Home
Media Diminta Jadi Mitra Pemko Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak | Merapat Ke Jokowi, Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024 | Selain Kursi Menteri, Pasti Ada Deal Yang Fantastis Antara Prabowo Dan Jokowi | Minyak Serai, Produk Tradisional Khas Pedalaman Riau | Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Dituntut Jaksa 8 Bulan Penjara | Dua Unit Rumah Warga di Kota Medan Terbakar
Kamis, 18 Juli 2019
/ Mozaik / 17:46:10 / Revisi Harga Pertalite Riau, Legislator Ini Nilai Tak Perlu Pakai Pansus /
Revisi Harga Pertalite Riau, Legislator Ini Nilai Tak Perlu Pakai Pansus
Minggu, 25 Februari 2018 - 17:46:10 WIB

PEKANBARU - Anggota Badan Musyawarah DPRD Riau Suhardiman Amby menegaskan revisi terhadap peraturan daerah nomor 4/2015 pasal 24 ayat 2 tentang pajak Bahan Bakar Minyak non subsidi dapat digesa dan tidak akan memakan waktu lama.
    
"Kalau tanpa Pansus (Panitia Khusus) maka akan selesai dua minggu setelah diparipurnakan awal. Ini kan hanya merevisi satu ayat, sehingga nanti bisa dipatok pajak dibawah 10 persen. Terserah nanti siapa yang melaksanakan, yang penting tidak usah pakai Pansus," kata Sekretaris Komisi III DPRD Riau Suhardiman Amby di Pekanbaru, Minggu.
    
Dia membantah, Pihak Banmus DPRD Riau telah memutuskan membentuk Panitia Khusus untuk merevisi perda tersebut, sebab menurutnya akan memakan waktu dan banyak anggaran yang dikeluarkan jika melalui pansus. "Belum diputuskan, kemaren baru opsi saja, mekanisme mana yang akan digunakan. Banyak yang menginginkan tidak melalui Pansus termasuk saya. Sebab melalui Pansus itu agak lama waktu revisinya. Kalau tanpa Pansus, misalnya dilaksanakan oleh Komisi III, maka itu akan lebih cepat prosesnya," kata Suhardiman.
    
Politisi Hanura Riau ini menyayangkan jika akhirnya revisi Perda tersebut tetap harus melalui Pansus, karena ketika ada pilihan untuk mempercepat, harusnya mengambil jalan cepat saja. "Jelas ini untuk kepentingan masyarakat, jangan dipersulit lagi. Tidak mungkin hanya untuk mengubah satu kata kita harus mengelurkan uang Rp1 miliar (jika dibentuk Pansus)," katanya.
    
Disinggung terkait apakah akan terjadi penurunan Pendapatan Asli Daerah dengan diturunkannya pajak tersebut, Suhardiman mengaku tidak terlalu signifikan, apalagi sumber PAD dapat digalih dari potensi lainnya.

Berbeda pendapat, Anggota Badan Musyawarah DPRD Riau lainnya, Yusuf Sikumbang justru menyarankan untuk dibuat Pansus untuk merevisi perda tersebut, hal tersebut dengan pertimbangan untuk mengkaji dampak negatif atau positif penurunan pajak BBM non subsidi.
    
"Dengan penurunan pajak tersebut,  kami harus kaji itu dulu. Apa dampaknya terhadap pendapatan daerah? Kami mesti tanyakan juga ke Badan Pendapatan Daerah. Sepertinya nanti melalui pansus, Senin depan paripurna akan digelar,"ucap Yusuf Sikumbang.
    
Politisi PKB Riau ini mengasumsikan, hitungannya dengan pajak sebesar 10 persen bisa didapatkan pendapatan sebesar Rp100 miliar. Namun jika dikurangi menjadi lima persen maka besar kemungkinan pendapatan menurun menjadi Rp50 miliar.
    
Kajian tersebut, kata Yusuf, sangat diperlukan untuk melakukan revisi perda pajak BBM non subsidi. Yusuf juga menilai, dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 sudah berjalan sehingga realisasi penurunan pajak tersebut berkemungkinan dilaksanakan pada tahun mendatang.
      
"Sekalipun pansus memutuskan untuk merevisi Perda tersebut tetap belum bisa diterapkan pada 2018 ini. Karena kalau 2019 saya rasa tidak masalah. Nanti pembahasan APBD murni pada Maret, April, Mei dan Juni. Ini kami pertimbangkan,"jelasnya.
      
Sebagaimana diberitakan, akibat naiknya harga pertalite oleh Pertamina tanpa ada pengumuman dari Rp7.900  menjadi Rp8.000 perliternya, membuat masyarakat resah. Masyarakat menilai  mahalnya harga pertalite tersebut selain dari kenaikan dari Pertamina juga akibat tingginya pajak BBM non subsidi oleh Pemprov sebesar 10 persen. Sedangkan daerah lain hanya lima persen. [Antara]

   
 
MA Putuskan tak Terima Permohonan PAP Prabowo-Sandi
Selasa, 16 Juli 2019 - 13:12

Pengamat: Posisi Gerindra Bergantung Pada Jokowi Bukan Lagi Prabowo
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:47

Harga Cabai dan Ayam Ras Gila-gilaan, Pengelola Rumah Makan Menjerit
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:19

Peminat Sekolah Madrasah di Rohul Membludak
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:09

Firdaus Ganti Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07

DAK Fisik Riau Senilai Rp1,8 Triliun Terancam Tidak Bisa Dicairkan
Selasa, 16 Juli 2019 - 12:04

Lieus: Tak Ada Gunanya Rekonsiliasi Tanpa Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:44

Tahapan Pendaftaran Calon Ketua KONI Dumai Dimulai
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:36

Pada Apel Pagi, Bupati Siak Alfedri Serahkan Tiga Penghargaan
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:32

Resmikan Gedung Baru, Bupati Alfedri Berharap Anak-Anak Belajar di Ruang Respesentatif
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:29

Gejala Shock Breaker Mobil Rusak, Mulai dari Amblas sampai Bocor
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:25

Cabut Dukungan ke Prabowo Usai Pilpres, GNPF Ulama: Mau Jadi Apalagi?
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:17

Ini Agenda Ijtima Ulama ke-4 Menurut Munarman
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:56

Anggaran PUPR 2020 Naik Drastis Jadi Rp 120 Triliun
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:51

Kemahalan, Pogba Ditinggal Real Madrid dan Juventus
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:48

Pengamat: Gerindra, PKS, dan PAN Bisa Jadi Oposisi yang Kuat
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:38

GNPF akan Tentukan Sikap Politik Usai Ijtima Ulama ke-4
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:35

Tidak Merokok Jadi Syarat Naik Jabatan di Bone Bolango
Selasa, 16 Juli 2019 - 08:32

Tagih Janji Jadi Ketua PAN Riau, Utusan DPP Temui Syamsuar
Senin, 15 Juli 2019 - 15:04

Utang Luar Negeri RI 5.444 Triliun, Dipakai Apa Saja?
Senin, 15 Juli 2019 - 15:01

Tuduh Pria Berjubah dan Berjanggut Teroris, Dua Penumpang Diusir dari Pesawat
Senin, 15 Juli 2019 - 14:57

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Oposisi di Parlemen
Senin, 15 Juli 2019 - 14:52

Mungkinkah WNI di Australia Bisa Capai Karier Menjadi Bos?
Senin, 15 Juli 2019 - 14:49

Waduh.. Realisasi DAK Fisik Riau Masih Rendah, Baru 7,19 Persen
Senin, 15 Juli 2019 - 13:48

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com