Home
Mahfud MD Sebut Kasus Ustadz Ubdul Somad Sudah Kadaluarsa | Pria Ini Kantongi Rp 21 Triliun dari Bisnis Camilan Sehat | Kisah Mahasiswa Papua di Jakarta: Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung | Polisi Pastikan Akan Periksa Hotman Paris Hutapea Dalam Kasus Dugaan Pornografi | Lukman Edy dan Karding Tak Diundang Muktamar PKB: Buntut Soal Cawapres | Sumber Air Kering, BPBD Meranti Terpaksa Pakai Air Laut Padamkan Karhutla di Desa Insit
Selasa, 20 08 2019
/ Politik / 20:31:35 / Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies /
Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies
Jumat, 20 Oktober 2017 - 20:31:35 WIB

JAKARTA - Isu pribumi yang bergulir kencang belakangan ini dinilai tak berefek pada kerontokan citra personal Anies Baswedan sebagai gubernur yang baru dilantik. Pernyataannya soal pribumi yang “digoreng” oleh lawan-lawan politik Anies dengan melaporkannya ke polisi, justru makin  mendongkrak kesukaan dan simpati mayoritas publik kepadanya.

Demikian disampaikan peneliti senior LSI Network Denny JA , Toto Izul Fatah kepada Republika.co.id di Jakarta ( 20/10) menanggapi pro kontra seputar pidato Anies Baswedan saat pelantikannya sebagai gubernur DKI Jakarta di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Saya menduga, jika dilakukan survei hari ini, elektabilitas Anies makin meroket.  Yang mendukung dan simpati kepada Anies akan lebih banyak ketimbang yang  menolak,” ungkap Toto.

Karena itu, menurut dia, jika upaya melaporkan Anies ke polisi itu bermuatan politik untuk merusak citra Anies, cara seperti tiu pasti salah, tidak cerdas, tidak tepat dan tidak strategis. Sebab, dengan menggulirkan isu tersebut, baik melalui proses hukum maupun demo, justru akan membuat image personal Anies makin moncer.

Toto berpendapat,  dari perspektif komunikasi publik,  ia menilai sangat tidak cerdas dan ceroboh apa yang dilakukan lawan politik Anies itu. Walaupun, dikemas dengan ramuan sosial yang public intrest  seperti berpotensi memecah belah bangsa atau ramuan hukum dengan adanya celah pelanggaran pidana dan lain-lain. 

“Salah besar jika ingin merusak citra Anies dengan manuver seperti itu. Sebab, isu pribumi itu sebenarnya bisa lebih seksi dari isu PKI. Kalau ini terus digulirkan, justru Anies yang akan menuai keuntungan politiknya. Atau, jangan-jangan, isu pribumi ini sengaja digulirkan Anies untuk tujuan itu, memancing reaksi lawan, dan ketika lawan bereaksi alias terpancing, Anies menuai dukungan dari isu itu. Ini artinya, Anies lebih cerdas dibanding lawan politiknya,” tegasnya.

Saat ditanya alasan yang membuat isu pribumi ini lebih kuat ketimbang isu PKI, Toto berpendapat,  isu pribumi memiliki masa kadaluarsa yang sangat panjang, mengingat sampai saat ini masih menjadi bagian dari realitas politik dan sosiologis bangsa Indonesia, bahkan dunia. Lihat saja PBB sendiri, sebagai organisasi rujukan dunia, memberi ruang terbuka untuk memperingati Hari Pribumi Internasional pada  setiap 9 Agustus sejak 1994.

Berbeda dengan isu PKI yang masa kadaluarsanya relatif pendek karena  baik secara politik maupun sosiologis sangat segmented. Begitu juga aspek ruang dan waktu serta unsur kepentingan publiknya.

