Home
MUI Minta Quick Count Ditiadakan: Banyak Mudaratnya | Agrowisata Tenayan Raya Hadirkan Konsep Wisata Edukasi | Akhir Pekan, Hujan Akan Mengguyur Riau | Ini Data Lengkap 112 TPS yang Harus Gelar PSU dan PSL di Riau | Ini Satu Muslihat Pedagang Motor Bekas, Awas Tertipu | Cholil Nafis: Kemajuan Suatu Bangsa Berangkat dari Spiritual
Senin, 22 April 2019
/ Politik / 20:31:35 / Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies /
Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies
Jumat, 20 Oktober 2017 - 20:31:35 WIB

JAKARTA - Isu pribumi yang bergulir kencang belakangan ini dinilai tak berefek pada kerontokan citra personal Anies Baswedan sebagai gubernur yang baru dilantik. Pernyataannya soal pribumi yang “digoreng” oleh lawan-lawan politik Anies dengan melaporkannya ke polisi, justru makin  mendongkrak kesukaan dan simpati mayoritas publik kepadanya.

Demikian disampaikan peneliti senior LSI Network Denny JA , Toto Izul Fatah kepada Republika.co.id di Jakarta ( 20/10) menanggapi pro kontra seputar pidato Anies Baswedan saat pelantikannya sebagai gubernur DKI Jakarta di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Saya menduga, jika dilakukan survei hari ini, elektabilitas Anies makin meroket.  Yang mendukung dan simpati kepada Anies akan lebih banyak ketimbang yang  menolak,” ungkap Toto.

Karena itu, menurut dia, jika upaya melaporkan Anies ke polisi itu bermuatan politik untuk merusak citra Anies, cara seperti tiu pasti salah, tidak cerdas, tidak tepat dan tidak strategis. Sebab, dengan menggulirkan isu tersebut, baik melalui proses hukum maupun demo, justru akan membuat image personal Anies makin moncer.

Toto berpendapat,  dari perspektif komunikasi publik,  ia menilai sangat tidak cerdas dan ceroboh apa yang dilakukan lawan politik Anies itu. Walaupun, dikemas dengan ramuan sosial yang public intrest  seperti berpotensi memecah belah bangsa atau ramuan hukum dengan adanya celah pelanggaran pidana dan lain-lain. 

“Salah besar jika ingin merusak citra Anies dengan manuver seperti itu. Sebab, isu pribumi itu sebenarnya bisa lebih seksi dari isu PKI. Kalau ini terus digulirkan, justru Anies yang akan menuai keuntungan politiknya. Atau, jangan-jangan, isu pribumi ini sengaja digulirkan Anies untuk tujuan itu, memancing reaksi lawan, dan ketika lawan bereaksi alias terpancing, Anies menuai dukungan dari isu itu. Ini artinya, Anies lebih cerdas dibanding lawan politiknya,” tegasnya.

Saat ditanya alasan yang membuat isu pribumi ini lebih kuat ketimbang isu PKI, Toto berpendapat,  isu pribumi memiliki masa kadaluarsa yang sangat panjang, mengingat sampai saat ini masih menjadi bagian dari realitas politik dan sosiologis bangsa Indonesia, bahkan dunia. Lihat saja PBB sendiri, sebagai organisasi rujukan dunia, memberi ruang terbuka untuk memperingati Hari Pribumi Internasional pada  setiap 9 Agustus sejak 1994.

Berbeda dengan isu PKI yang masa kadaluarsanya relatif pendek karena  baik secara politik maupun sosiologis sangat segmented. Begitu juga aspek ruang dan waktu serta unsur kepentingan publiknya.

Sedangkan isu pribumi ini sudah menjadi fenomena mendunia, terjadi di hampir setiap negara. Termasuk, Indonesia, sebagai negara yang pernah dijajah Belanda dan Jepang, dimana isu pribumi itu sempat tumbuh subur sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Karena itu, lanjut dia, dalam melihat dan menyikapi pro kontra isu pribumi ini tak perlu dengan kepala panas. Tinggal, dari sisi mana melihatnya. Yang penting, isu itu bergulir dalam koridor sosial yang wajar, tidak merembet pada aksi sosial yang anarkis dan barbar.

