Home
Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19 | PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan | Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina | Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea | Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu | Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Rabu, 27 Mei 2020
/ Lifestyle / 10:06:48 / Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya /
Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya
Rabu, 06 November 2019 - 10:06:48 WIB

JAKARTA - Sedikitnya jumlah perempuan yang bekerja di perusahaan menjadi perhatian saat ini. Menurut riset dari lembaga konsultan firma McKinsey & Company, ada beberapa hambatan bagi perempuan, yang menjadi alasan tak banyak perempuan bisa bekerja di sebuah perusahaan.

Associate Partner McKinsey & Company, Sebastian Jammer, mengatakan, sebenarnya perempuan memiliki ambisi yang sama dengan laki-laki di ranah pekerjaan. "Perempuan yang bekerja, bukan tidak ingin memiliki karier dan bukan tidak ingin bekerja. Keinginan itu hampir sama dengan keinginan laki-laki," ungkap dia di kantor Gojek, di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam riset yang dilakukan pada 2013 lalu, sebanyak 79 persen perempuan yang terlibat dalam riset, mengatakan ingin memiliki karier yang cemerlang saat dia bekerja. Perempuan juga memiliki aspirasi untuk menempati jabatan yang tinggi di perusahaan.

Persentase itu hampir mirip dengan persentase laki-laki yang terlibat dalam riset. Laki-laki juga ingin memiliki jenjang karier yang lebih panjang dan lebih tinggi. Persentasenya sebanyak 81 persen dari jumlah responden.

Akan tetapi, ada hambatan-hambatan yang menjadi alasan mengapa masih sedikitnya perempuan yang berkarier. Hal yang pertama adalah perempuan biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah untuk meraih karier yang lebih tinggi.

Setidaknya, ada sebanyak 58 persen responden perempuan yang bekerja pada jabatan level menengah ke atas yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier yang tinggi. Persentase ini lebih rendah dari pada responden laki-laki yang setuju percaya diri, dengan persentase 76 persen.

Lalu, pada jabatan level senior, ada sebanyak 69 persen responden perempuan yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier tinggi. Persentase ini juga lebih rendah dari persentase responden laki-laki dengan jumlah 86 persen.

"Hal ini sebenarnya bisa didukung oleh lingkungan dengan tidak menilai perempuan hanya dari penampilannya saja. Dan sebagai perempuan, sebaiknya cobalah untuk lebih percaya diri," ungkap Sebastian.

Hambatan berikutnya adalah perempuan merasa tidak didukung oleh lingkungan sekitarnya. Setidaknya ada 59 persen responden perempuan yang merasa tidak didukung atau merasa netral dalam dunia pekerjaannya.

"Saya yakin kita tidak ada masalah dengan merekrut perempuan dalam perusahaan kita. Tapi apakah kita benar-benar merekrut perempuan secara eksplisit dan mendukungnya?" kata dia.

Hambatan yang terakhir ditemukan di Indonesia adalah perempuan di Indonesia masih banyak yang menjadi tumpuan kepercayaan oleh keluarga mereka. Setidaknya ada 78 persen responden perempuan yang percaya bahwa harapan keluarga pada perempuan menahan mereka untuk berkarier lebih tinggi.

Artinya, masih ditemukan di Indonesia bahwa perempuan masih diinginkan untuk berada di rumah saja oleh keluarga, mengurus anak, dan mengurus rumah. Akan tetapi, McKinsey & Company menemukan itu paling banyak di kota-kota kecil, bahkan pedesaan.

"Di kota metropolitan seperti di Jakarta, keluarga progresif dan lebih tidak masalah. Karena keluarganya pun mendukung karena hidup di Jakarta harus banyak pendapatan buat keluarga. Kalau di kota yang lebih kecil, seperti Bandung, umumnya lebih tradisional," tutur Sebastian.

Meskipun demikian, McKinsey & Company menilai pelibatan perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia memiliki nilai sedikit lebih bagus dari rata-rata di Asia Pasifik. Sebastian memberikan apresiasi mengenai ini, namun tetap saja dalam penambahan pelibatan perempuan, kata dia, harus terus ditingkatkan lagi. [Republika]

   
 
PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29

AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:18

Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Jadi 6 Bulan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:11

Kenapa Mal Boleh Buka Sementara Warga Diminta Salat di Rumah? Ini Penjelasan Pemko Pekanbaru
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:07

Tiga Bus Mengangkut Pemudik dari Pekanbaru ke Lampung "Terjaring" Petugas Pos PSBB Pelalawan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:01

H-5 Idul Fitri, Jalan di Kota Pekanbaru Mulai Padat Lagi
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57

Sejumlah Kegiatan Dilelang, Tak Semua APBD Riau Dialihkan untuk Penanganan Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53

110 Penulis Satupena Ikut Menulis Buku "Kemanusiaan pada Masa Corona"
Senin, 18 Mei 2020 - 17:27

Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
Senin, 18 Mei 2020 - 17:18

Bupati Siak Ingatkan Camat dan Penghulu Lakukan Sosialisasi Secara Intensif
Senin, 18 Mei 2020 - 17:06

Gubri Imbau Umat Muslim di Riau Patuhi Fatwa MUI, Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah
Senin, 18 Mei 2020 - 17:02

349 Karyawan di PHK dan 6.000 Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 16:54

Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Fungsional Mulai 18 Mei Sampai H+7 Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 16:35

Polri Halau 48.472 Kendaraan Pemudik
Senin, 18 Mei 2020 - 16:32

MUI Beri Kelonggaran Salat Id Untuk Daerah Zona Hijau Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 13:58

Mal Disesaki Warga, DPRD Pekanbaru Minta Pemprov Riau Ikut Sukseskan PSBB
Senin, 18 Mei 2020 - 13:53

3 Hal Ini Jadi Fokus Polda Riau dalam Pelaksanaan PSBB di Riau
Senin, 18 Mei 2020 - 13:49

Pansus Covid-19 Temukan APD yang Dibeli Diskes Bengkalis untuk Tenaga Medis Tidak Standar
Senin, 18 Mei 2020 - 13:38

Gubri Luncurkan Operasi Pasar untuk Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 13:30

Ragu Berakhir Juni, Pakar Prediksi 2020 RI Masih Sibuk Corona
Senin, 18 Mei 2020 - 13:27

Setiap Orang Masuk ke Riau akan Dipantau dan Wajib Karantina Mandiri
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:47

H-7 Idul Fitri, Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:43

DPRD Pastikan Riau Dapat Pajak Air Permukaan PLTA Koto Panjang Rp 3,4 Miliar Mulai 2020
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:19

Rendang Sajian Alternatif di Masa Pandemi Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:09

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com