Home
Jelang Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Kuansing Buka Pendaftaran Panwascam | Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh
Rabu, 13 November 2019
/ Riau Region / 07:54:51 / Gubernur Riau Khawatirkan Asap Karhutla Kiriman Tetangga, Begini Penjelasannya /
Gubernur Riau Khawatirkan Asap Karhutla Kiriman Tetangga, Begini Penjelasannya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:54:51 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar mengkhawatirkan kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi akan semakin pekat menyelimuti daerah berjuluk "bumi lancang kuning" tersebut.

Syamsuar di Pekanbaru, Rabu, mengatakan jumlah titik panas di Riau relatif jauh lebih sedikit dibandingkan Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi. Asap kiriman dinilainya sangat berpeluang mencapai Riau apabila arah angin berubah ke arah utara.

"Di Riau titik api tidak banyak, hanya di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Tetapi di provinsi tetangga titik apinya cukup besar," kata Syamsuar kepada wartawan di Pekanbaru.

Syamsuar yang juga menjabat Komandan Satgas Karhutla Riau ini meminta seluruh kepala daerah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla dari pembukaan lahan dengan membakar. Apalagi, baru pada awal Oktober ini status Darurat Pencemaran Udara akibat asap karhutla di Riau berakhir.

Meski begitu, ia mengingatkan status Siaga Darurat Karhutla Riau masih berlaku hingga 31 Oktober 2019.

"Tentunya harapan kami, Satgas provinsi kepada seluruh bupati/wali kota untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar karhutla tidak timbul lagi," katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru pada Rabu petang, asap terdeteksi di dua daerah di Riau yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan. Meski begitu jarak pandang belum terganggu karena di Pekanbaru dan Pelalawan masih mencapai empat kilometer dan tiga kilometer.

Jumlah titik panas di wilayah Sumatera pada Rabu pagi paling banyak terdapat di Jambi dan Sumsel. Satelit Terra dan Aqua mendeteksi ada 393 titik panas di Sumsel, sedangkan di Jambi ada 239 titik. Di Provinsi Riau terdeteksi ada 27 titik panas, yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti satu titik, Pelalawan 3 titik, Indragiri Hulu 6 titik dan Indragiri Hilir ada 17 titik.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kualitas udara di Riau, Jambi, dan Sumsel dalam kategori sangat tidak sehat karena asap karhutla.

"Meskipun jumlah titik panas turun drastis sejak Selasa (15/10), kualitas udara di tiga provinsi masih pada kategori sangat tidak sehat," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo, melalui siaran pers, Rabu.

Agus mengatakan berdasarkan pengukuran PM 2,5 kualitas udara di Sumatera Selatan berada pada tingkat 195, Jambi pada tingkat 170, dan Riau pada tingkat 160.

Jumlah titik panas yang teridentifikasi di tiga provinsi tersebut sebanyak 158 titik dengan perincian 96 titik di Sumatera Selatan, 52 titik di Jambi, dan 10 titik di Riau. Jumlah titik panas tersebut dihitung berdasarkan data modis-catalog Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama 24 jam terakhir dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30 persen.  (ANTARA)

   
 
Pendiri WhatsApp Terus Dukung Kampanye Delete Facebook
Selasa, 12 November 2019 - 14:40

Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com