Home
WASPADA! Tiga Mobil Tertimbun Longsor Jalan Sumbar-Riau | Penemuan Bongkahan Emas Terbesar Pecahkan Rekor, Nilainya Rp1,45 Miliar | Jilbab Wanita Muslimah, Bukan Untuk Berhias | Rasidah Alfedri dan Rahimawati Hamzah Sampaikan Ucapan Tahniah | 6 Bulan Jadi Tahanan Kota, Akhirnya Mantan Kepala Bapemaspemdes Inhu Diseret ke Rutan Rengat | Inhu Siaga Banjir dan Antisipasi Karhutla 2020
Selasa, 10 Desember 2019
/ Nasional / 08:53:55 / Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang /
Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53:55 WIB

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik Rachbini mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 ini perlu dikawal bersama. Menurut Didik, RAPBN tahun 2020 masih dihantui permasalahan dari lima tahun lalu.

"Nah artinya lima tahun ke depan ini harus dikawal bersama-sama, termasuk juga dari media. Karena RAPBN ini punya masalah lima tahun ke belakang dan berpotensi punya masalah lima tahun ke depan," kata Didik dalam Teleconfrence Solusi atas Perlambatan Ekonomi, di kantor pusat Indef, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Salah satu faktornya yakni pembiayaan defisit transaksi berjalan yang masih ditutupi dengan utang. Sehingga, pemerintah dinilainya menggali lubang-tutup lubang.

"Keseimbangan primer ini yang paling fatal itu adalah terkait dengan berutang. Berutang ini tidak hanya untuk membiayai defisit itu sendiri tetapi juga berutang untuk membayar utang lagi. Jadi gali lubang, tutup lubang, tapi gali lubangnya lebih dalam lagi," jelas Didik.

Didik juga menyebutkan soal bunga utang pemerintah yang mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019 atau dua kali lipat dari bunga utang lima tahun lalu yang hanya sebesar Rp 150 triliun.

"Bunga utang yang saat ini sudah mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019, lima tahun lalu baru Rp 150 triliun. Juga terkait dengan utang BUMN yang semakin meningkat khususnya BUMN karya, terkait dengan pembangunan infrastruktur dimana-mana," terangnya.

Ia pun menyebutkan soal asumsi makro pemerintah selama lima tahun ini hanya satu yang tercapai, yakni angka inflasi di kisaran 3%.

"Karena dari target yang dicapai pemerintah lima tahun lalu, hanya ada satu yang tercapai yaitu inflasi, yang ada di kisaran 3%," imbuh dia.

Perlu diketahui, perekonomian Indonesia tahun 2018 hanya tumbuh 5,17%, yakni jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,4%. Menilik catatan detikFinance ke belakang, rupanya kondisi ekonomi RI memang belum melaju kencang. Bahkan, sejak 2014, target pertumbuhan ekonomi tak pernah tercapai.

Di tahun 2017 misalnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%, jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,2%. Berikutnya di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,02%, di bawah target yang ditetapkan tahun itu sebesar 5,1%.

Sementara, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 hanya mencapai 4,88%. Padahal targetnya ditetapkan sebesar 5,3%. Sedangkan di tahun 2014 yang target pertumbuhan ekonominya mencapai 5,5%, realisasinya hanya sebesar 5,02%.

[Detik.com]

   
 
Angkat Kisah Bibi Nabi Muhammad SAW, DARWISH Melejit Lewat Lagu Safiyyah
Selasa, 10 Desember 2019 - 08:41

Bareskrim Tolak Laporan Politisi PDIP Terhadap Rocky Gerung
Senin, 09 Desember 2019 - 17:38

Jalan Lintas di Mahato Rusak, Banyak Truk Terpuruk
Senin, 09 Desember 2019 - 17:11

Gelar Trail Bersama, Camat Rakitkulim Kelilingi Sejumlah Desa
Senin, 09 Desember 2019 - 17:02

Sanksi Tegas Menunggu Sekolah yang Lakukan Pungutan
Senin, 09 Desember 2019 - 17:01

Waspada! Sore Ini Tiga Pintu PLTA Koto Panjang Dibuka Setinggi 30 Cm
Senin, 09 Desember 2019 - 16:59

PA 212 Sebut Khilafah dan Jihad Ajaran Islam, Tak Boleh Dihapus
Senin, 09 Desember 2019 - 13:53

Marquez Diprediksi Bakal Melewati Rekor Juara Milik Rossi
Senin, 09 Desember 2019 - 13:50

Survei: 79,45% Warganet Tak Setuju Majelis Taklim Harus Terdaftar
Senin, 09 Desember 2019 - 13:48

Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan
Senin, 09 Desember 2019 - 13:42

Sandi: Kok Indonesia Malah Jadi Pengimpor Produk Halal Terbesar?
Senin, 09 Desember 2019 - 13:41

Jika Tak Perhatikan Hal ini, Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang Ancam Perekonomian Masyarakat
Senin, 09 Desember 2019 - 13:32

Daftar ke 5 Parpol dan Punya Simpul Relawan, Johny Setiawan Makin Serius Maju Pilkada Inhu
Senin, 09 Desember 2019 - 13:26

Persiapan Tol Pekanbaru-Bangkinang, HK Mulai Pasok Material Konstruksi di Rimbo Panjang
Senin, 09 Desember 2019 - 13:20

Pengusaha Ogah Serahkan JPO, Pemko Pekanbaru akan Bentuk Tim Penyegelan
Senin, 09 Desember 2019 - 13:17

Pondok Pesantren Besuk Pasuruan Ikut Kecam Ceramah Gus Muwafiq
Senin, 09 Desember 2019 - 08:34

Empat Masalah Kesehatan Ini Mengincar Kamu yang Sering Sarapan Terlalu Cepat
Senin, 09 Desember 2019 - 08:22

Bupati Pelalawan Ultimatum OPD dan BPBJ Soal Proyek Gagal Lelang di 2019
Senin, 09 Desember 2019 - 08:18

Peta Drainase Pekanbaru Bisa Digunakan Tahun 2020
Senin, 09 Desember 2019 - 08:00

Tanggapi Rocky Gerung, Sandiaga Uno: Pilpres 2024 Masih Lama
Senin, 09 Desember 2019 - 07:57

96 Titik Api Belum Padam, Suhu Sydney Naik Hingga 40 Derajat Celcius
Senin, 09 Desember 2019 - 07:55

Waspada, Riau akan Diguyur Hujan Lebat
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:42

Untung Vs Rugi Punya Mr P Besar dan Panjang, Ini Penjelasan Ahli
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:36

Berada di Puncak Ketenaran, Waria Ini Putuskan Jadi Pria Tulen setelah Mimpi Ditabrak Truk
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:13

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com