Home
Jelang Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Kuansing Buka Pendaftaran Panwascam | Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi | Rumah Tempat Transaksi Narkoba Digrebek Polisi, Dua Tersangka Diringkus | Hamili Anak Sendiri, Ayah Bejat ini Ditangkap | Maruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun | SK Sekdaprov Riau Definitif Belum Keluar, BKD Ajukan Ahmad Syah Sebagai Plh
Rabu, 13 November 2019
/ Metropolitan / 12:59:03 / Layanan BPJS Kesehatan Lebih Dinikmati Orang Kaya Dibanding yang Miskin /
Layanan BPJS Kesehatan Lebih Dinikmati Orang Kaya Dibanding yang Miskin
Senin, 14 Oktober 2019 - 12:59:03 WIB

JAKARTA - Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) menilai bahwa saat ini manfaat BPJS Kesehatan lebih banyak dinikmati oleh orang kaya yang termasuk peserta mandiri dibanding orang miskin yang termasuk PBI (Penerima Bantuan Iuran). Padahal iuran dari PBI tersebut merupakan yang paling besar.

Staff Jaminan Sosial KRPI, Timboel Siregar mengungkapkan, terbatasnya biaya dan akses pengetahuan orang miskin terhadap BPJS membuat mereka tidak dapat merasakan manfaatnya. Bahkan banyak di antaranya tidak tahu kalau dirinya sudah terdaftar sebagai peserta.

Dia mencontohkan, saat orang miskin dirujuk ke sebuah Rumah Sakit (RS) di kota, banyak yang terpaksa tidak berangkat sebab terkendala oleh biaya.

"Fasilitas kesehatan ini kan gak semua tersedia, orang dirujuk ke kota dia harus berangkat sendiri, bagaimana orang yang menemani? harus dikasih makan juga, kalau dia (berangkat) sendiri ya gak bakalan mungkin. Dari pada nyusahin, sudah kita di rumah saja deh, jadi utilitasnya rendah," kata dia saat ditemui usai diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (13/11/2019).

Sementara itu, orang kaya saat dirujuk ke RS di kota bahkan yang letaknya jauh pun dapat langsung berangkat kata dia. Selain itu, orang kaya mudah memperoleh akses pengetahuan mengenai BPJS sebab terbantu dengan adanya teknologi.

"Kalau dari utilitas jelas bahwa peserta mandiri yang orang-orang kaya ini tahu pengetahua buka google, bertanya. Tapi kan orang miskin belum tentu buka google, belum tentu juga punya duit untuk ke faskes lanjutan," keluhnya, dikutip dari merdeka.

Oleh karena itu, harus ada afirmasi bagi para peserta miskin tersebut. Terutama dengan adanya kenaikan besaran iuran.

Kenaikan iuran, harus sebanding dengan peningkatan layanan terutama untuk warga miskin. Mulai dari pertama kali mendaftar berobat hingga proses rujukan.

Seperti diketahui iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II naik, masing-masing kelas akan naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 dan Rp 51.000 menjadi Rp 110.000

"Harus diikuti afirmasi action untuk rakyat miskin. Kalau dia harus dirujuk harus dipastikan transportasinya harus sampai dan orang yang menemaninya dikasih makan. Harus ada afirmasi untuk merespon kenaikan iuran yang sangat besar ini. Kalau begini-gini aja, kasian juga orang miskin hanya sebagai objek untuk menambah iuran," tutupnya. (*)

   
 
Pendiri WhatsApp Terus Dukung Kampanye Delete Facebook
Selasa, 12 November 2019 - 14:40

Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:24

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
Selasa, 12 November 2019 - 13:21

CPNS 2019: Passing Grade Diturunkan dan Ada Soal Radikalisme
Selasa, 12 November 2019 - 13:17

Penyebab Gigi Berlubang yang Harus Dihindari
Selasa, 12 November 2019 - 13:15

Munarman: Kasus Hukum Habib Rizieq Cuma Dua Dan Sudah SP3
Selasa, 12 November 2019 - 13:01

Pasca Kasus Bullying SMPN 38, Disdik Pekanbaru Terbitkan Surat Imbauan untuk SD dan SMP
Selasa, 12 November 2019 - 12:58

Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 12:53

Security BOB Gagalkan Aksi Illegal Tapping di Kawasan Gasib
Selasa, 12 November 2019 - 12:51

RSD Madani Kalah Sama Puskesmas, Wawako Ayat Cahyadi Heran
Selasa, 12 November 2019 - 12:48

Polsek Kuantan Mudik Amankan Seorang Wanita Pembawa Sabu
Selasa, 12 November 2019 - 12:42

Kontribusi tak Ada, Jalan Jadi Rusak, Dewan akan Buat Perda Menertibkan Truk Non BM di Riau
Selasa, 12 November 2019 - 09:35

Persaingan Ketat, Pelamar CPNS Diprediksi 4 Juta Orang
Selasa, 12 November 2019 - 09:32

Kok Bisa, Dokter Gadungan 25 Tahun Bekerja di Pelni
Selasa, 12 November 2019 - 09:30

Perhatikan Ini Sebelum Investasi Logam Mulia
Selasa, 12 November 2019 - 09:27

Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih, Benarkah?
Selasa, 12 November 2019 - 09:25

Meski Dicekal, Habib Rizieq Bebas Lakukan Umrah
Selasa, 12 November 2019 - 09:19

Beda dari PBNU, PKS Nilai Salam Agama Lain Bukan Toleransi
Senin, 11 November 2019 - 13:56

Mahfud Tantang Rizieq Kirim Surat Pencekalan: Kok Hanya di TV
Senin, 11 November 2019 - 13:54

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular King Kobra
Senin, 11 November 2019 - 13:51

Malaysia Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Lebih Besar Lagi
Senin, 11 November 2019 - 12:30

Mau Daftar di Situs sscn.bkn.go.id ? Belum Mulai, Masih Coming Soon
Senin, 11 November 2019 - 11:01

Dapat Kuota 346 CPNS, Pemko Pekanbaru Masih Kekurangan 2.000 ASN
Senin, 11 November 2019 - 10:58

FPI Bakal Ungkap Bukti Pencekalan Habib Rizieq
Senin, 11 November 2019 - 10:39

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com