Home
Mengetahui Cara Cek Keaslian Ijazah | Komunitas Sahabat Boy Rafli Gelar Lomba Cover Lagu Bertema Nasionalisme | Sempat Buang BB Saat Digerebek, Pemuda LBJ Dicokok Polisi | Polemik BLT, Kades Bongkal Malang: Pendataan dan Keputusan Penerima BLT DD Sesuai Aturan | Hati-hati Bagi Preman, Selama Sebulan Penuh, Polres Inhu Gelar Operasi Bina Kusuma | Pengelola Pasar Rakyat Banjar Seminai Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Sabtu, 15 08 2020
/ Nasional / 08:53:55 / Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang /
Ekonom Kritik APBN 5 Tahun Mendatang Masih Gali Lubang Tutup Lubang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53:55 WIB

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik Rachbini mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 ini perlu dikawal bersama. Menurut Didik, RAPBN tahun 2020 masih dihantui permasalahan dari lima tahun lalu.

"Nah artinya lima tahun ke depan ini harus dikawal bersama-sama, termasuk juga dari media. Karena RAPBN ini punya masalah lima tahun ke belakang dan berpotensi punya masalah lima tahun ke depan," kata Didik dalam Teleconfrence Solusi atas Perlambatan Ekonomi, di kantor pusat Indef, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Salah satu faktornya yakni pembiayaan defisit transaksi berjalan yang masih ditutupi dengan utang. Sehingga, pemerintah dinilainya menggali lubang-tutup lubang.

"Keseimbangan primer ini yang paling fatal itu adalah terkait dengan berutang. Berutang ini tidak hanya untuk membiayai defisit itu sendiri tetapi juga berutang untuk membayar utang lagi. Jadi gali lubang, tutup lubang, tapi gali lubangnya lebih dalam lagi," jelas Didik.

Didik juga menyebutkan soal bunga utang pemerintah yang mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019 atau dua kali lipat dari bunga utang lima tahun lalu yang hanya sebesar Rp 150 triliun.

"Bunga utang yang saat ini sudah mencapai Rp 300 triliun pada tahun 2019, lima tahun lalu baru Rp 150 triliun. Juga terkait dengan utang BUMN yang semakin meningkat khususnya BUMN karya, terkait dengan pembangunan infrastruktur dimana-mana," terangnya.

Ia pun menyebutkan soal asumsi makro pemerintah selama lima tahun ini hanya satu yang tercapai, yakni angka inflasi di kisaran 3%.

"Karena dari target yang dicapai pemerintah lima tahun lalu, hanya ada satu yang tercapai yaitu inflasi, yang ada di kisaran 3%," imbuh dia.

Perlu diketahui, perekonomian Indonesia tahun 2018 hanya tumbuh 5,17%, yakni jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,4%. Menilik catatan detikFinance ke belakang, rupanya kondisi ekonomi RI memang belum melaju kencang. Bahkan, sejak 2014, target pertumbuhan ekonomi tak pernah tercapai.

Di tahun 2017 misalnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%, jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional di 5,2%. Berikutnya di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,02%, di bawah target yang ditetapkan tahun itu sebesar 5,1%.

Sementara, pertumbuhan ekonomi tahun 2015 hanya mencapai 4,88%. Padahal targetnya ditetapkan sebesar 5,3%. Sedangkan di tahun 2014 yang target pertumbuhan ekonominya mencapai 5,5%, realisasinya hanya sebesar 5,02%.

[Detik.com]


   
 
Buron Kasus Korupsi Pipa Transmisi di Inhil, Plt Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:25

Sore dan Dini Hari Nanti Sebagian Riau akan Diguyur Hujan
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:15

Soal Sekolah di Zona Kuning Boleh Belajar Tatap Muka, Gubri: Ragu Kami
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:12

Gubernur Riau Perintahkan OPD Segera Laksanakan Tender Kegiatan
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:04

Gubri dan Komisi II DPRD Riau Gelar Pertemuan Bahas Lahan Perkebunan di Provinsi Riau
Senin, 10 Agustus 2020 - 14:02

Kasus Covid-19 Tanpa Gejala Meningkat, Yuk Pakai Masker
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:59

Dalam Penegakan Disiplin Tim Gabungan Beri Himbauan Warga yang Lagi Kumpul
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:54

Polsek Kerinci Kanan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Rumah Ibadah
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:52

Jumlah Covid 19 Meningkat, Gugus Tugas Siak Adakan Pertemuan dengan Management PT Indah Kiat
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:45

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Siak Kembali Bertambah Menjadi 108 Orang
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:41

Kemasan Makanan Cepat Saji Ditemukan Picu Berbagai Penyakit
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:47

Kawanan Gajah Liar Rusak Puluhan Hektare Kebun Sawit Warga Gondai, Pelalawan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:41

Kasus Covid-19 Melejit, DPRD Riau akan Buat Perda Agar Roda Ekonomi Tetap Jalan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:37

Polisi Temukan Unsur Pidana, Anji dan Hadi Pranoto Terancam Dipenjara
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:34

Ini Kriteria Pekerja Bergaji Rp5 Juta yang Terima BLT Corona
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:27

DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Ambil Kebijakan Bantu Biaya Internet Siswa Tak Mampu
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:23

Riau Sangat Potensial Terbitkan Sukuk Daerah
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:15

Abrasi di Bengkalis Merusak Aset Negara
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:13

Chevrolet Rilis Varian Baru Blazer Berkapasitas Lima Kursi Penumpang
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:05

95 Paket Bantuan Terdampak Covid 19 Diserahkan kepada Perempuan, Anak, dan Lansia di Siak
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:56

Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:45

Paling Realistis Buat Marc Marquez di MotoGP 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:38

19 Penambahan COVID-19 Siak, Terbanyak dari klaster Subkontraktor PT IKPP Perawang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:32

Pemkam Laksamana, Kapolsek Sabak Auh, Babinsa Berserta Petugas Penanganan Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 06:23

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com