Sedangkan isu pribumi ini sudah menjadi fenomena mendunia, terjadi di hampir setiap negara. Termasuk, Indonesia, sebagai negara yang pernah dijajah Belanda dan Jepang, dimana isu pribumi itu sempat tumbuh subur sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Karena itu, lanjut dia, dalam melihat dan menyikapi pro kontra isu pribumi ini tak perlu dengan kepala panas. Tinggal, dari sisi mana melihatnya. Yang penting, isu itu bergulir dalam koridor sosial yang wajar, tidak merembet pada aksi sosial yang anarkis dan barbar.

“Justru lebih baik kita buka isu itu ketimbang disimpan di laci yang pada  saatnya meledak juga karena menyimpan bara. Anggap saja ini sebagai realitas sosiologis yang harus menjadi panduan berbangsa dan bernegara dengan tidak mengusiknya lewat ketidakadilan, kezdoliman dan kesewenang-wenangan. Sehingga, semua pihak berkaca diri. Yang pengusaha berkaca, yang berkuasa juga berkaca, bahwa kita ini masih menghadapi fakta tingginya kemiskinan dan lain-lain,” jelas Toto.

Dalam pandangan Direktur Citra Komunikasi LSI Denny Ja ini, siapa saja boleh mengganggap dirinya pribumi sepanjang orang tersebut cinta tanah air, pro NKRI dan setia kepada Pancasila. Dengan begitu, ada pribumi yang sunda, jawa, Tionghoa, Arab, Papua dan seterusnya. “So, apa yang salah dengan sebutan pribumi. Toh, selama ini juga kita tak mempersoalkan adanya Bank Boemi Putra yang berarti pribumi. Betgitu juga HIPMI, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia,” tegasnya. [rol]

   
 
Kapolsek Kelayang Irup Penurunan Bendera HUT ke-74 RI
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:59

Hendrisan launching CFD di Kecamatan Sabak Auh
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:53

Partai PKS Inhu Ajak Kader dan Masyarakat Upacara HUT RI ke-74 di Kantor Sekretariat
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:50

260 Titik Panas Tersebar di Wilayah Sumatera, Riau 57 Titik
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:47

Asisten Budhi Yuwono Sebut, Kerja Keras dan Displin Kunci Keberhasilan
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:45

Tabligh Akbar UAS di Masjid At-Taqwa Simpang Kelayang Dipenuhi Ribuan Umat Muslim
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:40

Siang Ini Bank Riau Kepri Gelar RUPS
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:49

Jamaah Haji Riau Menunggu Tiga Jam di Batam
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:47

Peringatan HUT RI ke-74 Kecamatan Bantan
Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Didaulat Bacakan Teks Prok
Senin, 19 Agustus 2019 - 10:59

Rocky Gerung: Buat Apa Ibukota Baru, Memerintah Kan Bisa Dari Smartphone
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:38

Wasekjen MUI: UAS Tengah Jawab Pertanyaan Jamaah di Ruang Tertutup Dan Eksklusif
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:34

Semua Setuju Ekstremisme Tidak Punya Tempat, Tapi Jangan Produksi "Hantu-Hantu"
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:32

Perang Proxy di Balik Viral Ceramah Ustaz Abdul Somad?
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:29

Fahri Setuju Yusril, Adat Dan Islam Pondasi Struktur Negara
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:16

Alfedri: Teruskan Perjuangan Pahlawan Dengan Bersama-sama Memajukan Daerah
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:53

Camat Rakit Kulim Ramah Tamah Dengan Anggota Paskibra dan Orangtua
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:45

Camat Rakit Kulim Irup HUT RI ke-74
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:36

Tuan Rumah Siak Keluar Sebagai Juara Pacu Sampan Tradisional
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:28

Upacara Penurunan Bendera di Siak Berlangsung Khidmat
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:22

Rayakan HUT RI ke-74 Pemkec Rakitkulim Gelar Lomba Pawai dan Karnaval
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:19

Jamaah Haji Riau Tiba Di EHA Tanggal 19 Mendatang
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:53

Duh, Kasatpol PP Salah Sebut Umur Indonesia Saat Upacara di Pulau Reklamasi
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:45

7 Fakta Penting Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:38

Bupati Siak Alfedri Gelar Ramah Tamah Bersama Pejuang Veteran
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:33

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com