Home
Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi | Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV | Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra | Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi | Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon | Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Selasa, 12 November 2019
/ Riau Region / 14:16:05 / Deklarasi Oposisi Rocky Gerung, Siapa Mau Bergabung? /
Deklarasi Oposisi Rocky Gerung, Siapa Mau Bergabung?
Selasa, 15 Oktober 2019 - 14:16:05 WIB

Oleh: Hersubeno Arief

MANUVER dan pilihan politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuat Rocky Gerung "ingkar" janji.

Tanpa menunggu pelantikan presiden, dia sudah mengumumkan sikapnya: Oposisi terhadap Prabowo!

Rocky bahkan berjanji akan berkeliling Indonesia, mengajak para kampret (mantan pendukung Prabowo) bergabung bersamanya.

"Benar. Deklarasi sebagai oposisi terhadap Prabowo terpaksa saya majukan," ujar Rocky dalam tayangan perdana resonansi.tv (berbasis youtube) Selasa (15/10).

Bagi yang tidak paham konteks dan sikap politiknya, keputusan Rocky ini agak membingungkan.

Pada kampanye pilpres lalu Rocky berjanji. "Pak Prabowo akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini," kata Rocky di hadapan ribuan alumni perguruan tinggi pendukung Prabowo-Sandi di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Apa lacur ternyata Prabowo kalah. Seharusnya tidak ada pelantikan. Seharusnya Prabowo tetap bersama kampret. Bersama Rocky menjadi oposisi. Mengkritik pemerintah. Bukan dikritik.

Namun melihat manuvernya dalam beberapa hari terakhir, publik sadar, Prabowo tidak akan pernah menjadi oposisi. Tidak akan timbul tenggelam bersama rakyat, seperti yang dia janjikan.

Safari politiknya menunjukkan dia telah menjadi bagian terpenting dari pemerintahan Jokowi. Menjadi aktor utama mewakili kepentingan Megawati dan Jokowi.

Jumat (11/10), Prabowo bertemu dengan Jokowi di Istana. Saat itu dia mengaku memenuhi undangan Jokowi.

Kepada media secara diplomatis Prabowo menyatakan siap membantu Jokowi bila dibutuhkan. Namun seandainya tidak berada di kabinet, Gerindra akan loyal sebagai penyeimbang. Bukan oposisi.

Basa-basi politisi yang sudah basi!

Setelah bertemu Jokowi, Ahad malam (13/10) Prabowo melanjutkan safari politiknya. Secara mengejutkan dia bertandang ke rumah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Sebelumnya agak sulit membayangkan kedua figur ini bisa bertemu, apalagi kemudian saling rangkul, peluk, tertawa bersama dan mengaku punya banyak kesamaan pandangan.

Prabowo selama ini secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Surya Paloh. Dia selalu menolak diwawancarai oleh Metro TV milik Surya.

Prabowo menyebut Metro TV tidak punya akhlak dan pencetak kebohongan. Sebaliknya Metro TV juga selalu memberitakan Prabowo secara miring. Termasuk dalam editorialnya sebagai sikap resmi redaksi.

Hubungan keduanya seperti anjing dan kucing. Seperti tokoh kartun legendaris Tom and Jerry. Tak pernah akur.

"Permusuhan" keduanya terus berlanjut. Saat Prabowo bertemu Megawati dalam diplomasi nasi goreng, pada saat yang sama Surya menggelar pertemuan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Setelah itu Surya maupun media miliknya Metro TV dan Media Indonesia mulai menyuarakan pentingnya oposisi. Surya juga mulai melakukan kritik dan bersuara miring terhadap beberapa kebijakan pemerintahan Jokowi.

Pada pelantikan anggota DPR RI (2/10) terjadi drama politik yang cukup menarik. Mega tidak menyalami Surya. Padahal Surya sudah berdiri menyambutnya.

Mustahil pertemuan Prabowo dengan Surya kali ini tanpa sepengetahuan dan restu Megawati. Mereka saat ini telah menjadi satu paket yang solid.