“Justru lebih baik kita buka isu itu ketimbang disimpan di laci yang pada  saatnya meledak juga karena menyimpan bara. Anggap saja ini sebagai realitas sosiologis yang harus menjadi panduan berbangsa dan bernegara dengan tidak mengusiknya lewat ketidakadilan, kezdoliman dan kesewenang-wenangan. Sehingga, semua pihak berkaca diri. Yang pengusaha berkaca, yang berkuasa juga berkaca, bahwa kita ini masih menghadapi fakta tingginya kemiskinan dan lain-lain,” jelas Toto.

Dalam pandangan Direktur Citra Komunikasi LSI Denny Ja ini, siapa saja boleh mengganggap dirinya pribumi sepanjang orang tersebut cinta tanah air, pro NKRI dan setia kepada Pancasila. Dengan begitu, ada pribumi yang sunda, jawa, Tionghoa, Arab, Papua dan seterusnya. “So, apa yang salah dengan sebutan pribumi. Toh, selama ini juga kita tak mempersoalkan adanya Bank Boemi Putra yang berarti pribumi. Betgitu juga HIPMI, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia,” tegasnya. [rol]

   
 
Anak di Bawah Umur Mencoblos Pakai C6 Orang Lain, Tiga TPS di Meranti Terpaksa PSU
Jumat, 19 April 2019 - 16:14

Kekurangan Surat Suara Pemilu di Riau Jadi Bahan Evaluasi Kemendagri
Jumat, 19 April 2019 - 16:10

Prabowo - Sandi Deklarasikan Kemenangan, AS Hikam: Manuver Politik
Jumat, 19 April 2019 - 16:01

KPU Pastikan Kesalahan Entri Data Real Count Bukan Karena Hacker
Jumat, 19 April 2019 - 15:30

Siang Hingga Dini Hari Sebagian Riau Akan Diguyur Hujan
Jumat, 19 April 2019 - 15:28

Ustaz Arifin Ilham: Bersabar, Damai itu Indah
Jumat, 19 April 2019 - 15:25

Bawaslu Riau Minta PSU dan Lanjutan di 22 TPS
Jumat, 19 April 2019 - 07:29

Sandiaga Tampak Gugup Saat Konpers, Ini Kata Pakar
Jumat, 19 April 2019 - 07:25

Busyro Nilai Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
Jumat, 19 April 2019 - 06:58

1.900 PJU di Enam Rayon Pekanbaru Tak Miliki Izin
Jumat, 19 April 2019 - 06:42

Prabowo Efek Tak Hanya Dirasakan Gerindra tapi Seluruh Partai Koalisi
Jumat, 19 April 2019 - 06:40

Bungkam Napoli, Arsenal ke Semifinal Liga Europa
Jumat, 19 April 2019 - 06:36

Disbud Beri Perhatian Khusus Pelestarian Cagar Budaya Riau
Jumat, 19 April 2019 - 06:32

Siswi Madrasah Dibakar Hidup-hidup Usai Laporkan Kepala Sekolah Cabul
Jumat, 19 April 2019 - 06:30

BUMD Segera Lakukan RUPS
Jumat, 19 April 2019 - 06:24

Pelemahan Ringgit Dongkrak Kenaikan Harga CPO
Jumat, 19 April 2019 - 06:21

HRS Imbau Pendukung Prabowo-Sandi Kawal Hasil Pemilu
Kamis, 18 April 2019 - 15:18

Sandiaga Menghilang dan Berselisih? Ini Klarifikasinya
Kamis, 18 April 2019 - 15:06

Kecapekan, Sandiaga Masih Istirahat Usai Hitung Cepat Pemilu 2019
Kamis, 18 April 2019 - 14:48

Perhitungan Sementara, Prabowo-Sandi Unggul di Pelalawan
Kamis, 18 April 2019 - 14:44

Pemprov Riau Alokasikan Rp442,024 Miliar untuk Bangun Jalan dan Jembatan
Kamis, 18 April 2019 - 14:42

Pilpres dan Pileg 2019 di Negeri Istana Berlangsung Tertib dan Aman
Kamis, 18 April 2019 - 12:06

BPJS Kesehatan Pekanbaru Bayarkan Klaim Rumah Sakit Rp184,43 miliar
Kamis, 18 April 2019 - 11:59

MUI: Hitung Cepat Jangan Jadikan Acuan Pemenag Pilpres
Kamis, 18 April 2019 - 11:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com