Home
Kenali Ciri-ciri Teori Konspirasi Virus Corona COVID-19 | PKS: Bawa Bahar Smith ke Nusakambangan Arogansi Kekuasaan | Arab Saudi Kecam Israel akan Caplok Bagian Negara Palestina | Bangun Kilang Dumai, Pertamina Gandeng Perusahaan Korea | Wajik Alias Kalamai, Kuliner Melayu Khas Lebaran di Pelalawan yang Tak Lekang oleh Waktu | Dengan Pakai Masker 70 Persen Kemungkinan Terkena covid 19 Berkurang
Rabu, 27 Mei 2020
/ Peristiwa / 10:00:22 / Asap Karhutla Membuat Anak-Anak Semakin Menderita /
Asap Karhutla Membuat Anak-Anak Semakin Menderita
Kamis, 19 September 2019 - 10:00:22 WIB

PEKANBARU - Anak-anak yang jatuh sakit akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, selama sebulan terakhir semakin banyak. Mereka pun harus mendapatkan penanganan yang serius.

Berdasarkan pantuan Antara di posko kesehatan korban kabut asap di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Kementerian Sosial di Pekanbaru, Rabu (18/9), ada dua korban dari balita dan bayi yang sakit cukup parah akibat terpapar asap.

Salah satu korban bernama Zikra, balita berumur dua tahun lima bulan. Ia datang dalam kondisi sesak napas. Sejak pagi hingga sore hari, anak dari pasangan Roni Kurniawan dan Marvel itu harus menghirup oksigen dari tabung menggunakan selang yang dimasukkan ke hidungnya. “Sudah dua hari ini sesak napasnya,” kata Marvel (27), ibu bayi tersebut yang merupakan warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru.

Ia mengatakan, anaknya kerap bermain di luar saat dititipkan ke rumah neneknya, sedangkan kedua orang tuanya bekerja. Sehari sebelumnya, Zikra bahkan sempat dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) di puskesmas setempat akibat sesak napas. Kemarin pagi, anaknya kembali mengalami sesak napas dan ketua RT menyarankan Zikra dibawa ke BRSAMPK karena fasilitasnya cukup lengkap.

Marvel memutuskan untuk mengungsi ke posko kesehatan itu bersama Zikra dan anak pertamanya bernama Felni yang berusia tujuh tahun. “Biarlah saya mengungsi di sini, saya tinggalkan dulu kerja saya di rumah makan. Biarlah saya kehilangan pekerjaan, saya pilih anak saya,” ujar Marvel sambil membelai anaknya.

Kepala BRSAMPK Pekanbaru Sutiono mengatakan, posko kesehatan tersebut mulai dibuka pada 15 September dan hingga kini sudah puluhan warga mendapat pengobatan gratis.

“Warga ada juga yang mengungsi ke sini, biasanya menginap pada malam hari karena asap pekat waktu malam. Pagi mereka bekerja,” katanya.

Ia mengatakan, selain balita bernama Zikra, ada satu bayi berusia lima bulan yang akhirnya dirujuk ke rumah sakit umum pemerintah karena mengalami sesak napas. Diduga bayi tersebut juga sakit akibat terpapar kabut asap karhutla. “Ada satu bayi sudah kami rujuk ke RS Petala Bumi pagi tadi,” ujar Sutiono.

Ia menjelaskan, posko tersebut menyediakan fasilitas tempat tidur lipat, kasur, mainan untuk anak-anak, dan dua tenaga dokter. Di sana juga disediakan obat, vitamin, dan tabung oksigen yang bisa didapatkan dengan gratis. “Warga yang menginap di sini juga dapat makanan gratis,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sedikitnya 144.219 warga menderita ISPA akibat kabut asap karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Adapun di Riau, ada 15.346 penderita pada 1-15 September 2019.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebanyak 3.034 siswa dilaporkan terpapar kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya Sahdin Hasan mengatakan, mereka yang terganggu kesehatannya akibat kabut asap kebanyakan merupakan siswa PAUD/TK. "Perinciannya, 542 siswa PAUD/TK, 2018 siswa sekolah dasar, dan 384 siswa SMP," kata Sahdin.

