Home
Bupati: Puluhan Bangunan di Kuansing Rusak Akibat Puting Beliung | Perppu KPK Jadi Pembuktian Jokowi Tunduk Pada Rakyat Atau Oligarki | Deklarasi Oposisi Rocky Gerung, Siapa Mau Bergabung? | Kursi Wabup Siak Masih Kosong, Komitmen Alfedri Dipertanyakan | Kejati Riau Periksa Pimpinan BRK Pangkalan Kerinci | Berharap Moratorium Bantuan Rumah Ibadah Dibuka
Rabu, 16 Oktober 2019
/ Nasional / 09:51:34 / BNPB: Hujan Buatan Diintensifkan di Sumatra dan Kalimantan /
BNPB: Hujan Buatan Diintensifkan di Sumatra dan Kalimantan
Kamis, 19 September 2019 - 09:51:34 WIB

JAKARTA - Pelaksana Harian Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan hujan buatan terus diciptakan untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hujan buatan diintensifkan di Sumatra dan Kalimantan .

Menurut Agus, pada Rabu (18/09) operasi pemadaman karhutla dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan di dua provinsi, yakni Riau dan Kalimantan Tengah.  "Pesawat CN 295 melakukan penerbangan menyemai awan pada pukul 13.30 - 15.45 WIB di wilayah Kabupaten Katingan, utara Palangkaraya dan Kabupaten Kapuas. Pesawat terbang pada ketinggian 8000 feet dan menghabiskan bahan semai garam NaCl sebanyak 1.500 kilogram, " ujar Agus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (19/9).

Dia melanjutkan, di Riau pesawat Hercules C-130 melakukan penyemaian dengan menabur garam NaCl sebanyak 3.4 ton di daerah Dumai dan Rokan Hilir. Kemudian di Padang Sidempuan, Sumatera Utara juga dilakukan penyemaian hujan buatan sesuai potensi pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Menurut Agus, operasi TMC di Riau berhasil menurunkan hujan di Dumai, tepatnya di Kelurahan Batu Teritip yang berbatasan dengan Rokan Hilir.  Hujan turun kurang lebih selama 30 menit dengan intensitas sedang.

"Operasi TMC akan terus dilakukan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Disediakan tiga pesawat bantuan TNI yaitu dua disiagakan di Pekanbaru dan satu pesawat siaga di Palangkaraya," taknahnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengataka,n pihaknya akan mengintensifkan hujan buatan untuk mengatasi musim kemarau yang berlangsung lebih lama pada tahun ini. Selain itu, hujan buatan juga diadakan untuk mengurai polutan akibat karhutla.

Dwikorita mengungkapkan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2019 terjadi pada Agustus. Akan tetapi, dampak musim kemarau akan terasa hingga akhir September bahkan awal Oktober.

"Musim kemarau berkepanjangan ini menyebabkan sejumlah permasalahan, salah satunya kekeringan dan karhutla.  Karena itu pemerintah mengatasinya dengan membuat hujan buatan, " ujar Dwikorita di Graha BNPB, Sabtu (14/9) lalu.

Hujan buatan pun diadakan untuk mengantisipasi dampak karhutla. Dwikorita mengungkapkan saat ini kandungan polutan di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru sudah melebihi ambang batas garis merah.

"Kami melihat di Pekanbaru sejak 9 September lalu sudah mulai ambang batas garis merah.  Kemudian melonjak lagi hingga 300 mikron. Inilah alasan hujan buatan harus segera dibuat," tegas Dwikorita.

Namun, pihaknya mengaku kesulitan melakukan hujan buatan. Sebab, sejak Juli hingga hari ini langit di Indonesia hampir selalu dan bersih hampir tidak ada awan.

"Sehingga upaya yang dilakukan sejak Juli untuk membuat hujan buatan itu tidak mudah, karena untuk berhasil bibit-bibit awan yang akan disemai itu hampir tidak ada,” lanjut Dwi.

Akan tetapi, Dwi mengatakan sejak Jumat (13/9) pukul 22.00 WIB, BMKG mulai mendeteksi awan hujan di beberapa daerah di Indonesia mulai. Awan mulai terlihat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatea Barat, Riau, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Papua.

Sehingga, BMKG pun meminta bantuan dari BNPB untuk segera menerjunkan personelnya dan bersiap menciptakan hujan buatan dengan menembakkan garam ke awan hujan. "Setiap menit kita pantau kapan awan muncul, kami minta Pak Doni (Doni Monardo Kepala BNPB) untuk segera bertindak di lapangan menembak awan itu dengan garam supaya menyemaikan untuk awan hujan,” tambah Dwikorita. [rmol]

   
 
Baznas Bina Mualaf Suku Akit di Pulau Mendol, Riau
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:30

Konflik Gajah Sumatera dengan Manusia di Riau Meningkat Akibat Kebakaran Tesso Nilo
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:13

Main Judi, Oknum Kades di Kampar tak Berkutik Bibekuk Polisi
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:10

Riau Jadi Provinsi Pertama Luncurkan Kebun PSR Berstandar GAP
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:01

Layanan BPJS Kesehatan Lebih Dinikmati Orang Kaya Dibanding yang Miskin
Senin, 14 Oktober 2019 - 12:59

Semester III 2019, Penerimaan Pajak di Riau Rp10,512 Triliun
Senin, 14 Oktober 2019 - 12:49

Wah, 753 Titik Panas Terdeteksi di Pulau Sumatra
Senin, 14 Oktober 2019 - 09:59

Siang hingga Malam Sebagian Riau Diguyur Hujan
Senin, 14 Oktober 2019 - 09:57

Hari Ini Pansel Umumkan Seleksi Empat Jabatan BRK
Senin, 14 Oktober 2019 - 09:54

Ditolak UGM, Fahira Idris: Terima Kasih UII Sudah Undang UAS
Senin, 14 Oktober 2019 - 09:45

Satelit Tunjukkan Upaya Cina Hancurkan Kuburan Muslim Uighur
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:53

Eks Ketua DPRD Pekanbaru Masih Kuasai Mobil Dinas yang Diduga Telah Dijual
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:43

Pemko Bentuk Tim Percepatan Pembangunan KIT
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:37

Prabowo Temui Jokowi, PA 212 Tetap Minta Rizieq Shihab Pulang
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:27

Surya Paloh dan Prabowo Sepakat Amandemen UUD 1945 Menyeluruh
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:22

Beredar Kabar Ribuan Mahasiswa Kembali Demo, Polda Metro: Belum Ada Pemberitahuan
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:14

Bukan Terpapar Radikalisme, Komentar Istri Kolonel Hendi Karena Efek Pilpres 2019
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:10

Dianggap Langgar Etika Politik Jika Gabung Jokowi, Wajar Pendukung Prabowo Kecewa
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:03

"Gerakan Emak-emak Indonesia Bersuara" Minta Jokowi Hentikan Kekerasan Pada Rakyat
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:00

Pemko Dumai Diminta Tinjau Ulang Izin Usaha Terindikasi Maksiat
Senin, 14 Oktober 2019 - 07:54

Prakiraan Cuaca Riau Hari Ini: Cerah Berawan, Hotspot Terpantau 33 Titik
Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:25

Dewan Riau: Perbaiki Dulu Kualitas Layanan BPJS Baru Naikkan Iuran
Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:22

Ustaz Abdul Somad Tolak Hadiah Motor Custom Nan Keren Ini
Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:04

Kaca Mobil Baru Dipasangi Stiker Kode, Apa sih Fungsinya?
Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:00

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com