Home
WASPADA! Tiga Mobil Tertimbun Longsor Jalan Sumbar-Riau | Penemuan Bongkahan Emas Terbesar Pecahkan Rekor, Nilainya Rp1,45 Miliar | Jilbab Wanita Muslimah, Bukan Untuk Berhias | Rasidah Alfedri dan Rahimawati Hamzah Sampaikan Ucapan Tahniah | 6 Bulan Jadi Tahanan Kota, Akhirnya Mantan Kepala Bapemaspemdes Inhu Diseret ke Rutan Rengat | Inhu Siaga Banjir dan Antisipasi Karhutla 2020
Selasa, 10 Desember 2019
/ Ekbis / 15:01:31 / Utang Luar Negeri RI 5.444 Triliun, Dipakai Apa Saja? /
Utang Luar Negeri RI 5.444 Triliun, Dipakai Apa Saja?
Senin, 15 Juli 2019 - 15:01:31 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merilis data utang luar negeri (ULN) periode Mei 2019 tercatat US$ 386,1 miliar atau setara dengan Rp 5.444 triliun (asumsi kurs Rp 14.100).

Dari angka tersebut posisi ULN pemerintah tidak termasuk bank sentral tercatat US$ 186,3 miliar atau sekitar Rp 2.626 triliun atau tumbuh 3,9% meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 3,4%. Peningkatan ini didorong oleh penerbitan global bonds.

Untuk apa saja utang tersebut?

Mengutip statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) periode Juli 2019 disebutkan ada 17 posisi ULN menurut sektor ekonomi.

Paling banyak ULN Indonesia berada di sektor jasa keuangan dan asuransi yang mencapai US$ 78,51 miliar. Kemudian posisi kedua ditempati oleh Pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara sebesar US$ 36,25 miliar.

Selanjutnya ada sektor industri pengolahan sebanyak US$ 35,87 miliar. Lalu untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial tercatat US$ 35,48 miliar. Sementara itu untuk sektor konstruksi tercatat US$ 32,39 miliar.

Kemudian sektor pertambangan dan penggalian menyumbang ULN US$ 31,97 miliar. Lalu posisi berikutnya adalah di jasa pendidikan sebanyak US$ 29,44 miliar. Lalu administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib tercatat US$ 28 miliar.

Setelah itu ada sektor US$ 18,96 miliar untuk transportasi dan pergudangan. Selanjutnya ada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar US$ 15,7 miliar. Kemudian sektor ekonomi jasa lainnya tercatat sebesar US$ 11,43 miliar. Sementara itu untuk sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tercatat 9,7 miliar.

Berikutnya untuk sektor informatika dan komunikasi tercatat US$ 8,2 miliar. Sedangkan untuk real estate tercatat US$ 6,3 miliar, jasa perusahaan US$ 3 miliar. Terakhir penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum US$ 556 juta.

BI menyebut struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Mei 2019 sebesar 36,1%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

"Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 87,3% dari total ULN," tulisnya.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

[Detik.com]

   
 
Angkat Kisah Bibi Nabi Muhammad SAW, DARWISH Melejit Lewat Lagu Safiyyah
Selasa, 10 Desember 2019 - 08:41

Bareskrim Tolak Laporan Politisi PDIP Terhadap Rocky Gerung
Senin, 09 Desember 2019 - 17:38

Jalan Lintas di Mahato Rusak, Banyak Truk Terpuruk
Senin, 09 Desember 2019 - 17:11

Gelar Trail Bersama, Camat Rakitkulim Kelilingi Sejumlah Desa
Senin, 09 Desember 2019 - 17:02

Sanksi Tegas Menunggu Sekolah yang Lakukan Pungutan
Senin, 09 Desember 2019 - 17:01

Waspada! Sore Ini Tiga Pintu PLTA Koto Panjang Dibuka Setinggi 30 Cm
Senin, 09 Desember 2019 - 16:59

PA 212 Sebut Khilafah dan Jihad Ajaran Islam, Tak Boleh Dihapus
Senin, 09 Desember 2019 - 13:53

Marquez Diprediksi Bakal Melewati Rekor Juara Milik Rossi
Senin, 09 Desember 2019 - 13:50

Survei: 79,45% Warganet Tak Setuju Majelis Taklim Harus Terdaftar
Senin, 09 Desember 2019 - 13:48

Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan
Senin, 09 Desember 2019 - 13:42

Sandi: Kok Indonesia Malah Jadi Pengimpor Produk Halal Terbesar?
Senin, 09 Desember 2019 - 13:41

Jika Tak Perhatikan Hal ini, Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang Ancam Perekonomian Masyarakat
Senin, 09 Desember 2019 - 13:32

Daftar ke 5 Parpol dan Punya Simpul Relawan, Johny Setiawan Makin Serius Maju Pilkada Inhu
Senin, 09 Desember 2019 - 13:26

Persiapan Tol Pekanbaru-Bangkinang, HK Mulai Pasok Material Konstruksi di Rimbo Panjang
Senin, 09 Desember 2019 - 13:20

Pengusaha Ogah Serahkan JPO, Pemko Pekanbaru akan Bentuk Tim Penyegelan
Senin, 09 Desember 2019 - 13:17

Pondok Pesantren Besuk Pasuruan Ikut Kecam Ceramah Gus Muwafiq
Senin, 09 Desember 2019 - 08:34

Empat Masalah Kesehatan Ini Mengincar Kamu yang Sering Sarapan Terlalu Cepat
Senin, 09 Desember 2019 - 08:22

Bupati Pelalawan Ultimatum OPD dan BPBJ Soal Proyek Gagal Lelang di 2019
Senin, 09 Desember 2019 - 08:18

Peta Drainase Pekanbaru Bisa Digunakan Tahun 2020
Senin, 09 Desember 2019 - 08:00

Tanggapi Rocky Gerung, Sandiaga Uno: Pilpres 2024 Masih Lama
Senin, 09 Desember 2019 - 07:57

96 Titik Api Belum Padam, Suhu Sydney Naik Hingga 40 Derajat Celcius
Senin, 09 Desember 2019 - 07:55

Waspada, Riau akan Diguyur Hujan Lebat
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:42

Untung Vs Rugi Punya Mr P Besar dan Panjang, Ini Penjelasan Ahli
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:36

Berada di Puncak Ketenaran, Waria Ini Putuskan Jadi Pria Tulen setelah Mimpi Ditabrak Truk
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:13

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com