Home
Penyeludupan TKI, Lima Warga Rupat Terancam Hukuman Berat | Dewan Minta Pemprov Riau Kaji Baik-Buruknya Stadion Utama Dikelola Investor Asing | Enam Mahasiswa Riau Berada di Wuhan China Dalam Kondisi Sehat, Begini Penjelasannya | PT SDS Akui CPO Tumpah di Perairan Dumai, Ini Penyebabnya | Gubri Minta Bupati/ Wali Kota Siaga Hadapi Potensi Karhutla | Tolak Pembekuan Izin Serta Diduga Keliru, Aktifis Minta Kadis PMPTSP Rohul Lakukan Peninjauan
Selasa, 28 Januari 2020
/ SainsTech / 14:55:29 / Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia! /
Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia!
Jumat, 08 November 2019 - 14:55:29 WIB

JAKARTA - Kaspersky Lab mengatakan Indonesia saat ini adalah negara dengan jumlah serangan terhadap ponsel paling banyak di Asia Tenggara. Data internal perusahaaan keamanan siber ini menunjukan dari Januari hingga September 2019, Kaspersky telah memblokir sebanyak 632.451 upaya serangan seluler di Indonesia.

Kaspersky juga menemukan bahwa sebanyak 29,07% pengguna Android Indonesia telah diamankan dari malware mobile selama periode yang sama.

Dari banyaknya upaya serangan ponsel di Indonesia, data Kaspersky menemukan 106 paket instalasi untuk trojan mobile banking di Indonesia dari sembilan bulan pertama tahun ini. Ini menempatkan Indonesia di antara tiga negara teratas dengan jumlah trojan perbankan terblokir, termasuk Thailand dengan jumlah 329, dan Malaysia dengan jumlah 215.

"Indonesia menjadi target yang menarik dan menggiurkan bagi para pelaku peretasan yang menargetkan pengguna seluler. Sekarang merupakan tantangan bagi semua pihak di negeri ini, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan status kebersihan digital," ujar General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara Yeo Siang Tiong.

Dalam hal jumlah paket instalasi untuk trojan ransomware seluler yang diblokir oleh Kaspersky, Indonesia memiliki jumlah tertinggi yakni 161 paket. Jumlah ini meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu sebanyak 96 trojan ransomware.

Untuk mengurangi potensi terjadinya infeksi ransomware dan malware, Kaspersky menyarankan beberapa hal, seperti mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play.

Walalupun belum sepenuhnya memberikan jaminan keamanan penuh, tetapi risiko untuk menemukan trojan akan jauh lebih rendah. Pasalnya aplikasi dari pihak ketiga adalah tempat persis para peretas membuat aplikasi mereka yang penuh dengan malware.

Selain itu, memblokir instalasi perangkat lunak dari sumber pihak ketiga dalam pengaturan perangkat. Ini menghilangkan ancaman yang diunduh secara acak dengan upaya meniru pembaruan sistem dan sejenisnya.

Kemudian, perhatikan izin yang diminta oleh aplikasi selama melakukan instalasi. Pikirkan apakah izin yang tertera cocok dengan tujuan aplikasi. Memberi izin yang salah dapat mengirim data sensitif Anda pada pihak ketiga.

Lalu, waspada terhadap uji coba antivirus gratis karena bisa jadi itu adalah malware samaran yang dapat menyerang perangkat seluler Anda. Perangkat lunak keamanan Android yang terjangkau tersedia dari vendor terpercaya dan secara efektif memblokir aplikasi berbahaya. [Republika]

   
 
DPRD Siak Tinjau Lahan PT Arara Abadi yang Bermasalah
Selasa, 28 Januari 2020 - 07:49

Super Ketat, Peserta Tes CPNS Siak Dilakukan Body Checking
Senin, 27 Januari 2020 - 20:30

Jumat Barokah, Polsek KelayangBantu Warga Kurang Mampu
Senin, 27 Januari 2020 - 20:24

Sekda Berharap Kinerja dan Kedisiplinan ASN Siak Terus Meningkat
Senin, 27 Januari 2020 - 20:15

Tanggapi Pernyataan Mahfud MD,
Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud
Senin, 27 Januari 2020 - 13:50

Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir akan Mengguyur Riau
Senin, 27 Januari 2020 - 12:40

Mulai Bersinar, Ini Daftar Harga Mobil Merek China per Januari 2020
Senin, 27 Januari 2020 - 12:34

Novel Karya Gadis Berusia 18 Tahun Ini Akan Difilmkan
Senin, 27 Januari 2020 - 12:10

Bupati Inhu Buka Liga Sepak Bola Lubuk Batu Jaya
Senin, 27 Januari 2020 - 12:03

Jalan Masuk RAM Bongkal Malang Kelayang Tempat Transaksi Sabu, Dua Pemuda Dibekuk Polisi
Senin, 27 Januari 2020 - 11:50

Virus Corona Mematikan Dan Belum Ada Obatnya, Tetapi Bukan Berarti Tidak Bisa Sembuh
Senin, 27 Januari 2020 - 11:46

Legenda NBA, Kobe Bryant Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Helikopter
Senin, 27 Januari 2020 - 09:43

Pajak Air Permukaan PLTA Sepenuhnya untuk Riau Per Januari Ini
Senin, 27 Januari 2020 - 09:41

Unilak Gelar Training Mulok Budaya Melayu Riau Selama 6 Hari
Senin, 27 Januari 2020 - 09:32

RSUD Arifin Achmad Jadi RS Rujukan Kasus Corona
Senin, 27 Januari 2020 - 09:29

Israel Larang Khutbah di Masjid Al-Aqsa Selama 4 Bulan
Senin, 27 Januari 2020 - 08:58

Dipuja-puji Jokowi Dan BG, Sandiaga: Jangan Terjebak Politik 2024
Senin, 27 Januari 2020 - 08:55

Mulai Pagi Ini 6.178 CPNS Riau Jalani Ujian SKD
Senin, 27 Januari 2020 - 08:52

Bupati H Sukiman Bangga Pada
KSU Parnados, Upayakan Penyediaan Pupuk Subsidi Untuk Petani
Senin, 27 Januari 2020 - 08:45

Bupati H Sukiman Peran Bumdes Dongkrak Perekonomian Masyarakat
Senin, 27 Januari 2020 - 08:31

Hukum Makan Kelelawar dan Ular dalam Islam
Senin, 27 Januari 2020 - 08:21

Peras Kades Rp39 Juta, Empat Wartawan Mengaku KPK Ditangkap
Senin, 27 Januari 2020 - 08:14

Kelelawar, Hewan Pembawa 137 Virus Penyakit
Senin, 27 Januari 2020 - 08:08

Pemkot Pekanbaru Akan Bebaskan 1.500 Ha Lahan untuk Sawit
Senin, 27 Januari 2020 - 08:04

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com