Dia menerangkan, paparan kabut asap yang menyelimuti "Kota Cantik" sejak beberapa pekan lalu itu menyebabkan kesehatan ribuan peserta didik terganggu. "Di antara mereka ada yang merasakan pusing, sakit kepala, sesak napas, mual-mual, hingga muntah," ujar Sahdin yang pernah menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangkaraya itu.

Menurut dia, anak-anak usia dini lebih rentan terpapar dampak buruk kabut asap karena daya tahan tubuh yang belum terlalu kuat. Sahdin mengimbau para orang tua untuk segera memeriksakan kondisi anaknya, baik yang sudah terindikasi mengalami gejala gangguan kesehatan maupun belum.

Untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kondisi para siswa, Pemerintah Kota Palangkaraya kembali memperpanjang masa libur sekolah selama tiga hari pada 19-21 September 2019. Pemerintah Kota Palangkaraya juga telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan selama 15 hari terhitung sejak 16 September hingga 30 September. [Republika]

   
 
PKS Sebut New Normal Cermin Ketidakjelasan Tangani Corona
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:29

AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:18

Diskon Tagihan Listrik Diperpanjang Jadi 6 Bulan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:11

Kenapa Mal Boleh Buka Sementara Warga Diminta Salat di Rumah? Ini Penjelasan Pemko Pekanbaru
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:07

Tiga Bus Mengangkut Pemudik dari Pekanbaru ke Lampung "Terjaring" Petugas Pos PSBB Pelalawan
Selasa, 19 Mei 2020 - 14:01

H-5 Idul Fitri, Jalan di Kota Pekanbaru Mulai Padat Lagi
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57

Sejumlah Kegiatan Dilelang, Tak Semua APBD Riau Dialihkan untuk Penanganan Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53

110 Penulis Satupena Ikut Menulis Buku "Kemanusiaan pada Masa Corona"
Senin, 18 Mei 2020 - 17:27

Bersama Bupati Kampar, Gubernur Riau Serahkan Bantuan APD kepada RSUD Bangkinang
Senin, 18 Mei 2020 - 17:18

Bupati Siak Ingatkan Camat dan Penghulu Lakukan Sosialisasi Secara Intensif
Senin, 18 Mei 2020 - 17:06

Gubri Imbau Umat Muslim di Riau Patuhi Fatwa MUI, Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah
Senin, 18 Mei 2020 - 17:02

349 Karyawan di PHK dan 6.000 Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 16:54

Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Fungsional Mulai 18 Mei Sampai H+7 Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 16:35

Polri Halau 48.472 Kendaraan Pemudik
Senin, 18 Mei 2020 - 16:32

MUI Beri Kelonggaran Salat Id Untuk Daerah Zona Hijau Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 13:58

Mal Disesaki Warga, DPRD Pekanbaru Minta Pemprov Riau Ikut Sukseskan PSBB
Senin, 18 Mei 2020 - 13:53

3 Hal Ini Jadi Fokus Polda Riau dalam Pelaksanaan PSBB di Riau
Senin, 18 Mei 2020 - 13:49

Pansus Covid-19 Temukan APD yang Dibeli Diskes Bengkalis untuk Tenaga Medis Tidak Standar
Senin, 18 Mei 2020 - 13:38

Gubri Luncurkan Operasi Pasar untuk Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran
Senin, 18 Mei 2020 - 13:30

Ragu Berakhir Juni, Pakar Prediksi 2020 RI Masih Sibuk Corona
Senin, 18 Mei 2020 - 13:27

Setiap Orang Masuk ke Riau akan Dipantau dan Wajib Karantina Mandiri
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:47

H-7 Idul Fitri, Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:43

DPRD Pastikan Riau Dapat Pajak Air Permukaan PLTA Koto Panjang Rp 3,4 Miliar Mulai 2020
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:19

Rendang Sajian Alternatif di Masa Pandemi Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:09

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com