

Turnamen Bola Voli Semi Open
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:00

Malam hingga Dini Hari Besok Hujan Masih Guyur Riau
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:52

Sore Ini Lima Pintu Bukaan PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka Setinggi 150 Cm
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:47

Pekanbaru akan Gelar UN Terakhir SMP 2020
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:34

Siang Ini, PA 212 Geruduk Mabes Polri Tuntut Adili Sukmawati Dan Gus Muwafiq
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:29

Ormas Islam Sangkal Tuduhan Terima Suap dari China Terkait Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:28

Suap Jembatan Bangkinang, KPK Panggil Pegawai Dirjen Bina Marga Dan Direktur PT HD
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:25

PA 212 soal Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal: Terserah
Jumat, 13 Desember 2019 - 09:16

Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:45

Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan DBH Sawit Se Sumatera 2019
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:40

Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:33

Kritik Penghapusan UN, Fahri Hamzah: Jangan Seperti Sopir Bajaj Putar Arah!
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:25

Gaungkan #TangkapAbuJanda, Iwan Sumule: Ini Sudah Berulang dan Melukai Rakyat
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:21

Menjelang Pergantian Tahun 2020 Satpol-PP Kabupaten Siak Gelar Operasi PEKAT
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:18

Pemkab Siak Dorong Setiap Kampung Miliki Kawasan Ruang Terbuka Hijau
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:10

Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:42

Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:31

37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:28

Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:25

BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:32

Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22

Pembangunan Masjid Cheng Ho Rohil Dalam Tahap Pematangan Lahan
Kamis, 12 Desember 2019 - 12:05

Stop Retorika Pemberantasan Mafia Migas: Adili Ahok!
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com