Home
MUI Minta Quick Count Ditiadakan: Banyak Mudaratnya | Agrowisata Tenayan Raya Hadirkan Konsep Wisata Edukasi | Akhir Pekan, Hujan Akan Mengguyur Riau | Ini Data Lengkap 112 TPS yang Harus Gelar PSU dan PSL di Riau | Ini Satu Muslihat Pedagang Motor Bekas, Awas Tertipu | Cholil Nafis: Kemajuan Suatu Bangsa Berangkat dari Spiritual
Senin, 22 April 2019
/ Nasional / 09:48:49 / Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh /
Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh
Minggu, 24 Maret 2019 - 09:48:49 WIB

JAKARTA - Pernyataan keras calon presiden nomor urut 01, Jokowi saat berpidato lebih dari setengah jam di Stadion Kridosono Yogyakarta, kemarin (Sabtu, 23/3) kemarin jadi sorotan.

Di hadapan ribuan pendukungnya, capres petahana itu menegaskan tidak ingin diam lagi. Menurutnya, selama 4,5 tahun bertahan dan berdiam diri, kini ia akan melawan segala fitnah yang ditujukan padanya.

Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK), Muda Saleh heran menanggapi pernyataan terbuka Jokowi tersebut.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"Pak Jokowi itu kan dikenal baik, ramah, loh ini saya lihat video yang di Yogyakarta beliau ngamuk, marah dan katakan ‘saya akan lawan’. Yang mau dilawan siapa?” ujar Muda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3).

Justru menurut dia, dengan berbicara seperti itu, Jokowi memperlihatkan mental dirinya sudah jatuh.

"Kemudian dia coba mengajak emosi masyarakat untuk ikut merasakan seperti apa yang ia rasakan, dan ini tontonan yang buruk sebagai kepala negara, padahal orang Solo itu halus-halus," tambah Muda.

Jokowi terkesan mengalami depresi tingkat tinggi karena orang-orang sekelilingnya terjerat kasus korupsi dan ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Romy, mantan ketum PPP ditangkap KPK karena kasus korupsi, Setya Novanto dan Idrus Marham sudah duluan, kini dibidik Menpora Imam Nahrawi, setelah itu digadang-gadang Cak Imin soal kasus kardus durian, ketum Perindo Harytanoe soal Mobile 8, belum lagi Apel Kebangsaan ala Ganjar Pranowo yang dinilai berlebihan karena menghabiskan dana Rp 18 miliar, ini bisa jadi ketakukan yang sangat berlebihan bagi seorang yang ingin mempertahankan kekuasaan," urainya.

Muda mengingatkan Jokowi agar memahami kondisi bangsa Indonesia yang saat ini dilanda berbagai masalah. Mestinya, kata dia, Jokowi empati terhadap nasib petani di berbagai daerah yang terpuruk digempur impor.

"Jangan bicara sakit hati, jangan bicara soal kecewa, dihujat. Lihat dong, petani garam, petani beras, petani tebu, yang nangis di berbagai daerah pada saat panen, barang mereka nggak laku, karena impor berlebihan yang dilakukan menteri Jokowi. Kalau bicara sakit hati, kecewa, direndahkan, siapa yang paling direndahkan, mereka (petani) justru yang direndahkan oleh pemerintah,” tegasnya.

"Sebagai negara dan bangsa yang besar, Jokowi rasanya tak pantas memimpin Indonesia, kalau gini caranya, dia (Jokowi) cuma bisa marah-marah di Indonesia, Kalau berani, jika ada yang ganggu kestabilitasan nasional Jokowi juga harusnya ngamuk ke luar negeri sana, mirip jago kandang. Ini kan enggak, ada yang tak sepaham, diperiksa, padahal hujatan, kritikan, hinaan pada hakikatnya menguatkan kita secara pribadi dan evaluasi kinerjanya, serta menguatkan bangsa Indonesia,” tutupnya. [Rmol]

   
 
Anak di Bawah Umur Mencoblos Pakai C6 Orang Lain, Tiga TPS di Meranti Terpaksa PSU
Jumat, 19 April 2019 - 16:14

Kekurangan Surat Suara Pemilu di Riau Jadi Bahan Evaluasi Kemendagri
Jumat, 19 April 2019 - 16:10

Prabowo - Sandi Deklarasikan Kemenangan, AS Hikam: Manuver Politik
Jumat, 19 April 2019 - 16:01

KPU Pastikan Kesalahan Entri Data Real Count Bukan Karena Hacker
Jumat, 19 April 2019 - 15:30

Siang Hingga Dini Hari Sebagian Riau Akan Diguyur Hujan
Jumat, 19 April 2019 - 15:28

Ustaz Arifin Ilham: Bersabar, Damai itu Indah
Jumat, 19 April 2019 - 15:25

Bawaslu Riau Minta PSU dan Lanjutan di 22 TPS
Jumat, 19 April 2019 - 07:29

Sandiaga Tampak Gugup Saat Konpers, Ini Kata Pakar
Jumat, 19 April 2019 - 07:25

Busyro Nilai Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
Jumat, 19 April 2019 - 06:58

1.900 PJU di Enam Rayon Pekanbaru Tak Miliki Izin
Jumat, 19 April 2019 - 06:42

Prabowo Efek Tak Hanya Dirasakan Gerindra tapi Seluruh Partai Koalisi
Jumat, 19 April 2019 - 06:40

Bungkam Napoli, Arsenal ke Semifinal Liga Europa
Jumat, 19 April 2019 - 06:36

Disbud Beri Perhatian Khusus Pelestarian Cagar Budaya Riau
Jumat, 19 April 2019 - 06:32

Siswi Madrasah Dibakar Hidup-hidup Usai Laporkan Kepala Sekolah Cabul
Jumat, 19 April 2019 - 06:30

BUMD Segera Lakukan RUPS
Jumat, 19 April 2019 - 06:24

Pelemahan Ringgit Dongkrak Kenaikan Harga CPO
Jumat, 19 April 2019 - 06:21

HRS Imbau Pendukung Prabowo-Sandi Kawal Hasil Pemilu
Kamis, 18 April 2019 - 15:18

Sandiaga Menghilang dan Berselisih? Ini Klarifikasinya
Kamis, 18 April 2019 - 15:06

Kecapekan, Sandiaga Masih Istirahat Usai Hitung Cepat Pemilu 2019
Kamis, 18 April 2019 - 14:48

Perhitungan Sementara, Prabowo-Sandi Unggul di Pelalawan
Kamis, 18 April 2019 - 14:44

Pemprov Riau Alokasikan Rp442,024 Miliar untuk Bangun Jalan dan Jembatan
Kamis, 18 April 2019 - 14:42

Pilpres dan Pileg 2019 di Negeri Istana Berlangsung Tertib dan Aman
Kamis, 18 April 2019 - 12:06

BPJS Kesehatan Pekanbaru Bayarkan Klaim Rumah Sakit Rp184,43 miliar
Kamis, 18 April 2019 - 11:59

MUI: Hitung Cepat Jangan Jadikan Acuan Pemenag Pilpres
Kamis, 18 April 2019 - 11:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com