Home
Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi | Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV | Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra | Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi | Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon | Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Selasa, 12 November 2019
/ Lifestyle / 10:06:48 / Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya /
Ini Faktor Penyebab Perempuan Indonesia Terhambat Kariernya
Rabu, 06 November 2019 - 10:06:48 WIB

JAKARTA - Sedikitnya jumlah perempuan yang bekerja di perusahaan menjadi perhatian saat ini. Menurut riset dari lembaga konsultan firma McKinsey & Company, ada beberapa hambatan bagi perempuan, yang menjadi alasan tak banyak perempuan bisa bekerja di sebuah perusahaan.

Associate Partner McKinsey & Company, Sebastian Jammer, mengatakan, sebenarnya perempuan memiliki ambisi yang sama dengan laki-laki di ranah pekerjaan. "Perempuan yang bekerja, bukan tidak ingin memiliki karier dan bukan tidak ingin bekerja. Keinginan itu hampir sama dengan keinginan laki-laki," ungkap dia di kantor Gojek, di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam riset yang dilakukan pada 2013 lalu, sebanyak 79 persen perempuan yang terlibat dalam riset, mengatakan ingin memiliki karier yang cemerlang saat dia bekerja. Perempuan juga memiliki aspirasi untuk menempati jabatan yang tinggi di perusahaan.

Persentase itu hampir mirip dengan persentase laki-laki yang terlibat dalam riset. Laki-laki juga ingin memiliki jenjang karier yang lebih panjang dan lebih tinggi. Persentasenya sebanyak 81 persen dari jumlah responden.

Akan tetapi, ada hambatan-hambatan yang menjadi alasan mengapa masih sedikitnya perempuan yang berkarier. Hal yang pertama adalah perempuan biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah untuk meraih karier yang lebih tinggi.

Setidaknya, ada sebanyak 58 persen responden perempuan yang bekerja pada jabatan level menengah ke atas yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier yang tinggi. Persentase ini lebih rendah dari pada responden laki-laki yang setuju percaya diri, dengan persentase 76 persen.

Lalu, pada jabatan level senior, ada sebanyak 69 persen responden perempuan yang berpendapat tidak setuju akan kepercayaan diri mengenai sukses mencapai karier tinggi. Persentase ini juga lebih rendah dari persentase responden laki-laki dengan jumlah 86 persen.

"Hal ini sebenarnya bisa didukung oleh lingkungan dengan tidak menilai perempuan hanya dari penampilannya saja. Dan sebagai perempuan, sebaiknya cobalah untuk lebih percaya diri," ungkap Sebastian.

Hambatan berikutnya adalah perempuan merasa tidak didukung oleh lingkungan sekitarnya. Setidaknya ada 59 persen responden perempuan yang merasa tidak didukung atau merasa netral dalam dunia pekerjaannya.

"Saya yakin kita tidak ada masalah dengan merekrut perempuan dalam perusahaan kita. Tapi apakah kita benar-benar merekrut perempuan secara eksplisit dan mendukungnya?" kata dia.

Hambatan yang terakhir ditemukan di Indonesia adalah perempuan di Indonesia masih banyak yang menjadi tumpuan kepercayaan oleh keluarga mereka. Setidaknya ada 78 persen responden perempuan yang percaya bahwa harapan keluarga pada perempuan menahan mereka untuk berkarier lebih tinggi.

Artinya, masih ditemukan di Indonesia bahwa perempuan masih diinginkan untuk berada di rumah saja oleh keluarga, mengurus anak, dan mengurus rumah. Akan tetapi, McKinsey & Company menemukan itu paling banyak di kota-kota kecil, bahkan pedesaan.

"Di kota metropolitan seperti di Jakarta, keluarga progresif dan lebih tidak masalah. Karena keluarganya pun mendukung karena hidup di Jakarta harus banyak pendapatan buat keluarga. Kalau di kota yang lebih kecil, seperti Bandung, umumnya lebih tradisional," tutur Sebastian.

