Home
Media Diminta Jadi Mitra Pemko Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak | Merapat Ke Jokowi, Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024 | Selain Kursi Menteri, Pasti Ada Deal Yang Fantastis Antara Prabowo Dan Jokowi | Minyak Serai, Produk Tradisional Khas Pedalaman Riau | Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Dituntut Jaksa 8 Bulan Penjara | Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Kamis, 18 Juli 2019
/ Mozaik / 17:49:07 / Cerita Harut dan Marut /
Cerita Harut dan Marut
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:49:07 WIB

Kisah Harut dan Marut sempat diceritakan dalam Alquran, tepatnya surah al- Baqarah ayat 102. "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka me ngatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir).

Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yakni Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.' Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dan istrinya."

Sejumlah ulama mencoba menafsirkan ayat di atas. Ada yang berpendapat, Harut dan Marut benar-benar malaikat, tetapi ada pula yang menilai kedua nama itu merupakan orang yang sangat saleh seperti malaikat. Bahkan, ada pendapat mengatakan, Harut dan Marut merupakan orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.

Dalam tafsir Ath-Thabari, para ulama mengatakan, Harut dan Marut adalah malaikat. Mereka turun ke dunia untuk menegakkan hukum di tengah manusia, lalu keduanya mengajarkan sihir kepada manusia. Hanya saja ulama lain, seperti al-Qasimi menyatakan, Harut serta Marut adalah dua orang yang menunjukkan kesalehan dan ketakwaan di Babil. Babil merupakan sebuah kota di Irak bekas ibu kota Babilonia Kuno.

Cerita Harut dan Marut memang memiliki banyak versi. Salah satu yang terkenal, yakni keduanya merupakan malaikat yang diutus Allah turun ke Kota Babil. Saat itu warga di sana dili puti kegelisahan sekaligus kesyirikan akibat tersebarnya sihir. Kala itu, Kota yang dipimpin oleh Raja Nebucadnezar tersebut berantakan. Sihir yang menyebar bahkan menimbulkan penyakit serta perceraian suami istri.

Penyebaran sihir berawal saat Raja Nebudcanezar menahan orang-orang Yahudi setelah menyerang Palestina. Ketika sampai di Babil, para tawanan itu mulai memainkan sihir. Mereka lalu membuat warga Babil takut dengan membuat lingkaran besar sebagai lingkaran sihir.

Diutusnya Harut dan Marut untuk mengajarkan sihir kepada warga Babil. Hanya saja bukan untuk berbuat jahat, melainkan hanya untuk menjelaskan hakikat sihir.

Mereka mendatangi warga Babil dan menjalankan tugasnya. Harut dan Marut juga mengingatkan supaya tidak menyalahgunakan sihir yang dipelajari untuk berbuat syirik. "Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu. Maka, sebab itu janganlah kamu kafir," kata Harut Marut.

Keduanya turut mengajarkan warga Babil cara menghilangkan lingkaran besar sihir buatan Yahudi. Setelah tugas selesai, Harut dan Marut kembali ke langit, tetapi warga Babil malah tidak mengikuti peringatan para malaikat tersebut. Warga justru merusak dengan ilmu sihir yang diajarkan. Sampai akhirnya Kota Babil semakin berantakan.

Dalam kisah Israiliyyat atau versi Yahudi, Harut Marut diceritakan secara berbeda. Keduanya dijelaskan sebagai malaikat yang tengah diuji oleh Allah. Hal itu karena malaikat tidak setuju dengan penugasan orang saleh sebagai khalifah di Bumi. Meski orang saleh berbeda dengan manusia biasa. Malaikat berpendapat, jika mereka diberikan nafsu seperti manusia, mereka dapat menahannya lebih baik dari orang saleh. Maka, Allah kemudian menurunkan Harut serta Marut ke Bumi untuk menguji perkataan para malaikat.

Keduanya diberikan hawa nafsu layaknya manusia. Sesampainya di Bumi, Harut dan Marut melihat wanita cantik dan langsung terpesona. Si wanita lalu menawarkan tiga perbuatan kepada Harut dan Marut, yakni pertama, menyembah berhala, kedua, membunuh bayi, serta ketiga, meminum khamar.

Mereka berdua berpikir, menyembah berhala merupakan perbuatan kafir dan membunuh bayi merupakan dosa besar. Akhirnya, mereka memilih meminum khamar. Setelah meminumnya, mereka menjadi mabuk sekaligus kehilangan akal sehingga melakukan berbagai dosa, mulai dari menyembah berhala, membunuh bayi, hingga memperlakukan wanita secara keji.

Atas segala dosanya, sifat kemalaikatan Harut dan Marut pun dicabut. Allah murka dan menggantung keduanya di langit Kota Babil sampai hari kiamat. Sejak digantung, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.

Hanya saja, kisah versi Yahudi itu dibantah oleh dalil-dalil tentang ma'shum-nya malaikat. Ahli Tafsir Ibnu Katsir juga menegaskan, cerita Harut dan Marut dari Israiliyat murni berasal dari lisan Yahudi, bukanlah hadis marfuk dari Rasulullah SAW. [Republika]

   
 
MA Putuskan tak Terima Permohonan PAP Prabowo-Sandi
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:12

Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:47

Harga Cabai dan Ayam Ras Gila-gilaan, Pengelola Rumah Makan Menjerit
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:19

Peminat Sekolah Madrasah di Rohul Membludak
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:09

Firdaus Ganti Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07

DAK Fisik Riau Senilai Rp1,8 Triliun Terancam Tidak Bisa Dicairkan
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:04

Lieus: Tak Ada Gunanya Rekonsiliasi Tanpa Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:44

Tahapan Pendaftaran Calon Ketua KONI Dumai Dimulai
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:36

Pada Apel Pagi, Bupati Siak Alfedri Serahkan Tiga Penghargaan
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:32

Resmikan Gedung Baru, Bupati Alfedri Berharap Anak-Anak Belajar di Ruang Respesentatif
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:29

Gejala Shock Breaker Mobil Rusak, Mulai dari Amblas sampai Bocor
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:25

Cabut Dukungan ke Prabowo Usai Pilpres, GNPF Ulama: Mau Jadi Apalagi?
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:17

Ini Agenda Ijtima Ulama ke-4 Menurut Munarman
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:56

Anggaran PUPR 2020 Naik Drastis Jadi Rp 120 Triliun
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:51

Kemahalan, Pogba Ditinggal Real Madrid dan Juventus
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:48

Pengamat: Gerindra, PKS, dan PAN Bisa Jadi Oposisi yang Kuat
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:38

GNPF akan Tentukan Sikap Politik Usai Ijtima Ulama ke-4
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:35

Tidak Merokok Jadi Syarat Naik Jabatan di Bone Bolango
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:32

Tagih Janji Jadi Ketua PAN Riau, Utusan DPP Temui Syamsuar
Senin, 15 Juli 2019 - 15:04

Utang Luar Negeri RI 5.444 Triliun, Dipakai Apa Saja?
Senin, 15 Juli 2019 - 15:01

Tuduh Pria Berjubah dan Berjanggut Teroris, Dua Penumpang Diusir dari Pesawat
Senin, 15 Juli 2019 - 14:57

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Oposisi di Parlemen
Senin, 15 Juli 2019 - 14:52

Mungkinkah WNI di Australia Bisa Capai Karier Menjadi Bos?
Senin, 15 Juli 2019 - 14:49

Waduh.. Realisasi DAK Fisik Riau Masih Rendah, Baru 7,19 Persen
Senin, 15 Juli 2019 - 13:48

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com