Pemilihan ketua MPR adalah salah satu contohnya. Gerindra akhirnya sepakat mendukung Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR setelah Prabowo menemui Megawati. Padahal sebelumnya mereka ngotot mengajukan Ahmad Muzani.

Sehari kemudian, Senin malam (14/10), Prabowo bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Setelah itu dia juga direncanakan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Pertemuan Prabowo dengan para ketua umum partai pendukung Jokowi ini tentu saja sangat menarik dan menimbulkan tandatanya.

Dalam kapasitas apa, dan apa pula kepentingannya?

Prabowo tampaknya telah mendapat peran baru. Dia menjadi semacam mediator mempertemukan kepentingan Megawati sebagai pemegang saham mayoritas pemerintah, dengan para partner pemegang saham lainnya.

Safari politik itu juga sekaligus menjadi semacam pemberitahuan resmi kepada partai-partai pendukung pemerintah. Bahwa saat ini dia yang mengendalikan permainan.

Bila tidak mencapai titik temu, maka seperti dikatakan Rocky, bisa terjadi kampret mengusir cebong.

Menjadi Perdana Menteri

"Kelihatannya Prabowo akan menjadi semacam Perdana Menteri. Menjalankan peran yang selama ini dimainkan Luhut Panjaitan. Bahkan lebih besar," ujar Rocky.

Rocky menduga Prabowo akan menempati posisi sebagai Menko Polhukam, sesuai dengan latar belakang dan keahliannya. Bukan posisi Wantimpres seperti yang selama ini diduga.

Dengan posisinya tersebut, Prabowo juga akan mengambil alih peran Wapres Maruf Amin, termasuk dalam diplomasi internasional. Peran itu selama ini dijalankan oleh Wapres Jusuf Kalla dan tidak mungkin dimainkan Maruf.

Hanya saja dalam catatan Rocky kemungkinan besar Prabowo akan menghadapi persoalan, terutama catatan lamanya yang berhubungan dengan kasus HAM. Bila itu bisa diatasi, maka dia akan menjadi tokoh nomor dua di republik ini setelah Jokowi.

Besarnya peran Prabowo itu tak lepas dari kepentingan politik Ketua Umum PDIP Megawati. "Dia merasa lebih nyaman, dan sudah paham luar dalam soal Prabowo," ujar Rocky.

Megawati ingin mengamankan kepentingan politik dan keberlangsungan kekuasaannya pasca Jokowi. Prabowo merupakan sekutu politik yang paling tepat dibandingkan ketua umum partai lain, termasuk Surya.

Pertemuan Prabowo dengan para ketum parpol menjadi semacam negosiasi, bagi-bagi kapling di kabinet.

Pos-pos penting dan strategis secara politik dan menghasilkan uang dikuasai oleh Megawati dan Prabowo. Sementara pos-pos kabinet yang hanya menghabiskan uang, silakan dibagi-bagi ke parpol lainnya.

Baku atur, cincai diantara para oligarki.

Tinggal rakyat bingung sendiri. Baik pemilih Jokowi, maupun Prabowo cuma bisa melongo. Akal sehat mereka tidak bisa mencerna.

Mereka masih gontok-gontokan. Para politisi junjungan mereka rangkul-rangkulan, bagi kapling rezeki dan kekuasaan. Tak perlu ada oposisi, sehingga mereka bebas tanpa kontrol, melakukan apa saja.

"Beli nomor 1, kok dapatnya nomor 2. Promo berlaku selama 5 tahun". Begitulah meme menggambarkan suasana hati rakyat. Getir dan bikin kita hanya bisa tersenyum kecut.

Demokrasi khas ala Indonesia. Ala Nusantara!

Tanpa representasi parpol sebagai oposisi di DPR, rakyat akan berhadapan langsung dengan pemerintah. Hanya dengan PKS sebagai oposisi, perannya tidak signifikan.

"Bila situasi ekonomi dan politik memburuk, sulit terhindarkan munculnya DPR jalanan. Anak-anak STM bisa kuasai kabinet," terang Rocky.