Meskipun demikian, McKinsey & Company menilai pelibatan perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia memiliki nilai sedikit lebih bagus dari rata-rata di Asia Pasifik. Sebastian memberikan apresiasi mengenai ini, namun tetap saja dalam penambahan pelibatan perempuan, kata dia, harus terus ditingkatkan lagi. [Republika]

   
 
Din Syamsuddin: Pernah IPNU Lalu Muhammadiyah
Minggu, 10 November 2019 - 10:06

Riau Berhasil Pertahankan Juara Umum Porwil Sumatera
Minggu, 10 November 2019 - 09:28

Fahri Hamzah Bocorkan Faktor Banyaknya Kader PAS Pindah Ke Gelora
Minggu, 10 November 2019 - 09:22

Rizieq Shihab: Arab Saudi Bisa Cabut Cekal Asal Saya Tidak Diganggu
Minggu, 10 November 2019 - 09:14

Tuding Kasus Novel Baswedan Rekayasa, Dewi Tanjung Telah Hina Rumah Sakit Hingga Polisi
Minggu, 10 November 2019 - 09:12

Tunggakan BPJS Kesehatan Senilai Rp400 Miliar Disorot DPRD Riau
Sabtu, 09 November 2019 - 12:03

Bumdes Olang Putie Desa Sungai Alah Terbentuk
Sabtu, 09 November 2019 - 11:55

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Warga Keluhkan Kualitas PDAM, Pembuatan E-KTP, dan Tenaga Kerja Lokal di Reses Dewan Suryono
Sabtu, 09 November 2019 - 11:34

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Reses I Dewan Suryono, Warga Minas Barat Keluhkan Pengadaan Sarana Pendidikan dan Air Bersih
Sabtu, 09 November 2019 - 11:32

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Anggota DPRD, Suryono Sambangi Korban Kebakaran di Minas dan Beri Bantuan
Jumat, 08 November 2019 - 15:21

Pelajar SMP Pekanbaru Korban Perundungan Sampai Harus Jalani Operasi di RS
Jumat, 08 November 2019 - 15:14

Jangan Bingung, Ini 9 Susunan Acara Lamaran Pernikahan
Jumat, 08 November 2019 - 15:07

Dewi Tanjung, Caleg Gagal Pelapor HRS, Novel, Hingga Amien
Jumat, 08 November 2019 - 14:58

Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia!
Jumat, 08 November 2019 - 14:55

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Reses Dewan Suryono, Masyarakat Keluhkan Wacana Pembangunan Pabrik Limbah B3 di Minas
Jumat, 08 November 2019 - 14:45

Fahira Perkarakan Ade Armando Bukan Karena Anies, Tapi Demi Penegakan Hukum
Jumat, 08 November 2019 - 14:37

Wiper Getar Saat Menyeka Air di Kaca Mobil? Ini Lho Penyebabnya
Jumat, 08 November 2019 - 11:32

Lampu Indikator Nyala di Dasbor, Boleh Panik tapi Lihat Warnanya Dulu
Jumat, 08 November 2019 - 11:28

Pelaku Karhutla Bukan KTP Riau
Jumat, 08 November 2019 - 11:21

Karhutla Riau Habiskan Rp468 Miliar Bikin Sedih Ponakan Prabowo
Jumat, 08 November 2019 - 11:10

Triparti Pekanbaru Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp2,9 Juta
Jumat, 08 November 2019 - 11:08

Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme
Jumat, 08 November 2019 - 08:10

Mahathir Mohamad Tak Akan Mundur Sebelum Masalah Negara Selesai
Jumat, 08 November 2019 - 07:54

Jokowi Tunjuk Pratikno Jadi Ketua Tim Seleksi Dewan Pengawas KPK
Jumat, 08 November 2019 - 07:50

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com