Home
MUI Minta Quick Count Ditiadakan: Banyak Mudaratnya | Agrowisata Tenayan Raya Hadirkan Konsep Wisata Edukasi | Akhir Pekan, Hujan Akan Mengguyur Riau | Ini Data Lengkap 112 TPS yang Harus Gelar PSU dan PSL di Riau | Ini Satu Muslihat Pedagang Motor Bekas, Awas Tertipu | Cholil Nafis: Kemajuan Suatu Bangsa Berangkat dari Spiritual
Senin, 22 April 2019
/ Metropolitan / 11:00:18 / 5 Fakta di Balik Kenaikan Tarif Ojek Online, Aturan Terbit Pekan Depan /
5 Fakta di Balik Kenaikan Tarif Ojek Online, Aturan Terbit Pekan Depan
Sabtu, 23 Maret 2019 - 11:00:18 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan akhirnya menandatangani regulasi yang mengatur mengenai ojek online. Aturan tersebut yaitu PM No 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan saat ini tengah merumuskan Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan sebagai aturan turunan yang mengatur mengenai besaran tarif ojek online tersebut.

Budi mengaku sudah memanggil semua aplikator ojek online, para driver dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk menampung usulan mereka mengenai besaran tarif, zonasi dan komponen detail lainnya.

Berbeda dengan ketentuan tarif taksi online, tarif ojek online ini tidak memasukkan komponen biaya tidak langsung karena hal ini sudah ditanggung oleh aplikator.

"Jadi kita akan tentukan formula tarif batas bawah dan batas atas. Suara YLKI harus ada batas atas, karena kalau tidak, tidak ada perlindungan konsumen. Karena spesifikasi ojek online biaya tidak langsung itu tanggung jawab aplikator jadi hanya biaya langsung yang kita pertimbangkan seperti investasi kendaraan, maintenance, dan lainnya, ada 11 komponen," pungkasnya.

Jelang penentuan besaran baru tarif ojek online, berikut rangkuman sejumlah fakta di baliknya.

1. Kenaikan Tarif Perlu Memikirkan Nasib Penumpang

Grab menyampaikan bahwa rencana kenaikan tarif ojek online (ojol) harus mengingat nasib penumpang seperti karyawan dan ibu rumah tangga. Ini merespons rencana pengumuman tarif ojol pada Senin depan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 (PM 12/2019).

Grab berharap peraturan tersebut dan turunannya dapat memberikan titik temu bagi semua pihak yang terlibat di dalam ekosistem transportasi daring, terutama para mitra pengemudi. Masyarakat luas sebagai konsumen juga diminta turut dipertimbangkan karena akan terdampak langsung dengan kenaikan tarif.

"Bila kenaikannya terlalu signifikan, dampaknya akan serta merta dirasakan mayoritas konsumen dari kalangan menengah dengan anggaran transportasi yang terbatas--seperti mahasiswa, pekerja kantoran, dan ibu rumah tangga," ujar Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno.

2. Grab Usul Tarif Atas Rp 000 per Km

Lantas berapa tarif ideal menurut Grab? Studi independen terkini menunjukkan bahwa sekitar 71 persen konsumen hanya mampu mentoleransi kenaikan pengeluaran kurang dari Rp 5.000.

Dengan demikian, dengan jarak tempuh rata-rata konsumen sebesar 8,8 kilometer (Km) per hari, Grab menyebut kenaikan tarif yang ideal adalah maksimal Rp 600 per kilometer atau maksimal naik menjadi Rp 2.000 per kilometer.

"Kami berharap Keputusan Menteri Perhubungan yang akan mengatur tentang tarif akan dirumuskan secara bijaksana sehingga dapat menjaga sumber penghidupan yang berkesinambungan bagi mitra pengemudi, sekaligus tetap mempertahankan kualitas layanan, kenyamanan berkendara, dan keselamatan konsumen," jelas Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno.

3. Senin Besaran Tarif Baru Terbit

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tarif ojek online akan ditetapkan Senin (25/3) nanti. Meski begitu, dia belum memastikan berapa besaran tarif ojek online tersebut.

"Tarif ojek online ditetapkan Senin besok," ungkapnya di Gedung Kementerian Perhubungan.

4. Perbedaan Besaran Usulan Kenaikan Aplikator dan Pengemudi Tinggi

Ditjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyatakan tarif yang diusulkan oleh asosiasi pengemudi ojek online berada di angka Rp 2.400 untuk tarif batas bawah. Tarif ini dinilai oleh aplikator masih terlalu tinggi, namun pemerintah masih mendiskusikan tarif terbaik.

