Home
Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19 | PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan | Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina | Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea | Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu | Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Rabu, 27 Mei 2020
/ Nasional / 08:09:49 / WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan /
WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
Jumat, 20 September 2019 - 08:09:49 WIB

JAKARTA - World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia disengaja untuk penguasaan lahan. Ada para pemilik modal atau cukong yang membiayai pembakaran lahan oleh masyarakat.

Di negara lain, kata Direktur Policy & Advocacy WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, juga terjadi karhutla yang sama-sama akibat ulah manusia. Tapi seperti di Australia dan California (Amerika Serikat), karhutla yang terjadi tak terkait dengan upaya penguasaan lahan.

Meski demikian, Aditya tak mengungkapkan apakah cukong dimaksud perorangan, sekelompok orang yang teroganisir, atau justru korporasi. Hanya saja sebagai petunjuk awal bisa dilihat dari pihak-pihak yang mengambil manfaat dari yang lahan terbuka pasca terbakar.

"Dari lahan-lahan yang terbakar dalam kurun waktu tertentu biasanya akan berubah menjadi kebun. Dari situlah bisa dikira-kira bahwa dialah yang memodali pembakaran itu. Bisa oknum pribadi atau korporasi," kata Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada itu kepada Tim Blak-blakan.

Sinyalemen serupa pernah disampaikan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Sebesar 99 persen karhutla, kata dia, akibat ulah manusia, "80 persen lahan terbakar berubah menjadi lahan perkebunan."

Pembukaan lahan dengan cara dibakar itu disinyalir untuk digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit. Indonesia saat ini memiliki 14,3 juta hektar perkebunan kelapa sawit.

Menurut Aditya, memang ada masyarakat yang biasa membuka lahan dengan cara membakar. Tapi mereka melakukannya di area yang terbatas dan diatur sedemikian rupa agar terkendali. Karena itu kearifan lokal yang mereka lakukan secara turun-temurun selama ratusan tahun tak pernah mengakibatkan bencana.

Kalau pun ada masyarakat yang kini membakar, tapi luas lahannya mencapai puluhan hektare, hal itu patut dicurigai ada cukong di belakangnya. Sebab membuka lahan untk kebun kelapa sawit, misalnya, modalnya sekitar Rp 40-60 juta perhektare. "Siapa sih (masyarakat perorangan) yang punya dana sebanyak itu?," ujar Aditya.

Ia mencontohkan kasus kebakaran di lahan restorasi ekosistem WWF melalui PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT) di perbatasan Provinsi Jambi dan Riau. Pada saat tim WWF akan masuk untuk memadamkan api, ada kelompok-kelompok masyarakat yang menghalang-halangi.

"Jangan, sudah susah-susah kita bakar kok (akan dipadamkan) ha-ha-ha," tutur lelaki kelahiran Yogyakarta, 31 Mei 1975 itu.

Agar kebakaran hutan yang massif tidak terus terulang, pencegahan dini mutlak dilakukan oleh segenap komponen masyarakat. Selain itu berbagai upaya penegakkan hukum masih harus dimaksimalkan. Sebab selama ini, para cukong nyaris tak tersentuh kecuali warga yang membakar langsung di lapangan.

[Detik.com]

   
 
PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29

AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:18

Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Jadi 6 Bulan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:11

Kenapa Mal Boleh Buka Sementara Warga Diminta Salat di Rumah? Ini Penjelasan Pemko Pekanbaru
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:07

Tiga Bus Mengangkut Pemudik dari Pekanbaru ke Lampung "Terjaring" Petugas Pos PSBB Pelalawan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:01

H-5 Idul Fitri, Jalan di Kota Pekanbaru Mulai Padat Lagi
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57

Sejumlah Kegiatan Dilelang, Tak Semua APBD Riau Dialihkan untuk Penanganan Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53

110 Penulis Satupena Ikut Menulis Buku "Kemanusiaan pada Masa Corona"
Senin, 18 Mei 2020 - 17:27

Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
Senin, 18 Mei 2020 - 17:18

Bupati Siak Ingatkan Camat dan Penghulu Lakukan Sosialisasi Secara Intensif
Senin, 18 Mei 2020 - 17:06

Gubri Imbau Umat Muslim di Riau Patuhi Fatwa MUI, Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah
Senin, 18 Mei 2020 - 17:02

349 Karyawan di PHK dan 6.000 Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 16:54

Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Fungsional Mulai 18 Mei Sampai H+7 Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 16:35

Polri Halau 48.472 Kendaraan Pemudik
Senin, 18 Mei 2020 - 16:32

MUI Beri Kelonggaran Salat Id Untuk Daerah Zona Hijau Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 13:58

Mal Disesaki Warga, DPRD Pekanbaru Minta Pemprov Riau Ikut Sukseskan PSBB
Senin, 18 Mei 2020 - 13:53

3 Hal Ini Jadi Fokus Polda Riau dalam Pelaksanaan PSBB di Riau
Senin, 18 Mei 2020 - 13:49

Pansus Covid-19 Temukan APD yang Dibeli Diskes Bengkalis untuk Tenaga Medis Tidak Standar
Senin, 18 Mei 2020 - 13:38

Gubri Luncurkan Operasi Pasar untuk Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 13:30

Ragu Berakhir Juni, Pakar Prediksi 2020 RI Masih Sibuk Corona
Senin, 18 Mei 2020 - 13:27

Setiap Orang Masuk ke Riau akan Dipantau dan Wajib Karantina Mandiri
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:47

H-7 Idul Fitri, Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:43

DPRD Pastikan Riau Dapat Pajak Air Permukaan PLTA Koto Panjang Rp 3,4 Miliar Mulai 2020
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:19

Rendang Sajian Alternatif di Masa Pandemi Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:09

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com