Home
Walhi: Pemda Harus Prediksi Bencana Banjir Kurangi Kerugian Besar | MUI Riau Heran Kerukunan Umat Beragama Riau di Bawah Rata-Rata Nasional | Gedung Sekolah Terkena Banjir, Siswa SD di Rakitkulim Harus Belajar di Rumah | Hujan Lebat akan Mengguyur Riau | Banyak Kampung di Siak Minta Dimekarkan, DPRD Ingatkan Harus Ada Kajian | BRG Ingatkan Tahun Depan Riau Alami 7 Bulan Musim Kemarau
Minggu, 15 Desember 2019
/ Riau Region / 13:51:02 / Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra /
Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51:02 WIB

JAKARTA - King Kobra merupakan salah satu jenis ular paling berbisa di dunia. Beberapa hari lalu, seorang pemuda asal Depok, Rendy Arga Yudha (18) meninggal dunia pada Rabu (6/11) setelah digigit ular king kobra peliharaannya sendiri.

Mengutip WebMD, keberadaan ular memang kerap tak terdeteksi. Biasanya, berbagai jenis ular akan banyak keluar dari sarang dan cenderung menjadi agresif saat cuaca memanas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, bila ditangani dengan tepat, gigitan ular jarang berakibat fatal atau menyebabkan kematian. Namun, sejumlah ular seperti king kobra bisa menyebabkan kerusakan organ yang serius sehingga perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif.

Tak hanya di AS, ular juga banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Sayangnya, sejumlah cara yang disarankan selama ini justru dapat memperparah keadaan.

"Bisa King Kobra punya neurotoksin kuat yang bisa menewaskan dalam hitungan jam," kata peneliti Herpetologi LIPI, Amir Hamidy, kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (11/11).

Neurotoksin sendiri merupakan bisa yang menyerang saraf. Bisa ular king kobra menyerang saraf pernapasan sehingga bisa menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Tak hanya butuh penanganan dokter, gigitan ular juga membutuhkan pertolongan pertama yang dilakukan dengan tepat. Dengan begitu kondisi penderita tak akan memburuk dengan cepat.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama pada gigitan ular seperti king kobra.

1. Pastikan area gigitan tidak banyak digerakkan. Misalnya bila Anda tergigit pada area kaki, maka pastikan kaki tidak banyak bergerak untuk memperlambat penyebaran racun. Agar tak banyak bergerak, Anda bisa meletakkan kayu pada sisi-sisi kaki lalu diikat, lakukan seperti pada pertolongan pada patah tulang.

2. Catat waktu gigitan sehingga dokter bisa menghitung seberapa banyak waktu yang telah berlalu dan kemungkinan risiko yang dapat timbul.

3. Bila gigitan terjadi di tangan, lepas semua perhiasan seperti cincin atau gelang karena pembengkakan bisa terjadi.

4. Selain tidak disarankan untuk mengikat bagian tubuh dengan tali, berusaha menyedot racun juga tak disarankan. Selain tidak efektif, racun tersebut juga bisa masuk lewat mulut.

5.Hindari mengonsumsi aspirin, ibuprofen, serta penghilang rasa sakit lain yang dapat mengencerkan darah.

6. Hindari pula teknik tourniquet yaitu memotong aliran darah ke area gigitan karena dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan jaringan.

7. Termasuk hindari mengikat bagian tubuh dengan kain atau tali dengan harapan menghentikan laju racun. Cara ini justru dapat membuat pembuluh darah tersumbat dan menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya.

8. Segera menuju ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapat penanganan yang intensif. Walau digigit ular yang tidak beracun sekalipun, gigitan ular berisiko membuat Anda terinfeksi tetanus serta bakteri berbahaya.

Lamanya perawatan akibat gigitan ular bisa bergantung pada jenis ular dan seberapa parah dampak racun pada tubuh. Gigitan ular dan bisa king kobra tentunya butuh perawatan yang lebih intensif dibanding gigitan ular lainnya.  (CNN indonesia)

   
 
Batang Kuantan Meluap, Beberapa Wilayah di Batang Peranap Banjir
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:06

Turnamen Bola Voli Semi Open
Jumat, 13 Desember 2019 - 14:00

Malam hingga Dini Hari Besok Hujan Masih Guyur Riau
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:52

Sore Ini Lima Pintu Bukaan PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka Setinggi 150 Cm
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:47

Pekanbaru akan Gelar UN Terakhir SMP 2020
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:34

Siang Ini, PA 212 Geruduk Mabes Polri Tuntut Adili Sukmawati Dan Gus Muwafiq
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:29

Ormas Islam Sangkal Tuduhan Terima Suap dari China Terkait Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:28

Suap Jembatan Bangkinang, KPK Panggil Pegawai Dirjen Bina Marga Dan Direktur PT HD
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:25

PA 212 soal Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal: Terserah
Jumat, 13 Desember 2019 - 09:16

Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:45

Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan DBH Sawit Se Sumatera 2019
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:40

Media Asing: China Suap Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:33

Kritik Penghapusan UN, Fahri Hamzah: Jangan Seperti Sopir Bajaj Putar Arah!
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:25

Gaungkan #TangkapAbuJanda, Iwan Sumule: Ini Sudah Berulang dan Melukai Rakyat
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:21

Menjelang Pergantian Tahun 2020 Satpol-PP Kabupaten Siak Gelar Operasi PEKAT
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:18

Pemkab Siak Dorong Setiap Kampung Miliki Kawasan Ruang Terbuka Hijau
Jumat, 13 Desember 2019 - 08:10

Luruskan Soal Sertifikasi Majelis Taklim, Begini Kata Menag Fachrul Razi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:42

Bukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Bakal Ditambah Jadi 120 cm
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:31

37.265 Warga Pekanbaru Belum Rekam e-KTP
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:28

Ditemukan Jejak Harimau, BBKSDA Turunkan Tim
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:25

BPBD Riau Siapkan Alat Evakuasi Banjir di Titik-titik Rawan
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:32

Rancang Kalender Kegiatan 2020, PBSI Riau Gelar Mukerprov
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:22

Pembangunan Masjid Cheng Ho Rohil Dalam Tahap Pematangan Lahan
Kamis, 12 Desember 2019 - 12:05

Stop Retorika Pemberantasan Mafia Migas: Adili Ahok!
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com