"Kemarin ketemu asosiasi pengemudi mereka minta Rp 2.400, nett. Kalau dari aplikator kayaknya tidak bisa, kalau gross mungkin (bisa). Kemarin ada yang menyampaikan ke saya kalau bisa di bawah Rp 2.000, atau bisa juga Rp 2.000," ungkap Budi.

Untuk tarif flat, rata-rata pengemudi menerima Rp 10.000 dengan jarak kurang lebih 5 kilometer. Namun, untuk tarif ojek online sebesar Rp 3.000 dirasa belum bisa dipenuhi.

"Kalau Rp 3.000? Saya akan ajak diskusi lagi (asosiasi pengemudi). Karena taksi saja kan Rp 3.500," ujarnya.

5. Pemerintah Pastikan Putusan Besaran Tarif Untungkan Semua Pihak

Kementerian Perhubungan saat ini masih mencari solusi terbaik untuk menentukan tarif per kilometer (Km) ojek online. Pemerintah menginginkan keputusan besaran tarif bisa menguntungkan semua pihak baik aplikator, driver online maupun konsumen atau masyarakat.

"Kalau tarif pemerintah akan menentukan yang paling baik, dan saya konsen mereka (driver ojek online) itu mendapatkan penghasilannya yang baik," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Saat ini pemerintah telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait penentuan tarif per Km ojek online sebanyak dua kali. Pemerintah akan terus melakukan diskusi untuk menentukan tarif terbaik untuk semua pihak.[RMOL]

   
 
Anak di Bawah Umur Mencoblos Pakai C6 Orang Lain, Tiga TPS di Meranti Terpaksa PSU
Jumat, 19 April 2019 - 16:14

Kekurangan Surat Suara Pemilu di Riau Jadi Bahan Evaluasi Kemendagri
Jumat, 19 April 2019 - 16:10

Prabowo - Sandi Deklarasikan Kemenangan, AS Hikam: Manuver Politik
Jumat, 19 April 2019 - 16:01

KPU Pastikan Kesalahan Entri Data Real Count Bukan Karena Hacker
Jumat, 19 April 2019 - 15:30

Siang Hingga Dini Hari Sebagian Riau Akan Diguyur Hujan
Jumat, 19 April 2019 - 15:28

Ustaz Arifin Ilham: Bersabar, Damai itu Indah
Jumat, 19 April 2019 - 15:25

Bawaslu Riau Minta PSU dan Lanjutan di 22 TPS
Jumat, 19 April 2019 - 07:29

Sandiaga Tampak Gugup Saat Konpers, Ini Kata Pakar
Jumat, 19 April 2019 - 07:25

Busyro Nilai Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
Jumat, 19 April 2019 - 06:58

1.900 PJU di Enam Rayon Pekanbaru Tak Miliki Izin
Jumat, 19 April 2019 - 06:42

Prabowo Efek Tak Hanya Dirasakan Gerindra tapi Seluruh Partai Koalisi
Jumat, 19 April 2019 - 06:40

Bungkam Napoli, Arsenal ke Semifinal Liga Europa
Jumat, 19 April 2019 - 06:36

Disbud Beri Perhatian Khusus Pelestarian Cagar Budaya Riau
Jumat, 19 April 2019 - 06:32

Siswi Madrasah Dibakar Hidup-hidup Usai Laporkan Kepala Sekolah Cabul
Jumat, 19 April 2019 - 06:30

BUMD Segera Lakukan RUPS
Jumat, 19 April 2019 - 06:24

Pelemahan Ringgit Dongkrak Kenaikan Harga CPO
Jumat, 19 April 2019 - 06:21

HRS Imbau Pendukung Prabowo-Sandi Kawal Hasil Pemilu
Kamis, 18 April 2019 - 15:18

Sandiaga Menghilang dan Berselisih? Ini Klarifikasinya
Kamis, 18 April 2019 - 15:06

Kecapekan, Sandiaga Masih Istirahat Usai Hitung Cepat Pemilu 2019
Kamis, 18 April 2019 - 14:48

Perhitungan Sementara, Prabowo-Sandi Unggul di Pelalawan
Kamis, 18 April 2019 - 14:44

Pemprov Riau Alokasikan Rp442,024 Miliar untuk Bangun Jalan dan Jembatan
Kamis, 18 April 2019 - 14:42

Pilpres dan Pileg 2019 di Negeri Istana Berlangsung Tertib dan Aman
Kamis, 18 April 2019 - 12:06

BPJS Kesehatan Pekanbaru Bayarkan Klaim Rumah Sakit Rp184,43 miliar
Kamis, 18 April 2019 - 11:59

MUI: Hitung Cepat Jangan Jadikan Acuan Pemenag Pilpres
Kamis, 18 April 2019 - 11:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com