Itulah pentingnya rakyat yang tetap berakal sehat bergabung. Menjadi kekuatan kontrol dan kritis terhadap pemerintah.

Apakah Rocky Gerung bersedia menjadi pemimpinnya?




Penulis adalah pemerhati sosial.

[Rmol]

   
 
Din Syamsuddin: Pernah IPNU Lalu Muhammadiyah
Minggu, 10 November 2019 - 10:06

Riau Berhasil Pertahankan Juara Umum Porwil Sumatera
Minggu, 10 November 2019 - 09:28

Fahri Hamzah Bocorkan Faktor Banyaknya Kader PAS Pindah Ke Gelora
Minggu, 10 November 2019 - 09:22

Rizieq Shihab: Arab Saudi Bisa Cabut Cekal Asal Saya Tidak Diganggu
Minggu, 10 November 2019 - 09:14

Tuding Kasus Novel Baswedan Rekayasa, Dewi Tanjung Telah Hina Rumah Sakit Hingga Polisi
Minggu, 10 November 2019 - 09:12

Tunggakan BPJS Kesehatan Senilai Rp400 Miliar Disorot DPRD Riau
Sabtu, 09 November 2019 - 12:03

Bumdes Olang Putie Desa Sungai Alah Terbentuk
Sabtu, 09 November 2019 - 11:55

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Warga Keluhkan Kualitas PDAM, Pembuatan E-KTP, dan Tenaga Kerja Lokal di Reses Dewan Suryono
Sabtu, 09 November 2019 - 11:34

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Reses I Dewan Suryono, Warga Minas Barat Keluhkan Pengadaan Sarana Pendidikan dan Air Bersih
Sabtu, 09 November 2019 - 11:32

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Anggota DPRD, Suryono Sambangi Korban Kebakaran di Minas dan Beri Bantuan
Jumat, 08 November 2019 - 15:21

Pelajar SMP Pekanbaru Korban Perundungan Sampai Harus Jalani Operasi di RS
Jumat, 08 November 2019 - 15:14

Jangan Bingung, Ini 9 Susunan Acara Lamaran Pernikahan
Jumat, 08 November 2019 - 15:07

Dewi Tanjung, Caleg Gagal Pelapor HRS, Novel, Hingga Amien
Jumat, 08 November 2019 - 14:58

Mengerikan, Hacker Paling Banyak Serang Ponsel Orang Indonesia!
Jumat, 08 November 2019 - 14:55

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN SIAK
Reses Dewan Suryono, Masyarakat Keluhkan Wacana Pembangunan Pabrik Limbah B3 di Minas
Jumat, 08 November 2019 - 14:45

Fahira Perkarakan Ade Armando Bukan Karena Anies, Tapi Demi Penegakan Hukum
Jumat, 08 November 2019 - 14:37

Wiper Getar Saat Menyeka Air di Kaca Mobil? Ini Lho Penyebabnya
Jumat, 08 November 2019 - 11:32

Lampu Indikator Nyala di Dasbor, Boleh Panik tapi Lihat Warnanya Dulu
Jumat, 08 November 2019 - 11:28

Pelaku Karhutla Bukan KTP Riau
Jumat, 08 November 2019 - 11:21

Karhutla Riau Habiskan Rp468 Miliar Bikin Sedih Ponakan Prabowo
Jumat, 08 November 2019 - 11:10

Triparti Pekanbaru Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp2,9 Juta
Jumat, 08 November 2019 - 11:08

Hindari Polemik, MUI Pekanbaru Minta Pemerintah Buat Definisi Radikalisme
Jumat, 08 November 2019 - 08:10

Mahathir Mohamad Tak Akan Mundur Sebelum Masalah Negara Selesai
Jumat, 08 November 2019 - 07:54

Jokowi Tunjuk Pratikno Jadi Ketua Tim Seleksi Dewan Pengawas KPK
Jumat, 08 November 2019 - 07:50

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com